Trump Sebut Gedung Putih Kumuh dan Memalukan Sebelum Direnovasi
Presiden Amerika Serikat Donald Trump, menyebut Gedung Putih sebagai bangunan yang kumuh dan memalukan sebelum ia melakukan renovasi besar-besaran.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam wawancara eksklusif dengan TIME Magazine yang diterbitkan pada Kamis (1/10).
Dalam wawancara selama 75 menit di Ruang Oval, Trump membahas berbagai isu, mulai dari perang dengan Iran, renovasi Gedung Putih, penyesalan membeli SCOTUS, pembongkaran Kennedy Center, hingga rencana pengampunan bagi sejumlah anggota pemerintahannya.
Trump turut membanggakan proyek renovasi besar-besaran yang ia lakukan di Gedung Putih.
Ia menggambarkan kondisi bangunan tersebut sebelum renovasi sebagai sebagai "tempat kumuh yang memalukan" dan "kekacauan menjijikkan".
Sejak menjabat, Trump melakukan berbagai perubahan pada bangunan bersejarah itu. Ia melapisi sejumlah bagian Ruang Oval dengan emas. Sentuhan desain serupa kemudian diterapkan di beberapa ruangan lain.
Trump juga mengubah Taman Mawar dengan memasang lapisan batu dan menatanya menyerupai teras di kediaman pribadinya, Mar-a-Lago.
Selain itu, ia membangun "Jalan Kehormatan Kepresidenan" di sepanjang Kolonade Barat. Area tersebut menampilkan biografi para mantan Presiden AS yang ditulis dengan gaya khas Trump dan dilengkapi jalur granit baru.
Sejumlah fasilitas lain juga mengalami perubahan. Trump menambahkan tiang bendera berukuran besar dan landasan helikopter di halaman Gedung Putih. Ia juga memperbarui lantai Palm Room serta kamar mandi di Lincoln Bedroom menggunakan marmer.
Trump juga mengawasi pembangunan ruang dansa baru seluas sekitar 90.000 kaki persegi. Ia menyebut bangunan tersebut nantinya juga akan berfungsi sebagai kompleks militer.
Dalam wawancara itu, TIME Magazine mempertanyakan pentingnya proyek renovasi tersebut bagi masyarakat AS yang tengah kesulitan memenuhi kebutuhan hidup dan membayar tagihan.
Trump menjawab bahwa Gedung Putih memiliki makna simbolis yang sangat penting bagi Amerika Serikat.
"[Gedung Putih] adalah simbol yang sangat istimewa. Ini adalah simbol Amerika. Ini adalah simbol kebesaran kita. Saya pikir, mungkin ini adalah simbol terpenting yang kita miliki," ujarnya.
Trump kemudian menceritakan kondisi Gedung Putih saat pertama kali menjabat. Ia mengklaim sejumlah bagian bangunan mengalami kerusakan dan tidak terawat.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/trump-sebut-gedung-putih-kumuh-dan-memalukan-sebelum-direnovasi-f3333a87/.
Baca juga
Thailand Cabut Kewarganegaraan Pengusaha Israel, Ini Alasannya
Thailand Cabut Kewarganegaraan Pengusaha Israel, Ini Alasannya Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Thailand mencabut kewarganegaraan seorang pengusaha kelahiran Israel, Ariel Blustein, setelah menemukan bukti bahwa ia masih menggunakan kewarganegaraan dan paspor lamanya setelah…
Rusia tegaskan akan merespons atas ancaman terhadap Kaliningrad
Jenewa (ANTARA) - Rusia akan merespons “setiap tindakan” yang mengancam kedaulatannya atau menyasar penduduk sipil di Kaliningrad, kata seorang diplomat senior Rusia, Kamis (1/10) di tengah meningkatnya ketegangan antara Moskow dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) terkait…
Kolom Pakar: Pemeriksaan TB untuk WNI yang Akan ke Jepang
Liputan6.com, Jakarta - Pada September 2026, bulan yang lalu, Kedutaan Besar RI di Tokyo, Jepang, mengeluarkan informasi aturan baru bagi kita orang Indonesia yang berjudul 'Pemeriksaan TB untuk WNI yang akan ke Jepang', lengkapnya di laman konsuler.kbritokyo.jp.
Cuma Apple yang Tidak Diajak Ketemu Presiden, Ini Alasannya
Cuma Apple yang Tidak Diajak Ketemu Presiden, Ini Alasannya Jakarta, CNBC Indonesia - Nama Apple absen dalam kumpul bersama Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bersama para bos raksasa teknologi di Gedung Putih pada Selasa (29/9/2026).