Lewati ke konten

Rabu, 7 Oktober 20262927 berita

Cuaca Panas Bikin Kepala Sakit, Kenali PenyebabnyaAlarm Kematian El Nino di RI, Benarkah Belasan Ribu Terancam Tewas?Mediasi Audi Marissa dan Anthony Xie Resmi Gagal, Kuasa Hukum: Pintu Rujuk Masih TerbukaRUU Pelindungan Ketenagakerjaan Atur Dana Cadangan Pesangon hingga Larangan Tahan IjazahDulu Buka Jalan Cawapres, Almas Kini Minta DPR Proses Makzulkan GibranCristiano Ronaldo Ungkap Alasan Tinggalkan Timnas Portugal, Klaim Jorge Jesus Ingkar JanjiSegini Hadiah Timnas Indonesia Usai Kalahkan Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026Menko Sugino minta Menpora hitung kebutuhan tambahan bonus bagi atletMasalah Kualitas, As Roda Chery Omoda 5 Copot Terjadi di MalaysiaHaji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara
Lifestyle

Cuaca Panas Bikin Kepala Sakit, Kenali Penyebabnya

Liputan6 Kesehatan 2 menit baca 468 kata
Cuaca Panas Bikin Kepala Sakit, Kenali Penyebabnya — gambar dari Liputan6 Kesehatan
Gambar dari Liputan6 Kesehatan. Ringkasan oleh Zona News.

Liputan6.com, Jakarta - Cuaca panas tidak hanya membuat tubuh berkeringat dan terasa gerah. Pada sebagian orang, kondisi tersebut juga dapat memicu sakit kepala, di mana suhu tinggi dan keringat berlebih dapat membuat tubuh kehilangan cairan sehingga meningkatkan risiko dehidrasi dan kelelahan.

Dehidrasi menjadi salah satu penyebab utama sakit kepala ketika cuaca panas, seperti dikutip Vinmec, Selasa (6/10/2026). Saat tubuh kehilangan air melalui keringat dan tidak segera menggantinya, kondisi tersebut dapat memicu sakit kepala sekaligus membuat tubuh terasa lelah.

Selain kehilangan cairan, suhu tinggi juga dapat memengaruhi pembuluh darah. Paparan panas menyebabkan kapiler di kepala melebar sebagai respons terhadap suhu. Pelebaran tersebut dapat memicu rasa sakit dan memperburuk sakit kepala yang sudah dirasakan.

Di samping itu, perubahan lingkungan yang cukup drastis juga dapat berpengaruh pada rasa sakit di kepala. Misalnya, terlalu sering berpindah antara ruangan berpendingin dan lingkungan luar yang panas.

Tak sampai di sana, cuaca panas juga dapat memengaruhi tidur. Suhu yang tinggi dapat membuat kualitas tidur menurun dan menyebabkan tubuh lebih mudah mengalami kelelahan. Kondisi tersebut kemudian dapat membuat sakit kepala lebih mungkin terjadi.

Bagaimana dengan Heatstroke?

Namun, sakit kepala saat berada di bawah terik matahari perlu dibedakan dari gejala heatstroke. Kondisi ini merupakan respons tubuh terhadap paparan panas atau aktivitas di lingkungan bersuhu tinggi dan dapat berkembang secara tiba-tiba maupun bertahap.

Tidak hanya sakit kepala, heatstroke dapat dicirikan dengan sejumlah hal ini:

- Demam tinggi di atas 40,5 derajat Celsius.

- Tidak berkeringat.

- Kulit merah dan panas.

- Kelemahan atau kram otot.

- Mual dan muntah.

- Denyut jantung cepat.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/cuaca-panas-bikin-kepala-sakit-kenali-penyebabnya-ccf92c83/.

Baca juga

Semua berita Lifestyle