Lewati ke konten

Rabu, 7 Oktober 20262927 berita

Potret Manado Dikepung Kabut Asap Pekat Kebakaran HutanAlarm Kematian El Nino di RI, Benarkah Belasan Ribu Terancam Tewas?Mediasi Audi Marissa dan Anthony Xie Resmi Gagal, Kuasa Hukum: Pintu Rujuk Masih TerbukaRUU Pelindungan Ketenagakerjaan Atur Dana Cadangan Pesangon hingga Larangan Tahan IjazahDulu Buka Jalan Cawapres, Almas Kini Minta DPR Proses Makzulkan GibranCristiano Ronaldo Ungkap Alasan Tinggalkan Timnas Portugal, Klaim Jorge Jesus Ingkar JanjiSegini Hadiah Timnas Indonesia Usai Kalahkan Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026Menko Sugino minta Menpora hitung kebutuhan tambahan bonus bagi atletMasalah Kualitas, As Roda Chery Omoda 5 Copot Terjadi di MalaysiaHaji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara
Nasional

Potret Manado Dikepung Kabut Asap Pekat Kebakaran Hutan

Liputan6 News 2 menit baca 365 kata
Potret Manado Dikepung Kabut Asap Pekat Kebakaran Hutan — gambar dari Liputan6 News
Gambar dari Liputan6 News. Ringkasan oleh Zona News.

Liputan6.com, Jakarta - Kualitas udara di Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut), mulai terdampak paparan asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Manado mendeteksi penurunan kualitas udara sejak puncak musim kemarau pada Agustus hingga akhir September 2026.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Manado Leon Piri mengatakan penurunan kualitas udara dipengaruhi paparan asap Karhutla serta meningkatnya intensitas debu selama musim kemarau.

"Kami mendeteksi terjadi penurunan kualitas udara di Kota Manado yang disebabkan paparan asap Karhutla, serta meningkatnya intensitas debu sepanjang musim kemarau berlangsung," kata Leon di Manado, Rabu (7/10/2026).

Menurut Leon, keberadaan Karhutla membuat paparan asap di udara Kota Manado semakin pekat.

“Kejadian Karhutla, menyebabkan paparan asap di ruang udara Kota Manado semakin pekat,” kata Leon.

Selain asap Karhutla, kualitas udara juga dipengaruhi debu yang meningkat akibat angin kencang selama musim kemarau serta polutan dari kendaraan bermotor.

“Tentu kualitas udara akan menurun ketika ada kebakaran hutan dan lahan, ada partikel-partikel debu, polutan yang masih tertinggal di atas,” jelas Leon.

DLH Manado, kata Leon, terus melakukan pemantauan kualitas udara di sejumlah titik dengan mengambil sampel dari berbagai lokasi.

“Sampelnya kita ambil dari industri, perkantoran, transportasi, dan pemukiman. Di semester pertama, hasil pengukuran masih di bawah baku mutu,” katanya.

Leon menambahkan, aktivitas pembakaran sampah dan pembukaan lahan dengan cara membakar yang dilakukan masyarakat turut memperburuk kualitas udara di Manado.

Asap Karhutla Kiriman Kabut asap yang terpantau di Sulut juga berasal dari wilayah lain yang tengah mengalami Karhutla.

Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Sulawesi Utara melalui Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Muhammad Candra Buana mengatakan Sulut mengalami kabut asap kiriman atau transboundary haze dari wilayah yang dilanda Karhutla, di antaranya Kalimantan dan Papua.

Dia mengatakan hasil pemantauan dinamika atmosfer dan citra satelit penginderaan jauh menunjukkan fenomena tersebut merupakan kabut asap kiriman lintas wilayah.

Berdasarkan analisis pola pergerakan angin dan sebaran asap melalui citra satelit, massa udara membawa partikel asap tipis dari aktivitas Karhutla di wilayah Kalimantan, serta Papua Barat dan Papua Barat Daya.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/potret-manado-dikepung-kabut-asap-pekat-kebakaran-hutan-72443991/.

Baca juga

Semua berita Nasional