Lewati ke konten

Selasa, 13 Oktober 20264000 berita

Polis Asuransi Bakal Dijamin LPS Mulai 2027, Simak MekanismenyaAlexander Zverev Bakal Tercatat sebagai Petenis Putra Ranking 1 Dunia TertuaNilai Strategis Wealth Partnership dalam Menghadapi Kompleksitas Pengelolaan KekayaanCaplok Saham Bayan, Perusahaan Haji Isam Rogoh Rp 26,09 TriliunMengapa Kebakaran Hutan Kalimantan dan Sumsel Tak Kunjung Padam?Daftar Terbaru Harga Emas Antam, Galeri24 dan UBS Hari Ini 13 Oktober 2026Video: Cerita Warga Malaysia Dibekap Kabut Asap Karhutla RIMata Uang Asia Kebakaran Hebat: Rupiah, Won - Ringgit JatuhPLN Batam Pulihkan Pasokan Listrik Setelah Gangguan Awal PekanTol Cikampek Berlakukan Contraflow di KM 21 hingga KM 23, Urai Kemacetan Parah
Ekonomi

Polis Asuransi Bakal Dijamin LPS Mulai 2027, Simak Mekanismenya

Liputan6 Bisnis 2 menit baca 414 kata
Polis Asuransi Bakal Dijamin LPS Mulai 2027, Simak Mekanismenya — gambar dari Liputan6 Bisnis
Gambar dari Liputan6 Bisnis. Ringkasan oleh Zona News.

Liputan6.com, Jakarta - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) bersiap memperluas jangkauan perlindungan konsumen di sektor keuangan. Mulai tahun 2027, LPS resmi mengaktifkan Program Penjaminan Polis (PPP) guna melindungi hak-hak pemegang polis jika terjadi kegagalan pada perusahaan asuransi.

Langkah ini dilakukan untuk memperkuat resolusi sektor keuangan nasional, menyusul tuntasnya penyusunan peta jalan (roadmap) persiapan PPP periode 2023–2027.

"Nanti pada tahun 2027 akan diaktivasi PPP dengan langkah awal pengumpulan iuran, surveilans dan data polis," kata Direktur Eksekutif Klaim, Resolusi, dan Pengaturan Asuransi LPS, Hermawan Wibowo di Bandung, Jawa Barat, dikutip Antara, Sabtu (3/10/2026).

Hermawan menjelaskan, kepesertaan dalam skema PPP ini bersifat wajib bagi seluruh perusahaan asuransi jiwa maupun asuransi umum yang memenuhi kriteria tingkat kesehatan tertentu.

Fokus utama program ini adalah memberikan perlindungan pada unsur proteksi untuk hampir seluruh lini usaha asuransi. Meski demikian, ada beberapa pengecualian, yakni produk asuransi kredit, asuransi kredit perdagangan, serta suretyship.

"Jadi PPP akan diaktivasi 2027, dengan langkah awal pengumpulan iuran, surveilans dan data polis," ujar Hermawan.

Pelaksanaan Program Penjaminan Polis oleh LPS diharapkan menjadi fondasi penting dalam memperkuat hak pemegang polis sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap industri perasuransian. Lewat mekanisme penjaminan dan resolusi yang terukur, LPS akan memastikan penanganan perusahaan asuransi bermasalah berjalan tepat sasaran.

Semua Perusahaan Asuransi Wajib Ikut Program Penjaminan Polis Sebelumnya, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memastikan seluruh perusahaan asuransi akan menjadi peserta Program Penjaminan Polis (PPP). Namun, dalam tahap awal, perusahaan asuransi dapat masuk sebagai peserta penuh atau peserta bersyarat sesuai tingkat kesehatan masing-masing.

Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu mengatakan kepesertaan dalam program tersebut bersifat wajib bagi perusahaan asuransi.

“Semua perusahaan asuransi ini ikut dalam kepesertaan, tetapi ada yang peserta penuh, ada yang bersyarat,” katanya dikutip dari Antara, Kamis (10/9/2026).

Dalam desain program yang diusulkan, perusahaan asuransi jiwa dan asuransi umum wajib mengikuti PPP dengan memenuhi persyaratan tingkat kesehatan tertentu saat awal kepesertaan.

Salah satu kriterianya adalah memiliki Risk Based Capital (RBC) minimal 120 persen serta tidak sedang berada dalam status pengawasan intensif atau pengawasan khusus.

Sementara itu, perusahaan asuransi yang belum memenuhi kriteria untuk menjadi peserta penuh akan masuk kategori peserta bersyarat.

Anggito mengatakan perusahaan yang masih berstatus bersyarat tetap diberikan kesempatan untuk memenuhi ketentuan dan beralih menjadi peserta penuh.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/polis-asuransi-bakal-dijamin-lps-mulai-2027-simak-mekanismenya-cb4f0ef5/.

Baca juga

Caplok Saham Bayan, Perusahaan Haji Isam Rogoh Rp 26,09 Triliun

Caplok Saham Bayan, Perusahaan Haji Isam Rogoh Rp 26,09 Triliun Jakarta, CNBC Indonesia - Entitas perusahaan milik Haji Isam, yaitu PT Jhonlin Baratama telah mengakuisisi saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) milik konglomerat Dato' Low Tuck Kwong dan putrinya Elaine Low dengan…

CNBC Indonesia

Semua berita Ekonomi