Lewati ke konten

Rabu, 7 Oktober 20262927 berita

Tangan Sering Kesemutan, Kenali Gejala Carpal Tunnel SyndromeAlarm Kematian El Nino di RI, Benarkah Belasan Ribu Terancam Tewas?Mediasi Audi Marissa dan Anthony Xie Resmi Gagal, Kuasa Hukum: Pintu Rujuk Masih TerbukaRUU Pelindungan Ketenagakerjaan Atur Dana Cadangan Pesangon hingga Larangan Tahan IjazahDulu Buka Jalan Cawapres, Almas Kini Minta DPR Proses Makzulkan GibranCristiano Ronaldo Ungkap Alasan Tinggalkan Timnas Portugal, Klaim Jorge Jesus Ingkar JanjiSegini Hadiah Timnas Indonesia Usai Kalahkan Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026Menko Sugino minta Menpora hitung kebutuhan tambahan bonus bagi atletMasalah Kualitas, As Roda Chery Omoda 5 Copot Terjadi di MalaysiaHaji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara
Lifestyle

Tangan Sering Kesemutan, Kenali Gejala Carpal Tunnel Syndrome

Liputan6 Kesehatan 3 menit baca 571 kata
Tangan Sering Kesemutan, Kenali Gejala Carpal Tunnel Syndrome — gambar dari Liputan6 Kesehatan
Gambar dari Liputan6 Kesehatan. Ringkasan oleh Zona News.

Liputan6.com, Jakarta - Tangan kesemutan mungkin terasa seperti keluhan biasa yang akan hilang setelah digerakkan. Namun, bila kesemutan berulang terutama di malam hari lalu rasa kebas muncul pada ibu jari, telunjuk, jari tengah, dan sebagian jari manis, patut jadi perhatian karena bisa jadi itu gejala Carpal Tunnel Syndrome (CTS).

Carpal Tunnel Syndrome adalah kondisi ketika salah satu saraf utama yang melewati pergelangan tangan mengalami tekanan pada jalurnya yang sempit. Kondisi itu menyebabkan orang yang mengalaminya merasakan kesemutan atau kebas pada jari. Biasanya keluhan datang di malam hari seperti disampaikan dokter Puspasari, SpN dari Neuroscience Center Bethsaida Hospital Gading Serpong.

“Keluhan CTS biasanya berupa kesemutan atau kebas pada ibu jari, telunjuk, jari tengah, dan sebagian jari manis. Keluhan ini sering lebih terasa pada malam hari dan bahkan dapat membuat pasien terbangun dari tidur,” jelas Puspasari.

Pada kondisi Carpal Tunnel Syndrome yang lebih lanjut maka tangan dapat terasa lemah. Alhasil mudah menjatuhkan benda atau mengalami kesulitan melakukan gerakan halus. Mengibaskan atau menggoyangkan tangan terkadang dapat membuat keluhan terasa lebih ringan.

Gejala Carpal Tunnel Syndrome Lainnya Gangguan pada saraf juga dapat terjadi pada area leher. Pada gangguan saraf yang berasal dari leher, saraf yang keluar dari tulang belakang di daerah leher mengalami iritasi atau tekanan. Kondisi ini dapat berkaitan dengan perubahan pada tulang belakang, penyempitan jalur saraf, maupun gangguan pada bantalan tulang atau diskus.

“Jika sumber gangguan berasal dari leher, keluhan dapat berupa nyeri yang berawal dari leher kemudian menjalar ke bahu, lengan, hingga jari-jari tangan. Kesemutan atau kebas juga dapat muncul pada area tertentu sesuai dengan saraf yang mengalami gangguan,” ujar Puspasari lewat pesan tertulis.

Pada sebagian pasien, gangguan saraf dari leher juga dapat menyebabkan kelemahan pada kelompok otot tertentu. Gangguan saraf leher tidak selalu disertai nyeri leher yang berat. Pada beberapa orang, keluhan yang paling terasa justru kesemutan atau kebas pada tangan.

Menegakkan Diagnosis Puspasari mengingatkan mengalami gejala di atas yang mana kesemutan terjadi berulang, semakin sering, membuat terbangun pada malam hari, tidak kunjung membaik, disertai nyeri menjalar atau kelemahan tangan, atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, segera cek kondisi kesehatan ke dokter.

Lokasi kesemutan dapat menjadi petunjuk. Kemudian dokter akan menilai pola keluhan, kondisi saraf, kekuatan otot, refleks, serta bagian tangan atau lengan yang mengalami gangguan rasa.

Pada kondisi tertentu, dokter dapat merekomendasikan EMG/NCS (Electromyography/Nerve Conduction Study).

“NCS membantu menilai bagaimana sinyal listrik berjalan melalui saraf, sedangkan EMG membantu mengevaluasi aktivitas listrik pada otot. Pemeriksaan ini dapat memberikan informasi mengenai lokasi dan tingkat gangguan saraf,” jelasnya.

EMG dan NCS dapat membantu membedakan apakah gangguan lebih mengarah pada saraf di pergelangan tangan seperti pada CTS, saraf yang berasal dari leher, gangguan saraf tepi lainnya, atau kombinasi beberapa kondisi.

Pada beberapa kasus, diperlukan juga MRI untuk melengkapi pemeriksaan klinis. Seperti diketahui MRI berfungsi untuk melihat struktur tubuh sementara EMG/NCS melihat fungsi saraf dan otot.

“Pada kondisi tertentu, pemeriksaan klinis, MRI, dan EMG/NCS dapat saling melengkapi. Tujuannya bukan hanya menemukan kelainan, tetapi memahami apakah kelainan tersebut sesuai dengan keluhan pasien,” tambah Puspasari.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/tangan-sering-kesemutan-kenali-gejala-carpal-tunnel-syndrome-543743b6/.

Baca juga

Semua berita Lifestyle