Skip to content

Thursday, 1 October 2026727 stories

Katarak Bisa Datang Sebelum Tua, Diabetes Tak Terkontrol hingga Steroid Jadi PemicuIni Pesan-pesan Sugiono ke Menlu Baru RI Arrmanatha NasirKabur dari Pelatnas Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo Terancam Sanksi Berat!Rupiah Lunglai ke Rp17.966 per Dolar AS Kamis SoreRamai Sorak Sorai, Menkeu Suahasil dan PNS Kemenkeu Sambut 2 Wamen BaruTablet Premium Terbaru Samsung, Galaxy Tab S12 Mulai Rp 21 JutaProfil Irwan Meilano, Guru Besar ITB yang kini jadi Wamen KPCerita Suyudi Pagi Hari Diminta Bersiap, Sore Jadi Kapolri64 mobil siap bersaing dalam kompetisi KMHE 2026 di UnejJenderal Sigit Tegaskan Masih Aktif di Polri Meski Tak Lagi Jabat Kapolri
Lifestyle

Katarak Bisa Datang Sebelum Tua, Diabetes Tak Terkontrol hingga Steroid Jadi Pemicu

Liputan6 Kesehatan 3 min read 506 kata
Katarak Bisa Datang Sebelum Tua, Diabetes Tak Terkontrol hingga Steroid Jadi Pemicu — gambar dari Liputan6 Kesehatan
Image from Liputan6 Kesehatan. Summarised by Zona News.

Automatic translation. This article was translated from Indonesian. Names, institutions and figures are kept in their original form. For the authoritative version, read the report at the original source.

Liputan6.com, Jakarta - Katarak selama ini kerap dianggap sebagai gangguan penglihatan yang hanya berkaitan dengan proses penuaan. Meski begitu, terdapat sejumlah faktor lain yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kekeruhan pada lensa mata.

“Faktor risiko tertinggi adalah penuaan. Namun, ada faktor-faktor risiko lain yang bisa mempercepat terjadinya katarak,” tutur dokter spesialis mata, Milzan Murtadha.

Milzan menjelaskan beberapa faktor yang dapat mempercepat munculnya katarak diantaranya dari kondisi kesehatan, penggunaan obat tertentu, paparan lingkungan, hingga kebiasaan sehari-hari. Akibatnya, katarak juga dapat ditemukan pada orang yang usianya belum lanjut usia.

Salah satu faktor yang cukup sering berkaitan dengan katarak adalah diabetes atau penyakit gula. Kondisi tersebut dapat memengaruhi berbagai bagian tubuh, termasuk mata, sehingga perlu dikontrol untuk menjaga kesehatan penglihatan.

Selain diabetes, penggunaan obat tetes mata yang mengandung steroid tanpa resep atau pengawasan dokter juga perlu dihindari. Penggunaan steroid dalam kondisi tertentu memang dapat menjadi bagian dari pengobatan, tetapi pemakaiannya tidak sebaiknya dilakukan secara sembarangan.

"Contoh faktor risiko yang lain itu biasanya suka pakai obat steroid. Jangan suka steroid sendiri, itu bisa berisiko katarak," ujar Milzan dalam ‘Media Briefing JEC Eye Hospitals & Clinics Perihal: Dari Clear Vision Menuju Quality of Vision, Memahami Perkembangan Penanganan Katarak’, pada Rabu (30/9/2026).

Maka dari itu, ia mengingatkan penggunaan obat mata, terutama yang mengandung steroid, sebaiknya dilakukan sesuai anjuran dokter.

Paparan Sinar UV dan Kebiasaan Merokok Selain kondisi kesehatan, faktor lingkungan juga dapat berpengaruh terhadap kesehatan lensa mata. Salah satunya adalah paparan sinar ultraviolet (UV) dari matahari dalam jangka panjang.

Milzan menyampaikan, radiasi UV dapat merusak sel tubuh dan meningkatkan risiko terjadinya katarak. Karena itu, paparan sinar matahari yang berlebihan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam menjaga kesehatan mata.

"Sinar UV itu bisa mempercepat penuaan. Karena dia radiasi ya, jadi dia akan memang merusak semua sel di tubuh kita. Jadi, kalau misalnya sering terkena UV, itu pasti bisa mempercepat untuk risiko kataraknya," jelasnya.

Sementara itu, kebiasaan merokok juga menjadi faktor lain yang perlu diperhatikan. Menurutnya, rokok dapat memicu terbentuknya radikal bebas yang berpengaruh terhadap tubuh, termasuk mata.

"Untuk merokok, sama. Merokok itu kan sangat bahaya untuk tubuh kita, bikin radikal bebas, nah itu yang biasanya menyebabkan kataraknya," tambah Milzan.

Mata Minus Tinggi Juga Perlu Diperhatikan Kondisi mata tertentu juga dapat berkaitan dengan munculnya katarak pada usia yang lebih muda. Salah satunya adalah high myopia atau mata minus tinggi, yang menurut Milzan dapat meningkatkan risiko katarak lebih cepat dibandingkan orang dengan kondisi mata normal.

"Jadi memang untuk orang minus yang lebih tinggi itu risiko kataraknya lebih cepat, nggak pasti, juga tapi bisa lebih cepat,” Ia menambahkan, usia sekitar 65 tahun merupakan gambaran umum munculnya katarak, meski tidak berlaku sebagai patokan pasti bagi setiap orang. Pada pemilik high myopia, risiko katarak dapat muncul lebih cepat, bahkan sebelum usia 60 tahun.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/katarak-bisa-datang-sebelum-tua-diabetes-tak-terkontrol-hingga-fbed29ec/.

Related

Semua berita Lifestyle