Lewati ke konten

Rabu, 7 Oktober 20262927 berita

Rupiah dan Dong Jadi Jagoan Asia, Menguat Saat Mata Uang Lain TertekanAlarm Kematian El Nino di RI, Benarkah Belasan Ribu Terancam Tewas?Mediasi Audi Marissa dan Anthony Xie Resmi Gagal, Kuasa Hukum: Pintu Rujuk Masih TerbukaRUU Pelindungan Ketenagakerjaan Atur Dana Cadangan Pesangon hingga Larangan Tahan IjazahDulu Buka Jalan Cawapres, Almas Kini Minta DPR Proses Makzulkan GibranCristiano Ronaldo Ungkap Alasan Tinggalkan Timnas Portugal, Klaim Jorge Jesus Ingkar JanjiSegini Hadiah Timnas Indonesia Usai Kalahkan Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026Menko Sugino minta Menpora hitung kebutuhan tambahan bonus bagi atletMasalah Kualitas, As Roda Chery Omoda 5 Copot Terjadi di MalaysiaHaji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara
Ekonomi

Rupiah dan Dong Jadi Jagoan Asia, Menguat Saat Mata Uang Lain Tertekan

CNBC Indonesia 2 menit baca 393 kata
Rupiah dan Dong Jadi Jagoan Asia, Menguat Saat Mata Uang Lain Tertekan — gambar dari CNBC Indonesia
Gambar dari CNBC Indonesia. Ringkasan oleh Zona News.

Rupiah & Dong Jadi Jagoan Asia, Menguat Saat Mata Uang Lain Tertekan Jakarta, CNBC Indonesia - Pelemahan kembali mendominasi mata uang Asia pada perdagangan Rabu (7/10/2026). Meski begitu, tekanan tidak terjadi merata karena rupiah dan dong Vietnam masih mampu menguat di tengah kenaikan indeks dolar AS pada pagi ini.

Berdasarkan data Refinitiv per pukul 09.15 WIB, tujuh dari sembilan mata uang Asia yang dipantau bergerak melemah terhadap dolar AS. Rupiah dan dong Vietnam menjadi dua mata uang yang bertahan di zona hijau.

Rupiah mencatat penguatan terbesar setelah terapresiasi 0,08% ke level Rp17.875/US$. Dong Vietnam menyusul dengan kenaikan 0,02% ke posisi VND25.983/US$.

Di sisi lain, dolar Taiwan mengalami tekanan paling dalam dengan depresiasi 0,26% ke TWD31,86/US$. Baht Thailand menyusul dengan pelemahan 0,24% ke THB33,65/US$.

Yen Jepang terkoreksi 0,20% ke JPY158,41/US$, sementara won Korea Selatan melemah 0,19% ke KRW1.340,5/US$. Peso Filipina turun 0,12% ke PHP62,769/US$, diikuti dolar Singapura yang melemah 0,11% ke SGD1,2787/US$.

Ringgit Malaysia mencatat pelemahan paling tipis sebesar 0,05% ke posisi MYR4,084/US$.

Pada saat yang sama, indeks dolar AS (DXY) terpantau menguat 0,20% ke level 102,038 pada pukul 09.15 WIB.

Penguatan dolar pada perdagangan Asia pagi ini terjadi setelah greenback terkoreksi pada sesi sebelumnya. DXY tercatat turun 0,27% pada Selasa seiring meredanya tekanan di pasar obligasi global dan turunnya imbal hasil Treasury AS.

Yield Treasury AS tenor 10 tahun turun sekitar 4 basis poin ke 5,271%, sementara tenor 30 tahun melemah 2 basis poin ke 5,641%. Penurunan imbal hasil tersebut terjadi setelah lelang obligasi pemerintah AS tenor tiga tahun mendapat respons positif dari pasar.

Tekanan terhadap dolar pada perdagangan sebelumnya juga datang dari berkurangnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Federal Reserve pada Oktober. Peluang kenaikan suku bunga setidaknya 25 basis poin pada bulan ini turun ke sekitar 20%, dari sekitar 70% pada pekan lalu.

"Sepertinya urgensi bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga sedikit berkurang setelah data PCE yang lebih lunak dan laporan nonfarm payroll baru-baru ini," ujar Gavin Friend, Senior Markets Strategist National Australia Bank, dikutip dari Reuters.

Meski peluang kenaikan pada Oktober semakin mengecil, pasar belum sepenuhnya meninggalkan ekspektasi pengetatan lanjutan. Berdasarkan CME FedWatch, probabilitas kenaikan suku bunga pada pertemuan Desember masih berada di kisaran 84,5%.

Investor kini menanti risalah pertemuan The Fed September serta komentar sejumlah pejabat bank sentral AS untuk mencari petunjuk mengenai arah suku bunga berikutnya. Pada pertemuan September, The Fed menaikkan suku bunga untuk merespons tekanan inflasi.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/rupiah-dan-dong-jadi-jagoan-asia-menguat-saat-mata-uang-lain-tertekan-8a6a6573/.

Baca juga

Haji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara

Haji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara Jakarta, CNBC Indonesia - Aksi korporasi antar dua konglomerat, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) milik Low Tuck Kwong dengan PT Jhonlin Baratama milik Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam masih berlanjut.

CNBC Indonesia

Harga Saham Bergerak Liar, BEI Pantau Ketat 2 Emiten Ini

Harga Saham Bergerak Liar, BEI Pantau Ketat 2 Emiten Ini Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Efek Indonesia (BEI) memantau ketat pola pergerakan Unusual Market Activity (UMA) atas PT Ifishdeco Tbk. (IFSH) dan PT Mitra Investindo Tbk. (MITI) sekaligus mulai Selasa, (6/10/2026).

CNBC Indonesia

Semua berita Ekonomi