Lewati ke konten

Rabu, 7 Oktober 20262728 berita

Dugaan Kasus Spionase dan Pengkhianatan, Eks Bos Intel Jerman DitangkapThe Future Fest 2026 perluas akses pendidikan tinggiFictor Roring nilai jumlah laga IBL All Indonesian harus lebih banyakMarc Marquez: Tolong Doakan Saya Finis di MotoGP Mandalika 2026Menteri PKP pastikan program bedah rumah di Bandung tepat sasaranEgy Maulana Vikri bersyukur akhirnya bisa antar Timnas Indonesia juaraRelawan Gibran Sujud Syukur Usai MK Tak Terima Gugatan Denny Indrayana DkkKejagung siapkan 34 JPU untuk sidang perdana Febrie AdriansyahMK putuskan gugatan terhadap ijazah Wapres Gibran tidak diterimaClaresta Taufan sebut tema film "Bapak Paling Jujur" bikin deg-degan
Internasional

Dugaan Kasus Spionase dan Pengkhianatan, Eks Bos Intel Jerman Ditangkap

CNN Internasional 1 menit baca 189 kata
Dugaan Kasus Spionase dan Pengkhianatan, Eks Bos Intel Jerman Ditangkap — gambar dari CNN Internasional
Gambar dari CNN Internasional. Ringkasan oleh Zona News.

Mantan Kepala Badan Intelijen Luar Negeri Jeman (Bundesnachrichtendienst/BND) periode 1998 hingga 2005 August Hanning ditangkap atas dugaan kasus spionase hingga pengkhianatan, Selasa (6/10).

Dalam rilis resmi, jaksa federal menyatakan Hanning dituduh melakukan "upaya penghkianatan" dan "spionase" termasuk berusaha memberi informasi sensitif ke dinas intelijen luar negeri.

Namun, mereka tak memberi rincian lebih lanjut dinas intelijen asing mana yang dituduh bekerja sama dengan Hanning.

Pihak berwenang saat ini sedang menggeledah sejumlah lokasi termasuk di Berlin yang terkait kedua orang itu.

Mantan staf yang juga kaki tangan Hanning, Manfred D, ikut ditangkap karena diduga membantu dan bersekongkol dalam upaya pengkhiatan dan spionase yang bersifat pengkhianatan.

Manfred menjabat kepala staf BND pada 2012 hingga 2026. Jaksa mengatakan dia menggunakan peran ini untuk mendapat akses ke informasi rahasia yang diberikan ke Hanning sebagai imbalan atas rumenerasi.

"Temuan saat ini menunjukkan bahwa, selama bertahun-tahun, Manfred D memberi Hanning sekitar dua ribu dokumen, banyak di antaranya berisi informasi rahasia yang akan digunakan secara ekslusif oleh Dinas Intelijen Federal untuk keperluan internal," kata jaksa, dikutip AFP.

Jaksa menduga dalam suatu kesempatan, Hanning juga menggunakan informasi intelijen rahasia untuk menyusun analisis bagi perwira dari dinas intelijen asing.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/dugaan-kasus-spionase-dan-pengkhianatan-eks-bos-intel-jerman-ditangkap-98e75ad7/.

Baca juga

Semua berita Internasional