Bank Dunia: 86 Persen Perusahaan AS di RI Berencana Tambah Investasi
Bank Dunia (World Bank) menyebut lebih dari 86 persen perusahaan asal Amerika Serikat (AS) yang sudah beroperasi di Indonesia berencana meningkatkan investasi.
Hal tersebut berdasarkan survei Bank Dunia terhadap 200 perusahaan multinasional yang beroperasi di sembilan negara dan memiliki investasi di Indonesia.
"Lebih dari 86 persen perusahaan AS yang sudah beroperasi di Indonesia merancang untuk meningkatkan investasi mereka. Jadi, itu sangat bagus," ujar Direktur Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste Carolyn Turk dalam paparan pada 14 US-Indonesia Investment Summit, Selasa (6/10).
Menurut Bank Dunia, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang konsisten berada di sekitar 5 persen menjadi salah satu modal penting untuk menjaga kepercayaan investor.
"Kita melihat resiliensi dalam ekonomi Indonesia. Ini telah berkembang sekitar 5 persen selama dekade sekarang," ujarnya.
Lembaga keuangan internasional ini juga melihat Indonesia tumbuh lebih cepat dibandingkan kawasan Asia Tenggara dan Pasifik.
Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat Indonesia tetap menarik bagi investor di tengah ketidakpastian ekonomi global.
"Kekuatan Indonesia, stabilitas makroekonomi, capital market, pekerja muda, sumber daya alam, semuanya merupakan destinasi yang menarik untuk investasi," ujar dia.
Kinerja tersebut memberikan peluang bagi Indonesia untuk menarik investasi asing langsung (foreign direct investment/ FDI) yang dapat meningkatkan produktivitas perekonomian.
Selain itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berada di atas 5 persen dinilai menjadi modal penting untuk menjaga kepercayaan investor terhadap perekonomian nasional.
Indonesia Country Executive Bank of America Mira Arifin mengatakan Indonesia telah memiliki fondasi yang baik, salah satunya tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang berada di atas 5 persen dalam beberapa tahun terakhir.
"Indonesia sudah memiliki base yang sangat baik. Beberapa tahun perkembangan GDP, lebih dari 5 persen," ujar Mira.
Menurutnya, pertumbuhan tersebut penting untuk menjaga perkembangan ekonomi, kesejahteraan, serta kepercayaan investor terhadap Indonesia.
Mira mengatakan kepastian kebijakan juga menjadi salah satu faktor yang perlu dijaga untuk mengurangi risiko bagi investor.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/bank-dunia-86-persen-perusahaan-as-di-ri-berencana-tambah-investasi-f9350d40/.
Baca juga
MUI-PKS Bahas Ekonomi Syariah, LGBTQ hingga Palestina
JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) membahas sejumlah isu strategis dalam pertemuan Silaturahmi Kebangsaan di Kantor MUI Pusat, Jakarta, Selasa (6/10/2026).
Terima Buruh, KSP Harap UU Pelindungan Ketenagakerjaan Tumbuhkan Ekonomi
Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal Listyo Sigit Prabowo bertemu dengan sejumlah perwakilan buruh membahas Undang-undang (UU) Pelindungan Ketenagakerjaan yang baru disahkan di DPR.
VIDEO: Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 490 Gram Sabu
VIDEO: Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 490 Gram Sabu CNN Indonesia TV | CNN Indonesia Selasa, 06 Okt 2026 23:30 WIB Jakarta, CNN Indonesia -- Penumpang pesawat rute Batam - Jakarta diamankan petugas Bea Cukai, lantaran menyelundupkan sabu-sabu cair.
Mau Kerja di Bidang Keuangan? Jangan Cuma Bisa Catat Transaksi, Perluas Skill Akuntansi
Bekerja di bidang keuangan membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan mencatat transaksi. Ketika masuk ke dunia kerja, kamu bisa berhadapan dengan proses akuntansi yang lebih kompleks, mulai dari siklus perusahaan dagang hingga perhitungan biaya pada perusahaan manufaktur.