Lewati ke konten

Rabu, 7 Oktober 20262927 berita

Penyebab Diare Merebak di Sukabumi, Air Hujan yang Ditampung Warga Jadi Dugaan SementaraAlarm Kematian El Nino di RI, Benarkah Belasan Ribu Terancam Tewas?Mediasi Audi Marissa dan Anthony Xie Resmi Gagal, Kuasa Hukum: Pintu Rujuk Masih TerbukaRUU Pelindungan Ketenagakerjaan Atur Dana Cadangan Pesangon hingga Larangan Tahan IjazahDulu Buka Jalan Cawapres, Almas Kini Minta DPR Proses Makzulkan GibranCristiano Ronaldo Ungkap Alasan Tinggalkan Timnas Portugal, Klaim Jorge Jesus Ingkar JanjiSegini Hadiah Timnas Indonesia Usai Kalahkan Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026Menko Sugino minta Menpora hitung kebutuhan tambahan bonus bagi atletMasalah Kualitas, As Roda Chery Omoda 5 Copot Terjadi di MalaysiaHaji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara
Nasional

Penyebab Diare Merebak di Sukabumi, Air Hujan yang Ditampung Warga Jadi Dugaan Sementara

Tribun 2 menit baca 314 kata
Penyebab Diare Merebak di Sukabumi, Air Hujan yang Ditampung Warga Jadi Dugaan Sementara — gambar dari Tribun
Gambar dari Tribun. Ringkasan oleh Zona News.

Penyebab Diare Merebak di Sukabumi, Air Hujan yang Ditampung Warga Jadi Dugaan Sementara 27 warga Desa Cikujang, Sukabumi, mengalami diare hampir bersamaan. Penyebab belum dipastikan, sampel air hujan diperiksa di laboratorium.

TRIBUNNEWS.COM - Sebanyak 27 warga Desa Cikujang, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mengalami diare hampir secara bersamaan pada Minggu (4/10/2026).

Informasi mengenai kejadian tersebut diterima Puskesmas Gunungguruh sekitar pukul 12.30 WIB.

Warga yang mengalami keluhan tersebar di tiga wilayah, yakni Kampung Gunungguruh RT 033/RW 016, Kampung Lebak Muncang RT 039/RW 019, dan Kampung Legok Nyenang RT 042/RW 021.

Kapolsek Gunungguruh Ipda Suhendar membenarkan kejadian tersebut. Menurut dia, petugas kesehatan bersama Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan Pemerintah Desa Cikujang melakukan pengecekan setelah menerima laporan.

“Berdasarkan informasi dari Kepala Puskesmas Gunungguruh, terdapat 27 orang warga masyarakat yang mengalami sakit diare,” kata Suhendar dalam keterangannya , Selasa (6/10/2026) malam.

Petugas juga melakukan pemeriksaan dari rumah ke rumah untuk mengetahui kondisi warga yang mengalami keluhan.

Dari 27 warga tersebut, satu di antaranya merupakan ibu hamil dan harus dibawa ke PONED Puskesmas Gunungguruh untuk mendapatkan penanganan medis.

Sementara itu, 17 warga dilaporkan mulai pulih. Sebanyak sembilan warga lainnya masih dalam pemantauan tenaga kesehatan.

menuhi kebutuhan sehari-hari.

Sebelumnya, warga mengalami kekeringan berkepanjangan. Ketika hujan turun pada Jumat (2/10/2026), sebagian warga menampung air menggunakan wadah, termasuk drum bekas.

“Dugaan sementara berdasarkan informasi dari warga setempat bahwa pada hari Jumat (2/10/2026) terjadi hujan, kemudian air hujan tersebut tertampung dalam wadah berupa drum bekas. Air yang sudah tertampung itu dipergunakan untuk mencuci piring atau alat rumah tangga,” jelas Suhendar.

Meski demikian, dugaan tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab diare.

“Kami masih menunggu hasil pemeriksaan dari pihak kesehatan. Jadi untuk penyebabnya kami belum bisa menyimpulkan dan tidak ingin berspekulasi,” katanya.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/penyebab-diare-merebak-di-sukabumi-air-hujan-yang-ditampung-warga-977fe24f/.

Baca juga

Semua berita Nasional