Tumor Pituitari Bisa Ganggu Penglihatan, Kenali Gejalanya Sejak Dini
Liputan6.com, Jakarta - Gangguan penglihatan yang muncul perlahan jangan selalu dianggap sebagai masalah mata biasa. Kondisi tersebut bisa berkaitan dengan tumor pituitari yang tumbuh di dasar otak dan menekan struktur penting di sekitar saraf penglihatan.
"Gangguan penglihatan akibat tumor pituitari dapat berkembang perlahan dan, bila tidak ditangani, bahkan dapat menyebabkan kebutaan. Kondisi ini termasuk preventable blindness, sehingga bila dikenali dan ditangani lebih awal, risiko kehilangan penglihatan dapat dicegah," ujar Subspesialis Neuro Oftalmologi, dr. Dialika Muzakkir, Sp.M.
Kelenjar pituitari atau hipofisis berukuran kecil dan berada di dasar otak. Meski kecil, kata Dialika, kelenjar ini memiliki peran penting dalam mengatur berbagai hormon yang berkaitan dengan pertumbuhan, metabolisme, reproduksi, dan sejumlah fungsi penting tubuh lainnya.
Gangguan pada kelenjar pituitari dapat disebabkan oleh tumor. Sebagian besar tumor pituitari bersifat jinak. Namun, karena berada di area yang dikelilingi berbagai struktur penting, tumor yang membesar dapat menimbulkan gangguan penglihatan maupun mengganggu keseimbangan hormon tubuh.
Gangguan Penglihatan Bisa Berkembang Perlahan Salah satu gejala yang perlu diperhatikan adalah gangguan penglihatan, terutama penglihatan samping yang perlahan menyempit.
Keluhan tersebut dapat berkembang secara bertahap sehingga seseorang terkadang tidak menyadari adanya perubahan pada penglihatannya. Padahal, semakin besar tumor, tekanan terhadap jaringan di sekitarnya dapat semakin mengganggu fungsi penglihatan.
Selain gangguan penglihatan, tumor pituitari dapat menimbulkan berbagai keluhan lain, tergantung ukuran tumor serta pengaruhnya terhadap jaringan di sekitar dan keseimbangan hormon tubuh.
Dialika menjelaskan bahwa pada perempuan, gangguan hormon akibat tumor pituitari dapat menyebabkan menstruasi menjadi tidak teratur atau berhenti. Kondisi tersebut juga dapat berkaitan dengan kesulitan mendapatkan kehamilan hingga keluarnya ASI meskipun tidak sedang menyusui.
Keluhan lain yang dapat muncul adalah sakit kepala yang menetap serta perubahan ukuran tubuh, seperti ukuran sepatu dan cincin yang semakin besar.
Namun, gejala-gejala tersebut tidak selalu menunjukkan adanya tumor pituitari. Berbagai keluhan dapat disebabkan oleh kondisi kesehatan lain. Karena itu, bila keluhan menetap atau muncul tanpa penyebab yang jelas, pemeriksaan oleh tenaga kesehatan penting dilakukan.
Kenali Gejala Gangguan Pituitari Sejak Dini Karena gejalanya beragam dan dapat berkembang perlahan, gangguan pituitari tidak selalu mudah dikenali sejak awal. Akibatnya, sebagian pasien baru datang ketika tumor sudah berukuran besar dan kondisinya lebih kompleks sehingga penanganannya dapat menjadi lebih sulit.
Ketua Yayasan Komunitas Pituitari Indonesia, dr. Selfy Oswari, Sp.BS, Subsp.N-Onk(K), S.Si, mengatakan, masyarakat perlu lebih mengenali gejala gangguan pituitari sejak awal.
"Kami berharap masyarakat semakin mengenali gejala gangguan pituitari sejak awal. Semakin cepat dikenali dan diperiksa, semakin cepat pula pasien dapat memperoleh penanganan yang sesuai, sehingga peluang untuk mendapatkan hasil pengobatan yang lebih baik juga semakin besar," ujar Selfy.
Diagnosis gangguan atau tumor pituitari tetap memerlukan pemeriksaan oleh tenaga kesehatan. Bila diperlukan, pemeriksaan dapat dilanjutkan dengan pemeriksaan hormonal dan pencitraan untuk menentukan kondisi secara lebih pasti.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/tumor-pituitari-bisa-ganggu-penglihatan-kenali-gejalanya-sejak-dini-87537629/.
Baca juga
12 pembalap tiba di Lombok, bersiap untuk MotoGP Mandalika 2026
ANTARA - Rombongan pembalap dan kru MotoGP Mandalika 2026 mulai berdatangan melalui Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) Lombok, Senin (5/10). Mereka disambut hiburan musik tradisional dan zoo move atau wahana kendaraan mainan.
Drama Final FIFA ASEAN Cup: Suporter Sempat Tinggalkan SUGBK, Garuda Bangkit dan Juara
FIFA ASEAN Cup 2026 Drama Final FIFA ASEAN Cup: Suporter Sempat Tinggalkan SUGBK, Garuda Bangkit dan Juara Pada menit ke-111, Peeradol mencetak gol yang membuat Thailand berbalik unggul 2-1. Suasana SUGBK pun berubah drastis.
Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Tulang Bawang Tewas Ditembak
Liputan6.com, Jakarta - Polisi menangkap terduga pelaku pembunuhan satu keluarga di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung. Pelaku tewas setelah menyerang anggota kepolisian menggunakan senjata tajam saat hendak diamankan di Kabupaten Lampung Timur, Senin (5/10/2026).
Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup, Judika dan Anggun Tampil Emosional
Judika dan Anggun tampil penuh emosi saat membawakan lagu nasional setelah Indonesia memenangkan laga final FIFA ASEAN Cup 2026 melawan Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta, Senin (5/10) malam.