Lewati ke konten

Selasa, 6 Oktober 20262292 berita

Luhut Kejar Hilirisasi Rumput Laut, Jangan Lagi Jual Bahan MentahVIDEO: 17 Pegawai Lapas Cibinong Disanksi, Kalapas Diberhentikan12 pembalap tiba di Lombok, bersiap untuk MotoGP Mandalika 2026Koordinator BEM UI Diserang OTK di Jaksel, Ditendang lalu Nyungsruk dari MotorKapolres Bogor Tekankan Sinergitas TNI-Polri Kunci Mutlak Jaga Keamananamp;nbsp;Juara, Prabowo serahkan trofi FIFA ASEAN Cup ke pemain IndonesiaPolisi imbau suporter rayakan kemenangan Indonesia secara tertibJamal Mirdad Sentil Artis Muda yang Cuma Kejar Viral: “Berikan Karyamu”Pekalongan gelar Festival Literasi untuk bangkitkan minat baca wargaSejumlah menko mulai gunakan Maung Garuda sebagai kendaraan dinas
Ekonomi

Luhut Kejar Hilirisasi Rumput Laut, Jangan Lagi Jual Bahan Mentah

Liputan6 Bisnis 3 menit baca 581 kata
Luhut Kejar Hilirisasi Rumput Laut, Jangan Lagi Jual Bahan Mentah — gambar dari Liputan6 Bisnis
Gambar dari Liputan6 Bisnis. Ringkasan oleh Zona News.

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mendorong percepatan hilirisasi rumput laut agar Indonesia tidak lagi hanya menjual komoditas mentah. Pengembangan industri pengolahan, teknologi, riset, dan kerja sama dengan China dinilai penting untuk meningkatkan nilai tambah rumput laut di dalam negeri.

Jakarta - Indonesia didorong segera mempercepat hilirisasi rumput laut agar komoditas kelautan tersebut tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah.

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Indonesia memiliki sumber daya kelautan yang besar, termasuk rumput laut. Potensi tersebut perlu diikuti pengembangan industri pengolahan agar menghasilkan produk dengan nilai ekonomi lebih tinggi.

“Kami ingin melihat hilirisasi rumput laut ini dilakukan dalam waktu dekat, tidak terlalu lama lagi,” kata Luhut dalam China Southeast Asia Forum on Higher Education and Industry Cooperation 2026 dikutip Antara, Minggu (4/10/2026).

Menurut Luhut, pengembangan industri rumput laut dapat mengambil pelajaran dari pengalaman hilirisasi nikel.

Indonesia sebelumnya telah mempelajari pentingnya investasi dan teknologi dalam membangun ekosistem industri yang mampu menciptakan nilai tambah di dalam negeri.

Luhut menilai pendekatan serupa dapat diterapkan untuk mengembangkan industri rumput laut. Dengan pengolahan di dalam negeri, manfaat ekonomi dari komoditas tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan produksi bahan mentah.

Upaya tersebut juga membutuhkan dukungan teknologi dan investasi. Dalam konteks itu, kerja sama Indonesia-China dinilai memiliki peran penting dalam pengembangan sejumlah sektor industri strategis.

Investasi China Luhut mengatakan kerja sama dengan China telah memberikan kontribusi terhadap perkembangan industri dan pengolahan sumber daya di Indonesia.

Nilai investasi China di Indonesia selama sekitar satu dekade terakhir disebut telah mencapai lebih dari US$70 miliar.

Menurut Luhut, investasi tersebut turut mendukung pengembangan berbagai sektor industri strategis. Namun, kemitraan ekonomi kedua negara dinilai tidak seharusnya berhenti pada pembangunan pabrik dan fasilitas produksi.

Kerja sama perlu diperluas ke bidang penelitian, pengembangan teknologi, inovasi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Dengan pendekatan tersebut, Indonesia diharapkan tidak hanya memperoleh manfaat dari masuknya investasi, tetapi juga mampu meningkatkan kemampuan industrinya sendiri.

“Kami ingin bergerak dari kemampuan industri dan transfer teknologi menuju inovasi bersama, serta dari infrastruktur fisik menuju pengembangan manusia dan pengetahuan,” ujarnya.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/luhut-kejar-hilirisasi-rumput-laut-jangan-lagi-jual-bahan-mentah-2183d008/.

Baca juga

Semua berita Ekonomi