Lewati ke konten

Rabu, 7 Oktober 20262927 berita

Harga Minyak Dunia Mendidih ke US$101,5 Imbas Ancaman Badai ASAlarm Kematian El Nino di RI, Benarkah Belasan Ribu Terancam Tewas?Mediasi Audi Marissa dan Anthony Xie Resmi Gagal, Kuasa Hukum: Pintu Rujuk Masih TerbukaRUU Pelindungan Ketenagakerjaan Atur Dana Cadangan Pesangon hingga Larangan Tahan IjazahDulu Buka Jalan Cawapres, Almas Kini Minta DPR Proses Makzulkan GibranCristiano Ronaldo Ungkap Alasan Tinggalkan Timnas Portugal, Klaim Jorge Jesus Ingkar JanjiSegini Hadiah Timnas Indonesia Usai Kalahkan Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026Menko Sugino minta Menpora hitung kebutuhan tambahan bonus bagi atletMasalah Kualitas, As Roda Chery Omoda 5 Copot Terjadi di MalaysiaHaji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara
Ekonomi

Harga Minyak Dunia Mendidih ke US$101,5 Imbas Ancaman Badai AS

CNN Indonesia 3 menit baca 543 kata
Harga Minyak Dunia Mendidih ke US$101,5 Imbas Ancaman Badai AS — gambar dari CNN Indonesia
Gambar dari CNN Indonesia. Ringkasan oleh Zona News.

Harga minyak mentah dunia naik pada perdagangan Rabu (7/10) dipicu oleh potensi gangguan pasokan akibat badai yang mengancam fasilitas produksi kilang minyak di Amerika Serikat (AS).

Faktor lain dari kenaikan minyak mentah dunia pada Rabu ini adalah masih memanasnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Berdasarkan laporan Reuters, harga minyak mentah Brent berjangka naik 93 sen atau 0,92 persen menjadi US$101,51 dolar AS per barel pada pukul 00.22 GMT atau 07.22 WIB.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 82 sen atau 0,92 persen menjadi 90,25 dolar AS per barel.

Perkiraan cuaca AS pada Selasa (6/10) menunjukkan badai Atlantik pertama pada 2026 yang terbentuk di Teluk Meksiko diperkirakan akan menghantam wilayah produksi minyak dan gas dalam dua hari ke depan.

Cuaca ekstrem tersebut diproyeksikan berpotensi melumpuhkan enam kilang minyak.

Sebagai catatan, kawasan lepas pantai di Teluk Meksiko yang dilintasi jalur badai tersebut menyumbang 15 persen produksi minyak mentah dan 5 persen gas alam AS.

Selain itu, kilang-kilang di kawasan Teluk mewakili sekitar 50 persen dari total kapasitas pemurnian nasional AS yang mencapai 18,2 juta barel per hari.

Kepala Analis KCM Trade Tim Waterer mengatakan badai tersebut merupakan sesuatu yang tidak diinginkan pasar minyak mentah.

Menurut dia, ancaman cuaca ini meningkatkan risiko gangguan produksi dan pemurnian di saat pasar sudah menghadapi banyak tekanan pasokan.

Hal itu diperparah dengan data American Petroleum Institute yang menunjukkan penurunan stok minyak mentah AS sebesar 2,09 juta barel pada pekan lalu.

"Badai tersebut merupakan komplikasi yang tidak diinginkan bagi minyak mentah, meningkatkan kemungkinan gangguan produksi dan pemurnian pada saat pasar sudah menghadapi cukup banyak masalah dari sisi pasokan," ujar Tim.

Dari sisi geopolitik, pasar juga merespons eskalasi konflik yang melibatkan kelompok Houthi dari Yaman.

Otoritas penerbangan Arab Saudi melaporkan bandara di Jazan dan Najran kembali menjadi sasaran dua serangan pada Senin malam, di tengah gencarnya operasi militer balasan dari pasukan Yaman yang didukung koalisi Riyadh.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/harga-minyak-dunia-mendidih-ke-us1015-imbas-ancaman-badai-as-6bb8682f/.

Baca juga

Haji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara

Haji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara Jakarta, CNBC Indonesia - Aksi korporasi antar dua konglomerat, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) milik Low Tuck Kwong dengan PT Jhonlin Baratama milik Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam masih berlanjut.

CNBC Indonesia

Harga Saham Bergerak Liar, BEI Pantau Ketat 2 Emiten Ini

Harga Saham Bergerak Liar, BEI Pantau Ketat 2 Emiten Ini Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Efek Indonesia (BEI) memantau ketat pola pergerakan Unusual Market Activity (UMA) atas PT Ifishdeco Tbk. (IFSH) dan PT Mitra Investindo Tbk. (MITI) sekaligus mulai Selasa, (6/10/2026).

CNBC Indonesia

Semua berita Ekonomi