Lewati ke konten

Rabu, 7 Oktober 20262927 berita

ASII Bagikan Dividen Rp 3,9 T, TPIA dan LPKR Kembangkan BisnisAlarm Kematian El Nino di RI, Benarkah Belasan Ribu Terancam Tewas?Mediasi Audi Marissa dan Anthony Xie Resmi Gagal, Kuasa Hukum: Pintu Rujuk Masih TerbukaRUU Pelindungan Ketenagakerjaan Atur Dana Cadangan Pesangon hingga Larangan Tahan IjazahDulu Buka Jalan Cawapres, Almas Kini Minta DPR Proses Makzulkan GibranCristiano Ronaldo Ungkap Alasan Tinggalkan Timnas Portugal, Klaim Jorge Jesus Ingkar JanjiSegini Hadiah Timnas Indonesia Usai Kalahkan Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026Menko Sugino minta Menpora hitung kebutuhan tambahan bonus bagi atletMasalah Kualitas, As Roda Chery Omoda 5 Copot Terjadi di MalaysiaHaji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara
Ekonomi

ASII Bagikan Dividen Rp 3,9 T, TPIA dan LPKR Kembangkan Bisnis

Detik 3 menit baca 642 kata
ASII Bagikan Dividen Rp 3,9 T, TPIA dan LPKR Kembangkan Bisnis — gambar dari Detik Finance
Gambar dari Detik Finance. Ringkasan oleh Zona News.

Market Overview Bursa saham Indonesia mengawali pekan dengan penguatan. IHSG pada perdagangan Senin (5/10) naik 1,36% ke level 6.118,86.

Sejumlah saham menjadi penopang indeks, di antaranya BYAN yang naik 4,26%, BBCA menguat 1,23%, dan BBRI naik 1,30%. Sebaliknya, DCII turun 3,14%, CASA melemah 3,49%, dan GOTO terkoreksi 3,33%.

Di tengah penguatan IHSG, investor asing masih mencatatkan net sell sebesar Rp123,10 miliar di pasar reguler. Jika memperhitungkan seluruh pasar, nilai net sell asing tercatat Rp115,72 miliar.

Dari sisi sektoral, 10 dari 11 sektor saham berakhir menguat. Sektor Property mencatat kenaikan paling tinggi sebesar 2,31%, sedangkan sektor Technology menjadi satu-satunya sektor yang melemah dengan penurunan 1,33%.

Pergerakan positif juga terlihat di bursa Amerika Serikat. Dow Jones naik 0,18% ke level 51.267, S&P 500 bertambah 0,66% ke 7.773, dan Nasdaq menguat 1,05% ke 27.477.

Ekspektasi terhadap kebijakan The Fed yang lebih longgar turut menjadi perhatian pasar setelah data tenaga kerja AS menunjukkan pelemahan. Sejalan dengan pergerakan tersebut, ETF EIDO naik 2,05% dan indeks MSCI Indonesia menguat 1,63%.

Berita Emiten PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) TPIA terus mengembangkan bisnisnya melalui tiga pilar, yaitu Energi & Kimia, Infrastruktur Terintegrasi, serta Solusi Mobilitas. Strategi tersebut menjadi bagian dari pengembangan Chandra Asri Group di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.

Pada lini Energi & Kimia, TPIA tengah membawa fasilitas Chlor Alkali-Ethylene Dichloride (CA-EDC) di Cilegon menuju tahap operasional. Fasilitas ini akan melengkapi naphtha cracker Cilegon yang memiliki kapasitas ethylene 0,90 juta metrik ton per tahun.

Ekspansi TPIA juga ditopang aset di Singapura. Perseroan memiliki kilang dengan kapasitas lebih dari 300.000 barel per hari, naphtha cracker berkapasitas 1,10 juta metrik ton per tahun di Pulau Bukom, serta sekitar 2,50 juta metrik ton aset kimia hilir di Pulau Jurong.

Sementara itu, bisnis Infrastruktur Terintegrasi mencakup Daya, Air, Kepelabuhanan dan Penyimpanan, serta Logistik. Empat bidang tersebut dikembangkan untuk mendukung aktivitas industri dan konektivitas regional.

Di sisi Solusi Mobilitas, TPIA mengoperasikan sekitar 60 SPBU ritel Esso dan mengembangkan bisnis mobilitas di Singapura serta Malaysia.

PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) LPKR melalui LippoLand memperluas pengembangan hunian pada kisaran harga Rp1 miliar hingga di bawah Rp2 miliar.

Pengembangan tersebut menyasar kebutuhan hunian di tengah backlog kepemilikan rumah nasional yang mencapai sekitar 9 juta keluarga. Namun, persaingan di segmen ini cukup ketat sehingga pengembang perlu memperhatikan aspek desain, kualitas, hingga pilihan skema pembiayaan.

Salah satu produk yang disiapkan LippoLand adalah Brentwood Villas. Hunian dua hingga tiga lantai ini dirancang untuk kebutuhan keluarga multigenerasi dan akan diperkenalkan di tujuh lokasi.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/asii-bagikan-dividen-rp-39-t-tpia-dan-lpkr-kembangkan-bisnis-e3944b79/.

Baca juga

Haji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara

Haji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara Jakarta, CNBC Indonesia - Aksi korporasi antar dua konglomerat, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) milik Low Tuck Kwong dengan PT Jhonlin Baratama milik Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam masih berlanjut.

CNBC Indonesia

Semua berita Ekonomi