Lewati ke konten

Rabu, 7 Oktober 20262728 berita

AS Setujui Penjualan Senjata Rp40 Triliun ke Mesir, Kuwait, dan UEAThe Future Fest 2026 perluas akses pendidikan tinggiFictor Roring nilai jumlah laga IBL All Indonesian harus lebih banyakMarc Marquez: Tolong Doakan Saya Finis di MotoGP Mandalika 2026Menteri PKP pastikan program bedah rumah di Bandung tepat sasaranEgy Maulana Vikri bersyukur akhirnya bisa antar Timnas Indonesia juaraRelawan Gibran Sujud Syukur Usai MK Tak Terima Gugatan Denny Indrayana DkkKejagung siapkan 34 JPU untuk sidang perdana Febrie AdriansyahMK putuskan gugatan terhadap ijazah Wapres Gibran tidak diterimaClaresta Taufan sebut tema film "Bapak Paling Jujur" bikin deg-degan
Internasional

AS Setujui Penjualan Senjata Rp40 Triliun ke Mesir, Kuwait, dan UEA

CNN Internasional 1 menit baca 239 kata
AS Setujui Penjualan Senjata Rp40 Triliun ke Mesir, Kuwait, dan UEA — gambar dari CNN Internasional
Gambar dari CNN Internasional. Ringkasan oleh Zona News.

Amerika Serikat menyetujui tiga kemungkinan penjualan senjata ke Mesir, Kuwait, dan Uni Emirat Arab dengan nilai gabungan sekitar US$2,27 miliar atau sekitar Rp40 triliun.

Kementerian Luar Negeri AS menyetujui penjualan tersebut melalui mekanisme Penjualan Militer ke Luar Negeri (FMS).

Badan Kerja Sama Keamanan Pertahanan AS (DSCA) kemudian memberi tahu Kongres mengenai kemungkinan transaksi tersebut.

Penjualan terbesar ditujukan kepada Uni Emirat Arab (UEA) dengan nilai sekitar US$1,041 miliar.

UEA meminta hingga 10 ribu bagian panduan Sistem Senjata Pembunuh Presisi Tingkat Lanjut-II (APKWS-II) dalam konfigurasi udara-ke-udara dan udara-ke-darat, serta peralatan terkait.

Sementara itu, AS menyetujui kemungkinan penjualan sistem rudal Javelin kepada Mesir dengan nilai sekitar US$832 juta, seperti dilaporkan Anadolu.

Kairo meminta hingga 2.020 rudal Javelin FGM-148F, termasuk 20 rudal yang dibeli langsung dari produsen, serta hingga 200 unit Peluncuran Komando Ringan (LWCLU) untuk mengoperasikan sistem tersebut.

Adapun Kuwait mendapat persetujuan untuk kemungkinan penjualan jasa perbaikan dan pengembalian rudal Patriot serta peralatan pendukung. Nilai transaksi tersebut diperkirakan mencapai US$400 juta.

Penjualan senjata ini berlangsung ketika ketegangan di Timur Tengah masih tinggi setelah perang Iran yang dimulai pada 28 Februari. Saat itu, AS dan Israel melancarkan serangan terkoordinasi terhadap Iran.

Iran kemudian membalas dengan menyerang sejumlah pangkalan AS di Bahrain, Qatar, UEA, Kuwait, Yordania, dan Arab Saudi.

AS dan Iran sempat menandatangani perjanjian kerangka kerja pada Juni yang memuat langkah untuk memulihkan kebebasan navigasi di Selat Hormuz dan menangani program nuklir Iran.

Namun, perjanjian tersebut berakhir pada Agustus tanpa menghasilkan kesepakatan akhir.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/as-setujui-penjualan-senjata-rp40-triliun-ke-mesir-kuwait-dan-uea-dbde1964/.

Baca juga

Semua berita Internasional