Arkeolog Temukan Tempat Alexander Agung Berguru ke Aristoteles
Tim arkeolog berhasil menemukan lokasi yang diduga tempat Alexander Agung berguru ke filsuf Aristoteles. Tempat berbentuk aula megah berhias mosaik itu disinyalir berusia sekitar 2.400 tahun.
Lokasi itu ditemukan di saat para arkeolog sedang melakukan penggalian terbaru di gymnasium Aristoteles di Mieza kuno. Penggalian di situs kuno yang berada di Yunani utara ini mengungkap masa-masa sekolah Alexander Agung muda yang berguru kepada Aristoteles.
Dalam pernyataan resminya, pejabat Yunani mengumumkan bahwa para arkeolog yang meneliti situs bersejarah gymnasium kerajaan Mieza menemukan ruang-ruang megah berlantai mosaik yang diduga menjadi bagian dari sekolah Alexander Agung.
Melansir Smithsonian Magazine, Senin (28/9), penemuan ini merupakan bagian dari proyek tiga tahun untuk mengungkap sejarah Mieza, tempat Aristoteles mengajar Alexander semasa remaja. Penggalian sebelumnya memperlihatkan bahwa kompleks gymnasium seluas 30 hektare ini memiliki arena gulat (palaestra), stadion, deretan pilar, dan xystus atau lintasan lari tertutup sepanjang 200 meter.
Namun, temuan terbaru ini memberikan gambaran yang lebih mendalam mengenai detail pendidikan Alexander Agung.
Pada abad pertama Masehi, Plutarch menulis dalam biografi The Life of Alexander bahwa Raja Philip II, ayah Alexander, membangun sebuah sekolah untuk putranya dan kaum bangsawan lain di kota Mieza, Makedonia. Meski kompleks ini dinamai gymnasium, orang Yunani kuno menggunakannya jauh lebih dari sekadar tempat latihan fisik.
Tim arkeolog yang dipimpin oleh Angeliki Kottaridi menemukan area luas bernama Didaskaleion atau "tempat mengajar", tempat para murid belajar menggunakan pena ukir (stylus) dan meja batu.
Arkeolog juga menemukan dua ruang perjamuan di samping area belajar. Ruangan mewah berlantai mosaik ini memiliki ornamen rumit yang mirip dengan istana Philip II di Aigai. Kottaridi meyakini kemiripan ini bukanlah kebetulan, melainkan bukti kuat bahwa kompleks Mieza memang dibangun khusus oleh Philip II untuk pendidikan putranya dan anak-anak bangsawan Makedonia.
Tata letak sekolah ini juga memberi gambaran tentang struktur dan nilai-nilai pendidikan kaum elit Makedonia pada abad ke-4 Sebelum Masehi. Ukuran dan struktur kompleks yang menggabungkan area olahraga dan ruang kelas menegaskan status gymnasium Mieza sebagai lembaga pendidikan utama Makedonia.
Keberadaan ruang perjamuan formal yang dulunya dilengkapi sofa rehat menunjukkan bahwa pendidikan sosial memegang peranan penting. Sambil mendalami logika Aristoteles dan menempa fisik, para murid juga dilatih tata krama yang dibutuhkan untuk menghadiri maupun menggelar symposia, yaitu pesta makan malam khas kaum elit Makedonia.
Penemuan sebelumnya di situs ini meliputi pecahan tembikar, koin kuno, beragam benda antik, serta empat pena ukir perunggu yang kemungkinan digunakan oleh murid-murid Aristoteles, bahkan mungkin oleh Alexander muda. Selain itu, para ahli juga menemukan fragmen wadah minyak zaitun suci dari Athena, yang menandakan para murid di sana memiliki akses ke salah satu komoditas paling berharga di dunia Hellenik.
Meski belum bukti mutlak bahwa di gymnasium ini Alexander mendapat pelajaran yang membentuknya jadi penakluk besar, para peneliti sangat optimistis dengan petunjuk yang ada dan berharap bisa menemukan lebih banyak bukti.
"Semua petunjuk mengarah pada fakta bahwa inilah sekolah yang disediakan Philip untuk Aristoteles mengajar Alexander muda dan murid lainnya," kata Jeanne Reames direktur Mediterania kuno di University of Nebraska, yang tidak terlibat dalam penggalian ini.
Ia meyakini, seiring berlanjutnya penggalian, temuan ini akan makin memperjelas gambaran tentang pendidikan kaum elit Makedonia pada paruh kedua abad ke-4 SM.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/arkeolog-temukan-tempat-alexander-agung-berguru-ke-aristoteles-e24fb1de/.
Baca juga
Rumor Microsoft Bakal Jual Xbox Beredar, CEO Asha Sharma Angkat Bicara
Beredar rumor Microsoft akan menjual divisi gaming-nya, yakni Xbox. Namun CEO Xbox, Asha Sharma, membantah spekulasi tersebut.
Samsung Galaxy S26 FE Vs iPhone 15/16, Mana Paling Worth It untuk Rekam Olahraga?
Mengabadikan momen olahraga dari pinggir lapangan atau sisi lintasan tidak selalu mudah. Jarak dengan atlet, pergerakan yang cepat, hingga posisi tangan yang ikut bergerak saat merekam bisa membuat hasil video kurang maksimal.
Nurut Donald Trump, Elon Musk Ngaku Bakal Ganti 'SpaceXAI' jadi 'SpaceXSI'
Menuruti Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mau mengganti nama 'artificial intelligence' (AI) menjadi 'super intelligence' (SI), Elon Musk mengaku akan ganti nama perusahaannya.
Alasan Ilmiah Nobar Timnas Terasa Lebih Seru
Menonton Timnas Indonesia berlaga bisa dilakukan dari mana saja. Namun, ada pengalaman yang terasa berbeda ketika nobar alias nonton bareng pertandingan.