Lewati ke konten

Selasa, 6 Oktober 20262292 berita

Pasok Listrik Data Center, Trump Beri Pinjaman Rp 71 Triliun untuk PLTNVIDEO: 17 Pegawai Lapas Cibinong Disanksi, Kalapas Diberhentikan12 pembalap tiba di Lombok, bersiap untuk MotoGP Mandalika 2026Koordinator BEM UI Diserang OTK di Jaksel, Ditendang lalu Nyungsruk dari MotorKapolres Bogor Tekankan Sinergitas TNI-Polri Kunci Mutlak Jaga Keamananamp;nbsp;Juara, Prabowo serahkan trofi FIFA ASEAN Cup ke pemain IndonesiaPolisi imbau suporter rayakan kemenangan Indonesia secara tertibJamal Mirdad Sentil Artis Muda yang Cuma Kejar Viral: “Berikan Karyamu”Pekalongan gelar Festival Literasi untuk bangkitkan minat baca wargaSejumlah menko mulai gunakan Maung Garuda sebagai kendaraan dinas
Internasional

Pasok Listrik Data Center, Trump Beri Pinjaman Rp 71 Triliun untuk PLTN

Liputan6 Bisnis 3 menit baca 674 kata
Pasok Listrik Data Center, Trump Beri Pinjaman Rp 71 Triliun untuk PLTN — gambar dari Liputan6 Bisnis
Gambar dari Liputan6 Bisnis. Ringkasan oleh Zona News.

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintahan Donald Trump berencana mengucurkan paket pinjaman senilai sekitar US$ 4 miliar atau sekitar Rp 71,5 triliun (kurs Rp 17.888 per US$) kepada Vistra Corp. Dana segar ini disiapkan untuk memodernisasi tiga Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) milik perusahaan tersebut.

Menteri Energi AS, Chris Wright diperkirakan akan mengumumkan pendanaan ini secara resmi pada kunjungan kerjanya ke kompleks nuklir Perry di timur laut Cleveland. Sumber internal menyebutkan bahwa paket investasi tersebut akan dialokasikan untuk dua PLTN Vistra di Ohio dan satu PLTN di Pennsylvania.

Mengutip Yahoo Finance, Sabtu (3/10/2026), suntikan dana ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam merespons lonjakan kebutuhan listrik nasional. Pertumbuhan pesat pusat data (data center) menuntut ketersediaan pasokan energi yang stabil dan beroperasi nonstop selama 24 jam.

Mengingat perizinan dan pembangunan reaktor baru memakan waktu lama serta biaya fantastis, modernisasi fasilitas yang sudah ada menjadi solusi paling realistis untuk menambah kapasitas daya dalam waktu cepat. Langkah ini juga sejalan dengan target Presiden Trump untuk melipatgandakan kapasitas nuklir AS hingga empat kali lipat pada 2050.

Sebagai informasi, Vistra merupakan pemasok listrik utama untuk PJM Interconnection LLC, jaringan listrik terbesar di AS yang melayani sekitar 67 juta jiwa dari Illinois hingga Washington, D.C. Saat ini, jaringan PJM tengah kewalahan memenuhi permintaan daya yang melonjak tinggi dari industri pusat data.

Gedung Putih menilai pembaruan dan ekspansi PLTN bukan sekadar penopang utama operasional pusat data, melainkan juga sumber energi murah untuk menggerakkan roda ekonomi dan manufaktur domestik AS.

AS Habiskan Rp 33 Triliun Hidupkan PLTN Tua Sebelumnya, Kementerian Energi Amerika Serikat (AS) mengumumkan telah merampungkan pinjaman bernilai hingga US$ 1,9 miliar atau sekitar Rp33 triliun (kurs Rp 13.537 per US$) guna membantu NextEra Energy mengoperasikan kembali Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Duane Arnold di Negara Bagian Iowa.

Dukungan pendanaan yang disalurkan melalui Kantor Pembiayaan Dominasi Energi kementerian tersebut dialokasikan untuk menyokong upaya pengaktifan kembali satu-satunya PLTN di Iowa yang sempat berhenti beroperasi pada 2020.

Kementerian Energi AS menyampaikan bahwa fasilitas berkapasitas 615 megawatt yang berlokasi di Linn County ini akan memproduksi listrik yang cukup untuk memasok hampir 500.000 rumah. Langkah ini sekaligus membantu memenuhi lonjakan permintaan listrik di Iowa maupun di seluruh kawasan Midwest AS.

Proyek reaktivasi ini diproyeksikan mampu membuka hampir 1.500 lapangan kerja selama masa konstruksi, serta menyerap lebih dari 450 tenaga kerja saat fasilitas telah beroperasi penuh.

"Mengembalikan 615 megawatt pasokan listrik beban puncak (baseload) yang andal akan menekan biaya listrik, sekaligus menyerap ribuan tenaga kerja Amerika," kata Wakil Menteri Energi AS, James Danly dilansir dari Anadolu, Rabu (9/9/2026).

NextEra menargetkan reaktivasi fasilitas ini paling lambat pada triwulan pertama 2029, setelah mengantongi persetujuan dari Komisi Pengawas Nuklir AS (US Nuclear Regulatory Commission) serta otoritas terkait lainnya.

Pihak perusahaan menyebutkan, hasil studi memperkirakan bahwa pengaktifan kembali PLTN ini berpotensi mencetak manfaat ekonomi hingga lebih dari US$ 9 miliar bagi Iowa selama 25 tahun, serta menyumbang pendapatan pajak sekitar US$ 75 juta sepanjang masa operasional proyek.

Raih Kesepakatan Jangka Panjang dengan Google Langkah reaktivasi ini juga mendapat kepastian pasar melalui kesepakatan jangka panjang selama 25 tahun. Dalam kerja sama tersebut, Google berkomitmen untuk membeli pasokan listrik yang dihasilkan dari fasilitas tersebut.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/pasok-listrik-data-center-trump-beri-pinjaman-rp-71-triliun-untuk-pltn-400cffaf/.

Baca juga

Semua berita Internasional