Lewati ke konten

Rabu, 7 Oktober 20262927 berita

FTSE Russell Pertahankan Status Pasar Modal RI di Emerging MarketAlarm Kematian El Nino di RI, Benarkah Belasan Ribu Terancam Tewas?Mediasi Audi Marissa dan Anthony Xie Resmi Gagal, Kuasa Hukum: Pintu Rujuk Masih TerbukaRUU Pelindungan Ketenagakerjaan Atur Dana Cadangan Pesangon hingga Larangan Tahan IjazahDulu Buka Jalan Cawapres, Almas Kini Minta DPR Proses Makzulkan GibranCristiano Ronaldo Ungkap Alasan Tinggalkan Timnas Portugal, Klaim Jorge Jesus Ingkar JanjiSegini Hadiah Timnas Indonesia Usai Kalahkan Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026Menko Sugino minta Menpora hitung kebutuhan tambahan bonus bagi atletMasalah Kualitas, As Roda Chery Omoda 5 Copot Terjadi di MalaysiaHaji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara
Ekonomi

FTSE Russell Pertahankan Status Pasar Modal RI di Emerging Market

Detik 1 menit baca 291 kata
FTSE Russell Pertahankan Status Pasar Modal RI di Emerging Market — gambar dari Detik Finance
Gambar dari Detik Finance. Ringkasan oleh Zona News.

Lembaga penyedia indeks global, FTSE Russell, mempertahankan status pasar modal Indonesia di Secondary Emerging Market. Hal tersebut diumumkan berdasarkan hasil klasifikasi tahunan yang diunggah dalam FTSE Equity Country Classification - September 2026 Annual Announcement.

Dalam pengumuman tersebut, FTSE tidak memasukkan pasar modal inovasi ke dalam daftar pemantauan (Watch List) atau negara yang berpotensi mengalami reklasifikasi status. Namun, FTSE akan terus memantau perkembangan pasar modal RI dan berkomunikasi dengan pelaku pasar untuk penilaian berkelanjutan.

"Status Indonesia sebagai pasar negara berkembang sekunder tetap tidak berubah. FTSE Russell tidak memasukkan Indonesia ke dalam Daftar Pantauan dan akan terus memantau perkembangan pasar serta berinteraksi dengan pelaku pasar sebagai bagian dari penilaian berkelanjutan," tulis pengumuman FTSE dikutip dari laman resminya, Rabu (7/10/2026).

FTSE juga akan memantau perkembangan reformasi pasar modal yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Self-Regulatory Organization (SRO). Reformasi ini dinilai untuk mengatasi kekhawatiran investor terkait transparansi dan replikabilitas data di pasar modal RI.

Reformasi tersebut mencakup peningkatan pengungkapan informasi kepada pemegang saham, perluasan kategori klasifikasi investor, persyaratan minimum free float, dan peningkatan alat pengawasan pasar.

"Langkah-langkah ini dimaksudkan untuk mengatasi kekhawatiran yang sebelumnya telah diidentifikasi terkait transparansi dan replikabilitas data. FTSE Russell akan terus memantau implementasi dan efektivitas langkah-langkah ini dan berinteraksi dengan pelaku pasar untuk mengumpulkan umpan balik," jelasnya.

Selanjutnya, FTSE akan memberikan penilaian terhadap pasar modal Indonesia jelang peninjauan indeks Desember 2026. Peninjauan tersebut akan mengacu pada perkembangan reformasi pasar modal Indonesia.

FTSE sendiri terus melakukan memantau terkait reformasi pasar modal Indonesia. Sebelumnya, lembaga penyedia indeks global itu juga melakukan penundaan beberapa peninjauan indeks untuk Indonesia pada Maret, Juni, dan September.

"FTSE Russell akan memberikan pembaruan tentang perlakuan terhadap sekuritas Indonesia menjelang peninjauan indeks Desember 2026, dengan mempertimbangkan kemajuan reformasi pasar dan umpan balik yang diterima dari para pemangku kepentingan," pungkasnya.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/ftse-russell-pertahankan-status-pasar-modal-ri-di-emerging-market-0df77223/.

Baca juga

Haji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara

Haji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara Jakarta, CNBC Indonesia - Aksi korporasi antar dua konglomerat, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) milik Low Tuck Kwong dengan PT Jhonlin Baratama milik Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam masih berlanjut.

CNBC Indonesia

Semua berita Ekonomi