Lewati ke konten

Selasa, 6 Oktober 20262292 berita

Uban Muncul Lebih Cepat, Ini Faktor yang MemengaruhinyaVIDEO: 17 Pegawai Lapas Cibinong Disanksi, Kalapas Diberhentikan12 pembalap tiba di Lombok, bersiap untuk MotoGP Mandalika 2026Koordinator BEM UI Diserang OTK di Jaksel, Ditendang lalu Nyungsruk dari MotorKapolres Bogor Tekankan Sinergitas TNI-Polri Kunci Mutlak Jaga Keamananamp;nbsp;Juara, Prabowo serahkan trofi FIFA ASEAN Cup ke pemain IndonesiaPolisi imbau suporter rayakan kemenangan Indonesia secara tertibJamal Mirdad Sentil Artis Muda yang Cuma Kejar Viral: “Berikan Karyamu”Pekalongan gelar Festival Literasi untuk bangkitkan minat baca wargaSejumlah menko mulai gunakan Maung Garuda sebagai kendaraan dinas
Lifestyle

Uban Muncul Lebih Cepat, Ini Faktor yang Memengaruhinya

Liputan6 Kesehatan 2 menit baca 413 kata
Uban Muncul Lebih Cepat, Ini Faktor yang Memengaruhinya — gambar dari Liputan6 Kesehatan
Gambar dari Liputan6 Kesehatan. Ringkasan oleh Zona News.

Liputan6.com, Jakarta - Kecepatan munculnya uban dipengaruhi berbagai faktor. Usia dan genetik menjadi faktor utama, sementara stres oksidatif, merokok, polusi, serta paparan lingkungan tertentu juga dapat berperan. Stres psikologis berat diduga mempercepat berkurangnya sel punca melanosit melalui aktivasi sistem saraf simpatis seperti disampaikan dokter dr Yenny Rachmawati, MBiomed.

Selain itu, uban yang muncul dini dapat berkaitan dengan kekurangan vitamin B12 atau zat besi, gangguan tiroid, maupun beberapa penyakit autoimun. Namun, uban tidak selalu menunjukkan kekurangan nutrisi atau penyakit tertentu.

“Oleh karena itu, kita tidak perlu mengaitkan kemunculan uban dengan kemampuan tubuh menghentikan kanker. Pemahaman yang tepat ini penting agar kita tidak mengabaikan faktor risiko kanker hanya karena rambut mulai memutih,” tutur dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University ini.

Pemeriksaan juga dapat dipertimbangkan bila uban muncul sangat dini dan disertai keluhan lain, sehingga kemungkinan faktor nutrisi atau gangguan kesehatan dapat dinilai sesuai kondisi individu.

“Pencegahan kanker tetap perlu dilakukan tanpa melihat warna rambut, antara lain dengan pola hidup sehat, menghindari rokok, melindungi kulit dari paparan ultraviolet berlebihan, serta memperhatikan perubahan tahi lalat atau lesi kulit yang mencurigakan,” pungkasnya.

Uban dan Kanker Sebelumny, sempat ramai tentang uban justru berkaitan dengan mekanisme tubuh dalam melawan kanker. Benarkah demikian?

Menurut Yenny anggapan tersebut tidak tepat. Munculnya uban tidak berarti sistem imun sedang bekerja melindungi tubuh dari kanker.

“Uban bukan berarti tubuh secara aktif melawan kanker. Warna rambut tidak dapat digunakan sebagai penanda untuk memperkirakan risiko kanker seseorang,” ujar Yenny.

Kesimpulan tersebut muncul setelah sebuah penelitian pada 2025 menemukan adanya hubungan kerusakan DNA dengan dua kemungkinan, yakni rambut memutih atau terbentuknya lesi yang dapat mengarah pada kanker kulit melanoma.

“Warna rambut dihasilkan oleh melanosit yang memproduksi pigmen melanin. Sel tersebut berasal dari sel punca melanosit yang tersimpan di folikel rambut.

Seiring bertambahnya usia, sebagian sel punca dapat berkurang, kehilangan fungsi, atau tidak lagi berada pada lokasi yang tepat. Akibatnya, rambut yang tumbuh kekurangan pigmen sehingga tampak putih atau abu-abu,” urai dr Yenny.

Penelitian eksperimental pada tikus menunjukkan bahwa ketika sel punca melanosit mengalami kerusakan DNA, sel dapat mengambil jalur berbeda. Sebagian mengalami penuaan sel yang berujung pada pemutihan rambut.

Namun, dalam kondisi tertentu, terutama ketika dipengaruhi zat karsinogenik, sel dapat mempertahankan diri dan berpotensi berkembang menjadi lesi melanositik yang mengarah pada melanoma.

Meski demikian, Yenny menegaskan belum terdapat bukti epidemiologis yang memadai bahwa orang yang cepat beruban memiliki risiko melanoma atau kanker lain yang lebih rendah. Karena itu, cepat beruban tidak berarti seseorang lebih terlindungi, begitu pula belum beruban tidak otomatis menunjukkan risiko kanker lebih tinggi.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/uban-muncul-lebih-cepat-ini-faktor-yang-memengaruhinya-5ba03845/.

Baca juga

Semua berita Lifestyle