Musim Kemarau Bikin AC Lebih Sering Menyala, Ini 5 Cara Agar Tetap Hemat Listrik
Liputan6.com, Jakarta - Musim kemarau dengan suhu udara cenderung lebih tinggi mendorong penggunaan air conditioner (AC) menjadi lebih sering. Masalahnya, durasi penggunaan lebih panjang membawa kekhawatiran pada meningkatnya beban tagihan.
Sementara mengurangi durasi pemakaian kerap tak dapat menjadi pilihan. Hal ini karena sama artinya dengan mengorbankan kenyamanan.
Dengan langkah tepat, pendinginan ruang dapat tetap berjalan, sekaligus terhindar dari membengkaknya biaya tagihan. Simak hal yang perlu diperhatikan untuk membuat pemakaian AC tetap hemat listrik, terlebih saat musim kemarau.
1. Pastikan Kapasitas AC Sesuai Ruangan Menggunakan kapasitas AC yang tepat sesuai kebutuhan ruang kerap menjadi hal yang luput dari perhatian. Padahal, kesesuaian kapasitas pendinginan dengan luas dan kondisi ruangan, berpengaruh dalam kemampuan AC mendinginkan ruangan dalam waktu yang cepat.
Sederhananya, AC dengan PK yang tidak sesuai, menjadikannya bekerja lebih keras sehingga membuat konsumsi listrik AC lebih tinggi untuk mencapai suhu yang diinginkan. Dengan pilihan kapasitas AC yang tepat, membuat konsumsi listrik jadi lebih efisien.
Pertimbangkan berbagai sumber panas dalam ruang. Diantaranya jumlah orang, aktivitas yang biasa terjadi didalamnya serta paparan sinar matahari. Pertimbangkan pula sumber panas lain seperti dari berbagai perangkat elektronik dalam ruangan.
Perhitungan PK AC untuk mendapatkan kapasitas yang sesuai dapat dilakukan secara langsung melalui simulasi yang tersedia di website Daikin https://caramemilihac.daikin.co.id/calculator 2. Kurangi masuknya hawa panas ke dalam ruangan Sejalan dengan kerja AC untuk menyejukkan ruang sesuai suhu yang diinginkan, saat AC menyala, Anda perlu mendukungnya dengan meminimalkan masuknya hawa panas dari lingkungan sekitar.
Ini termasuk memastikan pintu dan jendela tetap dalam keadaan tertutup sehingga untuk meminimalkan celah masuknya hawa panas dari luar. Disisi lain, penggunaan tirai atau gorden mesti juga menjadi pertimbangan untuk mengurangi panas ruang akibat paparan sinar matahari.
3. Atur Suhu AC Secara Bijak Semakin rendah suhu target, semakin lama pula AC dapat bekerja untuk mencapainya, terutama ketika suhu di luar ruangan sedang tinggi. Karena itu, mengatur suhu AC pada tingkat yang wajar dapat membantu menjaga kenyamanan sekaligus menghindari penggunaan energi yang tidak perlu.
Untuk penggunaan bijak, sebaiknya atur suhu sekitar 24–26 derajat Celsius. Tingkat suhu ini dapat dipertimbangkan untuk mendapatkan keseimbangan antara kenyamanan dan penggunaan energi.
4. Perhatikan Kebersihan Dan Perawatan AC Menggunakan AC rumah dengan efisien tidak hanya ditentukan teknologi didalamnya, namun pula kebersihan dan perawatan unitnya. Filter yang kotor misalnya, akan menghambat aliran udara sehingga membuat proses pendinginan berjalan kurang optimal.
Lagi-lagi, hal ini membuat AC bekerja lebih keras dan lebih lama untuk mengalirkan kesejukan yang ujungnya peningkatan konsumsi listrik. Inilah yang menjadi alasan filter dan berbagai bagian unit AC, baik bagian indoor maupun outdoor, perlu dibersihkan secara berkala.
Untuk pemakaian rutin, perawatan dengan pembersihan unit perlu dilakukan dengan rutin secara berkala. Perawatan rutin tak hanya membantu menjaga performa pendinginan, namun juga mendukung umur pakai. DAIKIN sendiri yang dikenal sebagai spesialis AC, merekomendasikan perawatan AC setiap tiga bulan sekali.
5. Pertimbangkan AC Inverter dan Label Hemat Energi Jika sedang mempertimbangkan mengganti atau membeli AC, pilih AC inverter. Pasalnya, teknologi inverter pada AC telah terbukti lebih hemat energi dibanding AC standar.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/musim-kemarau-bikin-ac-lebih-sering-menyala-ini-5-cara-agar-tetap-02ce3102/.
Baca juga
Pro Player Fortnite Dipecat Usai Acungkan Jari Tengah ke Kamera
Pro player game Fortnite bernama David Kochet alias Huty, telah dikeluarkan dari organisasi esports FLC, setelah mengacungkan jari tengah ke kamera saat kompetisi sedang berlangsung. Hal itu terjadi dalam turnamen internasional bertajuk 2026 FNCS Global Championship.
Indonesia vs Thailand 1-1 di Waktu Normal, Netizen Deg-degan
Laga final FIFA ASEAN Cup antara Indonesia melawan Thailand berakhir sama kuat 1-1 di waktu normal. Kini, pertandingan harus dilanjutkan ke perpanjangan waktu. Netizen pun deg-degan menantikan hasil akhirnya.
Mengenal Lensa Pancake yang Bikin Kamera Praktis dan Siap Jepret
Kamera terbaik adalah kamera yang kamu bawa. Ungkapan ini sudah sering terdengar, tetapi jarang benar-benar kita jalani. Kamera mirrorless dengan lensa besar memang menjanjikan kualitas, tetapi sering berakhir di dalam lemari karena terlalu merepotkan untuk dibawa.
Indonesia Vs Thailand Masih Imbang, Netizen Kencangkan Doa
Babak pertama Indonesia vs Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026 masih imbang. Lini masa media sosial ramai dengan netizen mengencangkan doa.