Lewati ke konten

Rabu, 7 Oktober 20262728 berita

Terungkap Kondisi Memprihatinkan 4 WNI saat Disandera Perompak SomaliaThe Future Fest 2026 perluas akses pendidikan tinggiFictor Roring nilai jumlah laga IBL All Indonesian harus lebih banyakMarc Marquez: Tolong Doakan Saya Finis di MotoGP Mandalika 2026Menteri PKP pastikan program bedah rumah di Bandung tepat sasaranEgy Maulana Vikri bersyukur akhirnya bisa antar Timnas Indonesia juaraRelawan Gibran Sujud Syukur Usai MK Tak Terima Gugatan Denny Indrayana DkkKejagung siapkan 34 JPU untuk sidang perdana Febrie AdriansyahMK putuskan gugatan terhadap ijazah Wapres Gibran tidak diterimaClaresta Taufan sebut tema film "Bapak Paling Jujur" bikin deg-degan
Lifestyle

Terungkap Kondisi Memprihatinkan 4 WNI saat Disandera Perompak Somalia

Detik 2 menit baca 395 kata
Terungkap Kondisi Memprihatinkan 4 WNI saat Disandera Perompak Somalia — gambar dari Detik
Gambar dari Detik. Ringkasan oleh Zona News.

Sebanyak empat WNI anak buah kapal (ABK) MT Honour-25 yang sempat disandera perompak Somalia tiba di Indonesia. Duta Besar RI untuk Kenya, Witjaksono Adji, mengungkap situasi yang terjadi saat para WNI itu disandera.

"Memang kondisinya sangat-sangat memprihatinkan. Ancaman terhadap keselamatan para awak itu nyata. Berkali-kali mereka terancam peluru, bahkan sempat diikat untuk dieksekusi, tapi somehow seluruh awak kita berhasil lolos," kata Witjaksono di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Selasa (6/10/2026).

Witjaksono menyebut penyanderaan WNI oleh perompak Somalia itu berlansung hampir 6 bulan lamanya. Operasi penyelamatan baru dilakukan pada 29 September 2026.

Dia mengatakan berdasarkan informasi dari empat WNI itu, para perompak sempat mau melakukan eksekusi. Namun seorang WNI, Fiki Mutakin, dilepaskan dari ikatan karena meminta diturunkannya sekoci kapal.

"Ini juga kita dapatnya dari ABK. Tapi Fiki itu dilepaskan talinya oleh pembajak karena pembajak meminta dia menurunkan sekoci, mengoperasikan crane untuk menurunkan sekoci supaya mereka bisa kabur," ucapnya.

Namun ada perompak lain yang marah dan menembak kaki Fiki. Witjaksono menyebut Fiki hingga berpura-pura mati usai ditembak.

"Ditembak, nggak kena ke paha, terus kemudian ditembak kedua kena kaki. Nanti kamu bisa konfirmasi sama Fiki. Dia katanya pura-pura mati, pura-pura mati, nggak bergerak, diam aja," ujar Witjaksono.

"Dia juga dibantu oleh pembajak lain yang, kan pembajak ada yang simpatik juga kepada ABK. Ada bahkan yang sedih tahu bahwa dia tertembak gitu karena udah 6 bulan bersama gitu ya. Sama pembajak yang baik dia diselimuti, ditutup," tambahnya.

Witjaksono menegaskan pemerintah Indonesia tidak secara resmi melakukan negosiasi ke perompak. Pemerintah tidak akan memberikan apa yang diminta oleh perompak tersebut.

"Sebenarnya pada dasarnya pemerintah kan tidak secara resmi bernegosiasi dengan pembajak. Karena kalau apabila kita bernegosiasi, apalagi terus kemudian memberikan apa yang diminta pembajak," katanya.

Sebelumnya, empat WNI itu tiba di bandara Soekarno-Hatta, Indonesia, sekitar pukul 18.42 WIB, Selasa (6/10/2026). Tangis keluarga pecah saat sambut kepulangan para WNI tersebut.

Para keluarga terlihat memeluk erat para ABK yang sebelumnya disandera itu. Terlihat juga ada satu pihak keluarga yang pingsan saat menyambut kedatangan itu. Salah satu WNI yang pulang juga terlihat mengenakan kursi roda.

Diketahui, Kapal MT Honour-25 yang berisi 17 ABK disandera perompak di perairan sekitar Hafun, Somalia sejak Selasa (21/4). Ada empat WNI yang berada di kapal tersebut.

Empat ABK di antaranya merupakan WNI, yakni Ashari Samadikun selaku kapten kapal asal Kabupaten Gowa, Adi Faizal selaku 2nd Officer asal Kabupaten Bulukumba, Wahudinanto selaku Chief Officer asal Pemalang, dan Fiki Mutakin asal Bogor.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/terungkap-kondisi-memprihatinkan-4-wni-saat-disandera-perompak-somalia-3936fec1/.

Baca juga

Semua berita Lifestyle