Nirina Zubir Jadikan Lari Marathon Cerminan Hidup: Tak Perlu Cepat, Nikmati Proses hingga Finish
Liputan6.com, Jakarta - Bagi Nirina Zubir, lari bukan sekadar olahraga untuk mencapai garis finish. Marathon menjadi pengalaman yang membantunya mengenali diri, mengukur kemampuan, sekaligus menjalani setiap tahapan dengan persiapan yang matang dan konsisten dengan ritme yang sesuai kemampuan dirinya.
Aktris Indonesia itu pertama kali mengikuti marathon di New York pada 2023. Tantangan tersebut bermula dari tawaran endorsement yang diterimanya. Nirina kemudian menjalani persiapan selama enam hingga tujuh bulan, meski sebelumnya belum pernah mengikuti marathon.
Proses latihan membuat Nirina menghadapi rutinitas yang berbeda dari aktivitas sehari-harinya. Ia harus membangun ketahanan tubuh dan menjaga konsistensi latihan untuk menghadapi jarak lari yang panjang. Dari sana, Nirina mulai mengetahui kemampuan yang sebelumnya belum pernah ia coba.
"Jadi, saya mulai lebih mengenal diri sendiri. Ternyata saya bisa melakukannya. Tentu saja, dengan persiapan," katanya saat jumpa pers Guardian Run 2026 di Jakarta, Selasa, 29 September 2026.
Bagi Nirina, pengalaman mengikuti marathon turut memengaruhi cara melihat perjalanan hidup. Ia tidak menempatkan kecepatan sebagai satu-satunya ukuran dalam mencapai tujuan. Proses yang dijalani dengan kesiapan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan tersebut.
"So I treat life as a marathon. Bukan seberapa cepat kita bisa mencapainya, tapi kita bisa ke garis finish dengan sehat, bahagia dan yang pastinya di finish line bakal senyum terus," ujar Nirina.
Lari Bukan Berarti Melarikan Diri Nirina juga menyadari kebiasaan berlarinya kerap dikaitkan dengan anggapan bahwa seseorang sedang berusaha "melarikan diri" dari masalah. Baginya, lari justru menjadi bagian dari persiapan menghadapi berbagai persoalan dalam kehidupan.
"Orang suka nanya, 'Kenapa kamu berlari? Ada masalah apa yang kamu hadapi?'" kata Nirina.
Ia mengaitkan aktivitas tersebut dengan konsep mindfulness. Menurutnya, mindfulness bukan hanya tentang menenangkan pikiran, tapi juga kesiapan untuk menghadapi persoalan sehari-hari dengan kondisi yang lebih baik.
"Masalah sehari-hari, apa pun itu. Kalau dimulai dengan berolahraga, endorfin akan mulai bekerja, dan kemudian kamu bisa menghadapi segala hal dalam hidup," jelas Nirina.
Ia menyebut olahraga dapat dilakukan sebelum menjalani berbagai aktivitas yang membutuhkan kesiapan fisik dan pikiran. Bagi aktris dan model Indonesia itu, rutinitas berlari menjadi bagian dari cara mempersiapkan diri menghadapi beragam situasi setelahnya.
Konsistensi Lari, Seperti Menjalani Proses Kehidupan Konsistensi menjadi bagian penting dalam perjalanan lari, terutama ketika seseorang ingin mencapai target yang telah ditetapkan. Pencapaian tidak hanya bergantung pada kemampuan berlari, tapi juga kedisiplinan menjalani program latihan secara berkelanjutan.
Hal tersebut dirasakan Race Director Indonesia Muda Road Runner (IMRR), Satrio Guardian. Ia membawa kebiasaan disiplin sejak masih menjadi atlet hingga menjalankan perannya saat ini.
"Jadi, dari awal saya menjadi atlet itu harus sangat disiplin. Mulai dari datang tepat waktu, lalu mulai dari semua program yang harus diselesaikan dan segala macamnya. Jadi, disiplinnya itu yang saya bawa sampai ke sekarang,” ungkap Satrio.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/nirina-zubir-jadikan-lari-marathon-cerminan-hidup-tak-perlu-cepat-4e955fa7/.
Baca juga
Profil dan Pendidikan Mashudi, Dirjenpas yang Mundur Buntut Kasus Lapas Cibinong
PROFIL dan pendidikan Mashudi menarik diulas. Sebab, Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) ini resmi mengundurkan diri dari jabatannya pada Kamis, 1 Oktober 2026.
Aghniny Haque Semangat Bintangi Film Dewi Siluman Ular, Skenarionya Ditulis Sang Idola
- Film Dewi Siluman Ular diangkat dari kisah nyata podcast, dibintangi aktor ternama. - Aghniny Haque memerankan Lela, karakter lemah lembut yang menantang baginya. - Dedi menikahi siluman ular karena utang dan biaya medis, menjadikan Lela korban.
Margarito Kamis Heran Gugatan Syarat Pendidikan Gibran Masih Disidangkan MK
Pakar hukum tata negara Margarito Kamis mempertanyakan mengapa gugatan terkait syarat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka masih disidangkan Mahkamah Konstitusi.
Fitri Salhuteru Prihatin Richard Lee Masuk Bui: Semoga Jadi Penggugur Dosa
JAKARTA - Fitri Salhuteru prihatin melihat kondisi Richard Lee sejak masuk jeruji besi akibat kasus dugaan pelanggaran hak konsumen dan Undang-Undang Kesehatan yang dilaporkan Doktif.