Lewati ke konten

Jumat, 2 Oktober 2026964 berita

Cukup Pakai Pikiran, Kursi Roda Ini Bisa Melaju dan BerbelokPolisi Selidiki Wanita Dianiaya Usai Dituduh Curi Amplop Hajatan di JakselVIDEO: Polisi Bongkar Laboratorium Rahasia Produksi Vape EtomidateThailand Cabut Kewarganegaraan Pengusaha Israel, Ini AlasannyaRusia tegaskan akan merespons atas ancaman terhadap KaliningradTempat Taco di Jakarta yang Sering Direkomendasikan, Bisa Dipesan di GrabFoodKepala BGN minta pemda kontribusi sidak SPPG pastikan keamanan panganPihak Richard Lee Soroti Alokasi Waktu Sidang, Tuntut Kesetaraan Hak Pembelaan di Depan HakimBupati Gowa Tak Ditahan Usai Diperiksa Kortas Tipikor PolriSertijab Kapolri dari Listyo ke Suyudi Digelar Sore Ini
Internasional

Cukup Pakai Pikiran, Kursi Roda Ini Bisa Melaju dan Berbelok

Liputan6 Tekno 3 menit baca 656 kata
Cukup Pakai Pikiran, Kursi Roda Ini Bisa Melaju dan Berbelok — gambar dari Liputan6 Tekno
Gambar dari Liputan6 Tekno. Ringkasan oleh Zona News.

Liputan6.com, Jakarta - AiMOGA Robotics, perusahaan teknologi di bawah naungan Chery Group, tidak hanya mengembangkan robot humanoid. Perusahaan asal China ini juga mengembangkan teknologi kursi roda pintar yang memanfaatkan sinyal otak untuk menerjemahkan perintah pengguna menjadi gerakan.

Teknologi tersebut bahkan berhasil mencatatkan prestasi dalam kompetisi tingkat internasional. Kursi roda kendali sinyal otak bernama AiMOGA BCI, meraih juara pertama dalam kategori "Mind-Driven Wheelchair Challenge" pada Global Brain-Computer Interface (BCI) × Medical Insurance Innovation Scenario Competition 2026 di Hangzhou, China.

Dalam kompetisi tersebut, AiMOGA BCI berhasil menyelesaikan lintasan dalam waktu 2 menit 16 detik. Catatan ini unggul 17 detik dibandingkan peserta yang menempati posisi kedua.

Kompetisi mengharuskan peserta menggunakan perangkat electroencephalography (EEG) untuk merekam aktivitas listrik otak. Sinyal tersebut kemudian digunakan untuk mengendalikan kursi roda dan menyelesaikan lintasan yang telah ditentukan.

Waktu penyelesaian menjadi salah satu indikator utama dalam kategori tersebut.

Head of Brain-Computer Interface AiMOGA Robotics, Xie Yuyang, mengatakan unit yang digunakan dalam kompetisi dibawa langsung dari Wuhu, Provinsi Anhui, menuju Hangzhou.

Setelah tiba di lokasi, kursi roda tersebut disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan persyaratan kompetisi.

Menariknya, sejumlah fitur yang sebenarnya tersedia pada AiMOGA BCI tidak digunakan selama perlombaan. Fitur penghindaran rintangan berbasis LiDAR dan navigasi peta dinonaktifkan sesuai dengan aturan kompetisi.

Dengan demikian, hasil tersebut lebih menitikberatkan pada kemampuan sistem dalam menangkap sinyal EEG, mengenali perintah, dan menerjemahkannya menjadi gerakan kursi roda.

"Tujuan awal kami mengembangkan produk ini adalah untuk memberikan kemudahan dan membuka lebih banyak kemungkinan bagi penyandang paraplegia tingkat tinggi, orang yang mengalami stroke, serta orang dengan gangguan mobilitas lainnya," ujar Xie Yuyang.

AiMOGA BCI menggunakan sistem perekaman sinyal EEG non-invasif dengan delapan kanal. Pengguna cukup mengenakan perangkat EEG, kemudian memusatkan perhatian pada sejumlah perintah arah yang ditampilkan melalui layar.

Sistem selanjutnya akan mengenali sinyal EEG yang sesuai dan menerjemahkannya menjadi perintah gerakan. Perintah tersebut mencakup maju, mundur, kiri, kanan, dan berhenti.

Menurut AiMOGA, sistem ini memiliki tingkat akurasi pengenalan perintah EEG lebih dari 95 persen, dengan waktu latensi pengenalan kurang dari 3 detik.

Teknologi tersebut memungkinkan pengguna mengendalikan kursi roda tanpa harus menggunakan tangan. Hal ini menjadi salah satu opsi bagi pengguna yang mengalami keterbatasan gerak pada tangan atau anggota tubuh lainnya, tetapi masih memiliki kemampuan untuk memahami instruksi.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/cukup-pakai-pikiran-kursi-roda-ini-bisa-melaju-dan-berbelok-a53e5a8e/.

Baca juga

Thailand Cabut Kewarganegaraan Pengusaha Israel, Ini Alasannya

Thailand Cabut Kewarganegaraan Pengusaha Israel, Ini Alasannya Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Thailand mencabut kewarganegaraan seorang pengusaha kelahiran Israel, Ariel Blustein, setelah menemukan bukti bahwa ia masih menggunakan kewarganegaraan dan paspor lamanya setelah…

CNBC Indonesia

Kolom Pakar: Pemeriksaan TB untuk WNI yang Akan ke Jepang

Liputan6.com, Jakarta - Pada September 2026, bulan yang lalu, Kedutaan Besar RI di Tokyo, Jepang, mengeluarkan informasi aturan baru bagi kita orang Indonesia yang berjudul 'Pemeriksaan TB untuk WNI yang akan ke Jepang', lengkapnya di laman konsuler.kbritokyo.jp.

Liputan6 Kesehatan

Semua berita Internasional