Petani dan Nelayan Bakal Ikut Menikmati Pembiayaan Karbon
Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah mendorong pembiayaan karbon agar tidak hanya menjadi instrumen perdagangan emisi, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat yang terlibat langsung dalam menjaga dan memulihkan lingkungan.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan pembiayaan karbon ke depan untuk menjangkau petani, nelayan, dan masyarakat pesisir yang terlibat dalam upaya pengurangan emisi dan perlindungan lingkungan.
Nilai ekonomi karbon dapat menjadi instrumen untuk memberikan nilai ekonomi terhadap kegiatan menjaga dan memulihkan lingkungan.
“Pertanian dan karbon biru berada dalam gelombang berikutnya, artinya pembiayaan karbon akan menjangkau petani, nelayan, masyarakat pesisir, bukan hanya korporasi besar,” kata Zulkifli, dilansir Antara, Rabu (7/10/2026).
Menurut dia, skema tersebut dapat menjadi salah satu cara agar masyarakat yang menjalankan kegiatan konservasi turut memperoleh manfaat dari upaya perlindungan lingkungan.
Zulkifli yang merupakan Ketua Komite Pengarah Nilai Ekonomi Karbon (NEK) mengatakan pemerintah terus membangun ekosistem nilai ekonomi karbon melalui perdagangan karbon, pajak karbon, dan pembayaran berbasis hasil (result-based payment).
Pengembangan pasar karbon tersebut telah memiliki landasan melalui Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025 tentang Nilai Ekonomi Karbon. Pemerintah juga telah menerbitkan enam aturan turunan dan mengoperasikan Sistem Registri Unit Karbon (SRUK).
Zulkifli menyebut potensi pasar karbon Indonesia dapat mencapai US$ 7,7 miliar per tahun.
Saat ini, pemerintah juga telah menerbitkan unit karbon untuk empat proyek sektor kehutanan dengan potensi pengurangan emisi sekitar 30 juta ton CO2 ekuivalen.
Keempat proyek tersebut diperkirakan memiliki nilai transaksi sekitar Rp 5 triliun dan berpotensi menghasilkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sekitar Rp 500 miliar.
Pembiayaan Karbon untuk Masyarakat Zulkifli menegaskan pengembangan pasar karbon tidak boleh hanya memberikan manfaat kepada korporasi besar. Menurut dia, pembiayaan juga harus menjangkau masyarakat yang melakukan kegiatan konservasi dan pengurangan emisi di tingkat lapangan.
Dengan skema tersebut, kegiatan pengurangan emisi dan perlindungan lingkungan yang dilakukan masyarakat diharapkan dapat memperoleh manfaat ekonomi dari pengembangan nilai ekonomi karbon.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/petani-dan-nelayan-bakal-ikut-menikmati-pembiayaan-karbon-d3f4a2dc/.
Baca juga
RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Atur Dana Cadangan Pesangon hingga Larangan Tahan Ijazah
Liputan6.com, Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, menuturkan, Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pelindungan Ketenagakerjaan merupakan bagian penting dari upaya menghadirkan era baru hukum ketenagakerjaan.
Haji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara
Haji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara Jakarta, CNBC Indonesia - Aksi korporasi antar dua konglomerat, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) milik Low Tuck Kwong dengan PT Jhonlin Baratama milik Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam masih berlanjut.
Harga Minyak Dunia Mendidih ke US$101,5 Imbas Ancaman Badai AS
Harga minyak mentah dunia naik pada perdagangan Rabu (7/10) dipicu oleh potensi gangguan pasokan akibat badai yang mengancam fasilitas produksi kilang minyak di Amerika Serikat (AS).
Rupiah dan Dong Jadi Jagoan Asia, Menguat Saat Mata Uang Lain Tertekan
Rupiah & Dong Jadi Jagoan Asia, Menguat Saat Mata Uang Lain Tertekan Jakarta, CNBC Indonesia - Pelemahan kembali mendominasi mata uang Asia pada perdagangan Rabu (7/10/2026).