Lewati ke konten

Selasa, 6 Oktober 20262292 berita

Tips Memilih Depot Air Minum Isi Ulang, Jangan Cuma Lihat HarganyaVIDEO: 17 Pegawai Lapas Cibinong Disanksi, Kalapas Diberhentikan12 pembalap tiba di Lombok, bersiap untuk MotoGP Mandalika 2026Koordinator BEM UI Diserang OTK di Jaksel, Ditendang lalu Nyungsruk dari MotorKapolres Bogor Tekankan Sinergitas TNI-Polri Kunci Mutlak Jaga Keamananamp;nbsp;Juara, Prabowo serahkan trofi FIFA ASEAN Cup ke pemain IndonesiaPolisi imbau suporter rayakan kemenangan Indonesia secara tertibJamal Mirdad Sentil Artis Muda yang Cuma Kejar Viral: “Berikan Karyamu”Pekalongan gelar Festival Literasi untuk bangkitkan minat baca wargaSejumlah menko mulai gunakan Maung Garuda sebagai kendaraan dinas
Lifestyle

Tips Memilih Depot Air Minum Isi Ulang, Jangan Cuma Lihat Harganya

Liputan6 Kesehatan 2 menit baca 321 kata
Tips Memilih Depot Air Minum Isi Ulang, Jangan Cuma Lihat Harganya — gambar dari Liputan6 Kesehatan
Gambar dari Liputan6 Kesehatan. Ringkasan oleh Zona News.

Liputan6.com, Jakarta - Air isi ulang yang tampak jernih belum tentu menjadi satu-satunya tanda bahwa air tersebut aman diminum. Sebelum memilih depot, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan konsumen agar tidak hanya tergiur harga murah.

Pakar Pencemaran dan Ekotoksikologi IPB University, Prof Etty Riani, mengatakan tingkat keamanan air sangat bergantung pada kualitas sumber air, proses pengolahan, kondisi fasilitas, kebersihan operator, serta penanganan setelah pengisian.

“Risikonya bisa berbeda-beda, dari mulai rendah sampai tinggi," kata Prof Etty.

Menurutnya, kualitas air baku menjadi faktor utama yang harus diperhatikan. Sumber air yang tercemar limbah domestik, septic tank, aktivitas pertanian, limbah industri, hingga pertambangan dapat membawa berbagai jenis pencemar yang belum tentu seluruhnya dapat dihilangkan melalui teknologi penyaringan.

"Teknologi penyaringan belum tentu mampu membuang semua jenis pencemar tersebut karena kemampuan dan keterbatasannya yang berbeda-beda,” jelasnya mengutip laman IPB.

Mengenai kontaminan pada air isi ulang, hal itu dapat berupa mikrobiologis, seperti bakteri, virus, dan protozoa, maupun kimia, seperti arsen, timbal, kadmium, kromium, nitrat, nitrit, besi, mangan, aluminium, pestisida, dan hidrokarbon.

Air yang telah memenuhi persyaratan juga dapat kembali tercemar setelah proses pengolahan. Selang, keran, tangki, filter, galon, serta tangan operator dapat menjadi sumber kontaminasi apabila tidak dijaga kebersihannya.

“Kondisi galon, tangki, selang, dan peralatan sangat penting karena tahap ini dapat menjadi titik kritis kontaminasi,” kata Prof Etty.

Tips Memilih Depot Air Minum Prof Etty mengingatkan masyarakat untuk melakukan pemeriksaan sederhana sebelum membeli air isi ulang.

Kondisi depot harus terlihat bersih, tidak banyak debu, sampah, atau genangan. Peralatan juga perlu tertata dan terawat, sementara operator menjaga kebersihan tangan dan pakaian.

Kondisi galon tidak boleh retak, berlumut, berbau, atau disimpan di tempat terbuka. Konsumen juga dapat menanyakan sumber air baku, hasil pemeriksaan laboratorium, serta kepemilikan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

“Solusi paling efektif adalah mencari depot yang melakukan pengendalian risiko sepanjang rantai air minum,” tutur Prof Etty.

Pengendalian tersebut mencakup kualitas air baku, kesesuaian teknologi pengolahan, perawatan filter, disinfeksi, kebersihan peralatan, kehigienisan operator, pemeriksaan laboratorium, hingga pencegahan kontaminasi ulang.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/tips-memilih-depot-air-minum-isi-ulang-jangan-cuma-lihat-harganya-981393d6/.

Baca juga

Semua berita Lifestyle