Tips Memilih Depot Air Minum Isi Ulang, Jangan Cuma Lihat Harganya
Liputan6.com, Jakarta - Air isi ulang yang tampak jernih belum tentu menjadi satu-satunya tanda bahwa air tersebut aman diminum. Sebelum memilih depot, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan konsumen agar tidak hanya tergiur harga murah.
Pakar Pencemaran dan Ekotoksikologi IPB University, Prof Etty Riani, mengatakan tingkat keamanan air sangat bergantung pada kualitas sumber air, proses pengolahan, kondisi fasilitas, kebersihan operator, serta penanganan setelah pengisian.
“Risikonya bisa berbeda-beda, dari mulai rendah sampai tinggi," kata Prof Etty.
Menurutnya, kualitas air baku menjadi faktor utama yang harus diperhatikan. Sumber air yang tercemar limbah domestik, septic tank, aktivitas pertanian, limbah industri, hingga pertambangan dapat membawa berbagai jenis pencemar yang belum tentu seluruhnya dapat dihilangkan melalui teknologi penyaringan.
"Teknologi penyaringan belum tentu mampu membuang semua jenis pencemar tersebut karena kemampuan dan keterbatasannya yang berbeda-beda,” jelasnya mengutip laman IPB.
Mengenai kontaminan pada air isi ulang, hal itu dapat berupa mikrobiologis, seperti bakteri, virus, dan protozoa, maupun kimia, seperti arsen, timbal, kadmium, kromium, nitrat, nitrit, besi, mangan, aluminium, pestisida, dan hidrokarbon.
Air yang telah memenuhi persyaratan juga dapat kembali tercemar setelah proses pengolahan. Selang, keran, tangki, filter, galon, serta tangan operator dapat menjadi sumber kontaminasi apabila tidak dijaga kebersihannya.
“Kondisi galon, tangki, selang, dan peralatan sangat penting karena tahap ini dapat menjadi titik kritis kontaminasi,” kata Prof Etty.
Tips Memilih Depot Air Minum Prof Etty mengingatkan masyarakat untuk melakukan pemeriksaan sederhana sebelum membeli air isi ulang.
Kondisi depot harus terlihat bersih, tidak banyak debu, sampah, atau genangan. Peralatan juga perlu tertata dan terawat, sementara operator menjaga kebersihan tangan dan pakaian.
Kondisi galon tidak boleh retak, berlumut, berbau, atau disimpan di tempat terbuka. Konsumen juga dapat menanyakan sumber air baku, hasil pemeriksaan laboratorium, serta kepemilikan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
“Solusi paling efektif adalah mencari depot yang melakukan pengendalian risiko sepanjang rantai air minum,” tutur Prof Etty.
Pengendalian tersebut mencakup kualitas air baku, kesesuaian teknologi pengolahan, perawatan filter, disinfeksi, kebersihan peralatan, kehigienisan operator, pemeriksaan laboratorium, hingga pencegahan kontaminasi ulang.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/tips-memilih-depot-air-minum-isi-ulang-jangan-cuma-lihat-harganya-981393d6/.
Baca juga
12 pembalap tiba di Lombok, bersiap untuk MotoGP Mandalika 2026
ANTARA - Rombongan pembalap dan kru MotoGP Mandalika 2026 mulai berdatangan melalui Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) Lombok, Senin (5/10). Mereka disambut hiburan musik tradisional dan zoo move atau wahana kendaraan mainan.
Drama Final FIFA ASEAN Cup: Suporter Sempat Tinggalkan SUGBK, Garuda Bangkit dan Juara
FIFA ASEAN Cup 2026 Drama Final FIFA ASEAN Cup: Suporter Sempat Tinggalkan SUGBK, Garuda Bangkit dan Juara Pada menit ke-111, Peeradol mencetak gol yang membuat Thailand berbalik unggul 2-1. Suasana SUGBK pun berubah drastis.
Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Tulang Bawang Tewas Ditembak
Liputan6.com, Jakarta - Polisi menangkap terduga pelaku pembunuhan satu keluarga di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung. Pelaku tewas setelah menyerang anggota kepolisian menggunakan senjata tajam saat hendak diamankan di Kabupaten Lampung Timur, Senin (5/10/2026).
Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup, Judika dan Anggun Tampil Emosional
Judika dan Anggun tampil penuh emosi saat membawakan lagu nasional setelah Indonesia memenangkan laga final FIFA ASEAN Cup 2026 melawan Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta, Senin (5/10) malam.