Lewati ke konten

Rabu, 7 Oktober 20262927 berita

Anak Usaha Garuda Indonesia Kantongi Izin Perawatan Pesawat di OmanAlarm Kematian El Nino di RI, Benarkah Belasan Ribu Terancam Tewas?Mediasi Audi Marissa dan Anthony Xie Resmi Gagal, Kuasa Hukum: Pintu Rujuk Masih TerbukaRUU Pelindungan Ketenagakerjaan Atur Dana Cadangan Pesangon hingga Larangan Tahan IjazahDulu Buka Jalan Cawapres, Almas Kini Minta DPR Proses Makzulkan GibranCristiano Ronaldo Ungkap Alasan Tinggalkan Timnas Portugal, Klaim Jorge Jesus Ingkar JanjiSegini Hadiah Timnas Indonesia Usai Kalahkan Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026Menko Sugino minta Menpora hitung kebutuhan tambahan bonus bagi atletMasalah Kualitas, As Roda Chery Omoda 5 Copot Terjadi di MalaysiaHaji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara
Lifestyle

Anak Usaha Garuda Indonesia Kantongi Izin Perawatan Pesawat di Oman

CNN Ekonomi 2 menit baca 346 kata
Anak Usaha Garuda Indonesia Kantongi Izin Perawatan Pesawat di Oman — gambar dari CNN Ekonomi
Gambar dari CNN Ekonomi. Ringkasan oleh Zona News.

Anak usaha Garuda Indonesia, PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF) meraih konsesi selama 20 tahun untuk mengoperasikan fasilitas perawatan pesawat di Bandara Internasional Muscat, Oman.

Kesepakatan dilakukan dengan Otoritas Penerbangan Sipil Oman (CAA), sekaligus membuka jalan bagi perluasan layanan perusahaan Indonesia di Timur Tengah.

Perjanjian ditandatangani oleh Direktur Utama GMF Andi Fahrurrozi dan Presiden CAA Oman Eng. Naif Ali Hamed Al-Abri dalam Civil Aviation Investment Forum (CAIF) 2026, di kantor pusat CAA, Muscat, Senin (5/10).

GMF merupakan bagian dari Garuda Indonesia Group yang berada dalam pengelolaan Danantara Indonesia. Bagi industri penerbangan nasional, konsesi di Oman menjadi tonggak penting untuk memperluas kiprah di luar negeri dengan membawa pengalaman dan kemampuan teknis perawatan pesawat yang dibangun di Indonesia.

Fasilitas tersebut akan dikembangkan untuk layanan perawatan, perbaikan, dan overhaul pesawat, atau Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO). Posisi strategis Oman diharapkan membuka akses yang lebih luas ke pasar Timur Tengah, Afrika, dan Eropa, sekaligus melengkapi jangkauan layanan GMF dari basis operasinya di Indonesia.

"Pengembangan MRO di Oman menjadi langkah awal untuk membangun kehadiran operasional GMF yang lebih dekat dengan pelanggan di Timur Tengah dan kawasan sekitarnya. Dengan pengalaman dan kapabilitas yang dimiliki, GMF melihat peluang untuk menjangkau pasar perawatan yang lebih luas sekaligus berkontribusi pada penguatan industri aviasi Oman," ujar Andi.

Dalam skema kerja sama tersebut, CAA Oman berperan sebagai pemilik hanggar dan pemberi konsesi. Otoritas itu juga menjalankan fungsi regulator untuk memastikan pemenuhan ketentuan serta standar keselamatan penerbangan yang berlaku di Oman.

Sementara itu, GMF akan mengembangkan dan mengoperasikan hanggar beserta fasilitas pendukungnya. Pengembangan dilakukan secara bertahap, mengikuti kebutuhan pasar dan rencana bisnis yang disepakati.

Pada forum yang sama, GMF turut menandatangani Commemoration Document bersama Mach Aerospace International untuk mendukung pengembangan kemampuan teknis dan tenaga kerja di bidang penerbangan. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari persiapan layanan perawatan pesawat di Oman.

Keberhasilan GMF memperoleh konsesi 20 tahun di Oman menjadi catatan membanggakan bagi industri penerbangan Indonesia. Langkah anak usaha BUMN ini membuka jalan bagi pengembangan fasilitas perawatan pesawat di luar negeri, sekaligus menunjukkan potensi keahlian yang dibangun di Indonesia untuk mengambil peran lebih besar dalam industri penerbangan global.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/anak-usaha-garuda-indonesia-kantongi-izin-perawatan-pesawat-di-oman-67824f07/.

Baca juga

Semua berita Lifestyle