Skip to content

Thursday, 1 October 2026727 stories

Belanda Catat Kasus Pertama Euthanasia Anak di Bawah 12 TahunIni Pesan-pesan Sugiono ke Menlu Baru RI Arrmanatha NasirKabur dari Pelatnas Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo Terancam Sanksi Berat!Rupiah Lunglai ke Rp17.966 per Dolar AS Kamis SoreRamai Sorak Sorai, Menkeu Suahasil dan PNS Kemenkeu Sambut 2 Wamen BaruTablet Premium Terbaru Samsung, Galaxy Tab S12 Mulai Rp 21 JutaProfil Irwan Meilano, Guru Besar ITB yang kini jadi Wamen KPCerita Suyudi Pagi Hari Diminta Bersiap, Sore Jadi Kapolri64 mobil siap bersaing dalam kompetisi KMHE 2026 di UnejJenderal Sigit Tegaskan Masih Aktif di Polri Meski Tak Lagi Jabat Kapolri
Lifestyle

Belanda Catat Kasus Pertama Euthanasia Anak di Bawah 12 Tahun

Liputan6 Kesehatan 1 min read 275 kata
Belanda Catat Kasus Pertama Euthanasia Anak di Bawah 12 Tahun — gambar dari Liputan6 Kesehatan
Image from Liputan6 Kesehatan. Summarised by Zona News.

Automatic translation. This article was translated from Indonesian. Names, institutions and figures are kept in their original form. For the authoritative version, read the report at the original source.

Liputan6.com, Jakarta - Belanda mencatat kasus pertama euthanasia terhadap anak di bawah usia 12 tahun. Hal tersebut terjadi pada anak berusia hampir dua tahun tersebut meninggal pada akhir 2025 setelah mengalami sejumlah masalah kesehatan serius.

Anak tersebut lahir prematur pada usia kehamilan 26 minggu dan mengalami kerusakan otak berat. Hal ini menyebabkan sang anak mengalami cerebral palsy, yaitu gangguan pada gerakan dan koordinasi tubuh, serta gangguan penglihatan.

Kondisinya juga diperburuk dengan epilepsi berat yang sering kambuh. Selain itu, anak tersebut mengalami penumpukan lendir pada paru yang membuatnya kesulitan bernapas dan menelan. Berbagai gangguan tersebut membuatnya kesulitan untuk tidur dan sering merasa gelisah.

Menimbang kondisi sang anak, dokter dan orang tua kemudian memutuskan untuk melakukan euthanasia. Mereka menilai penderitaan anaknya tidak dapat diringankan melalui pertolongan medis dan kondisinya juga dinilai tidak akan membaik.

Komite pengawas euthanasia di Belanda menyatakan dokter yang melakukan tindakan tersebut telah memenuhi prosedur yang berlaku. Komite menyebut berbagai tindakan medis dan nonmedis telah dilakukan, tetapi tidak menunjukkan pekembangan yang positif pada kondisi anak.

“Semua aspek ‘menjadi manusia’, terkait kemampuan motorik, perilaku, dan kepribadian, mengalami gangguan parah dan tidak akan membaik,” ujar pihak komite.

Euthanasia di Belanda Belanda memperluas aturan euthanasia pada 2024 untuk anak berusia 1 hingga 12 tahun dengan sejumlah persyaratan ketat. Diantaranya anak harus mengalami penderitaan yang tidak tertahankan dan tidak memiliki kemungkinan untuk membaik, serta tidak ada solusi lain yang masuk akal.

Lalu, kasus juga harus dinilai oleh setidaknya satu dokter independen. Sejak aturan tersebut diperluas, kasus euthanasia pada anak hampir 2 tahun ini menjadi kasus pertama dan satu-satunya euthanasia pada anak usia 1 hingga 12 tahun di Belanda.

Selanjutnya, pihak Kejaksan Agung Belanda juga akan menilai kasus tersebut.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/belanda-catat-kasus-pertama-euthanasia-anak-di-bawah-12-tahun-f16c60ba/.

Related

Semua berita Lifestyle