Lewati ke konten

Sabtu, 3 Oktober 20261326 berita

Mendagri Ngariung Nasi Liwet Bareng Sopir Truk Genteng di PurwakartaIni Respons Menhub soal KAI Bakal Impor KRL Bekas Jepangamp;nbsp;Link Live Streaming Voli Pantai Asian Games 2026: Peluang Emas Sofyan/BintangMasuk Wantimpres, Budi Gunawan Fokus Kawal Program Prioritas PrabowoAsal usul tanda tangan dan bagaimana sejarahnyaProfil dan Pendidikan Mashudi, Dirjenpas yang Mundur Buntut Kasus Lapas CibinongPB IPSI jajaki Hong Kong jadi basis baru pencak silat internasionalSaat Jenderal Suyudi Langsung Cium Tangan Ibu Usai Jadi KapolriHasil Timnas Indonesia U-17 vs Bahrain U-17 Jelang Kualifikasi Piala Asia U-17 2027BRI Hadirkan BRImo Junior, Dorong Literasi Keuangan Sejak Dini
Nasional

Mendagri Ngariung Nasi Liwet Bareng Sopir Truk Genteng di Purwakarta

CNN Nasional 2 menit baca 397 kata
Mendagri Ngariung Nasi Liwet Bareng Sopir Truk Genteng di Purwakarta — gambar dari CNN Nasional
Gambar dari CNN Nasional. Ringkasan oleh Zona News.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menunjukkan kedekatannya dengan para sopir truk pengangkut genteng di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Tito bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait ngariung atau berkumpul bersama warga sembari menikmati nasi liwet dengan cara lesehan di halaman Pasar Citeko, Kecamatan Plered, Purwakarta, Jumat (2/10/2026).

Momen makan bersama tersebut menjadi bagian dari rangkaian peluncuran 500 ribu keping genteng untuk merealisasikan Program Gentengisasi yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Tito mengajak para sopir truk yang akan mengangkut dan mendistribusikan genteng untuk makan bersama sebelum menjalankan aktivitas mereka.

"Para driver, sopir truk, dan lain-lain banyak kerjaan, sampe capek nganter genteng nanti. Karena capek, supaya jangan sampe capek, kita makan dulu," ujar Mendagri mengajak para sopir.

Dalam kesempatan itu, Tito menjelaskan Program Gentengisasi merupakan salah satu upaya pemerintah menggalakkan Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI).

Menurut Tito, program tersebut memiliki sejumlah manfaat bagi masyarakat. Salah satunya membuat rumah menjadi hunian yang lebih nyaman dan layak, antara lain karena genteng dapat membantu meminimalkan panas serta mengurangi suara bising ketika hujan.

Selain itu, penggunaan genteng tanah liat juga dinilai dapat memperkuat identitas produk khas Indonesia.

"Di kita ini genteng ini memang asli dari zaman dulu. Khasnya Indonesia itu adalah genteng tanah liat," tuturnya.

Tito berharap Program Gentengisasi tidak hanya berdampak pada kondisi rumah masyarakat, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian di tingkat lokal.

Ia mengatakan penggunaan genteng tanah liat di berbagai daerah dapat mendorong pertumbuhan sentra produksi, membuka lapangan kerja di desa, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Kalau seandainya seluruh Indonesia, di daerah-daerah yang aman menggunakan genteng tanah liat, puluhan juta, maka akan bisa menghidupkan sentra produksi genteng, termasuk di Plered," katanya.

Sementara itu, Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein mengatakan sebanyak 500 ribu keping genteng asal Plered akan didistribusikan ke berbagai wilayah. Genteng tersebut diangkut menggunakan 125 truk.

"Ya, dan sebelum pelepasan, saat ini mau makan bersama dulu, makan liwet khas Purwakarta, Pak Menteri," jelas Saepul.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/mendagri-ngariung-nasi-liwet-bareng-sopir-truk-genteng-di-purwakarta-7b08c402/.

Baca juga

Asal usul tanda tangan dan bagaimana sejarahnya

Jakarta (ANTARA) - Hampir setiap orang pernah membuat tanda tangan. Saat membuka rekening, mengurus dokumen, menerima paket, menandatangani surat, hingga mengurus berbagai keperluan administrasi, coretan kecil yang satu ini bisa tiba-tiba menjadi sangat penting.

Antara

Semua berita Nasional