Hati-Hati Fake BTS, SMS Penipuan Bisa Muncul dengan Nama Bank
Liputan6.com, Jakarta - Kasubdit IV Siber Polda Metro Jaya AKBP Grawas Sugiharto mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap modus kejahatan siber terbaru berbasis teknologi pemancar sinyal palsu atau Fake BTS.
Modus ini memanfaatkan perangkat canggih yang dioperasikan secara mobile untuk menyebarkan pesan singkat (SMS) jebakan (phishing) yang seolah-olah dikirimkan oleh lembaga resmi, seperti perbankan, e-commerce, maupun operator seluler.
“Kami mengimbau para pengguna telepon seluler untuk selalu think before click. Ketika mendapat pesan bonus atau mendapat undian berita lain yang too good to be true,” kata Grawas dalam Konferensi Pers, Jumat (2/10/26).
Grawas mengatakan harus lakukan konfirmasi dan melakukan pengecekan di manapun berada.
“Kami ingatkan, jangan sampai nanti kita terbawa euforia untuk mendapatkan keuntungan dalam jumlah besar akhirnya kita terlena sehingga menjadi korban dari kejahatan siber,” tutur Grawas.
Grawas menjelaskan para pelaku biasanya menyasar pusat-pusat keramaian di DKI Jakarta, seperti stasiun KRL, stasiun MRT, dan pusat perbelanjaan, khususnya pada jam-jam sibuk saat berangkat/pulang kerja dan waktu makan siang.
“Mereka biasanya mengendarai mobil dengan kecepatan lambat (30–40 km/jam) sembari mengoperasikan perangkat Fake BTS yang ditenagai aki dan amplifier dengan radius jangkauan sinyal mencapai 1 hingga 1,5 kilometer,” ujar Grawas.
Cara Kerja Pelaku Kejahatan Berbeda dengan SMS penipuan biasa dari nomor ponsel tak dikenal. Grawas menyebut, alat pemancar palsu ini menyimulasikan sinyal BTS resmi milik operator.
“Dalam sehari, pengoperasian target Fake BTS ini bisa mem-blast minimal 20.000 SMS berisi narasi penukaran poin promo atau penawaran voucher belanja yang akan segera hangus,” kata Grawas.
Hal ini membuat sistem pada ponsel masyarakat yang berada di dalam radius jangkauan terkecoh sehingga menampilkan nama pengirim yang menyerupai lembaga resmi (seperti nama bank terkemuka).
“Tautan (link) di dalam SMS tersebut nantinya akan mengarahkan korban ke situs web phishing gratisan dengan domain khusus yang tampilan visualnya dibuat sangat mirip dengan situs perbankan asli,” ujar Grawas.
Pelaku Incar Data dan Limit Kartu Kredit Berdasarkan hasil analisis digital forensik sejauh ini, sasaran utama dari situs web palsu tersebut adalah pengumpulan data pribadi (nama dan nomor ponsel) serta data kartu kredit korban.
“Saat korban percaya dan memasukkan rincian kartu kredit lalu menekan tombol submit, transaksi tersebut secara otomatis memotong limit kartu kredit korban untuk pembelian barang di platform e-commerce, sekaligus mengincar akses OTP atau PIN transaksi,” tutur Grawas.
Berikut beberapa tips untuk menghindari penipuan ini :
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/hati-hati-fake-bts-sms-penipuan-bisa-muncul-dengan-nama-bank-4209afc8/.
Baca juga
Jartatel Sapu Bersih Kabel Optik Semrawut Tanpa Bebani APBD
Liputan6.com, Jakarta - Asosiasi Penyelenggara Jaringan Tetap Telekomunikasi (Jartatel) menunjukkan komitmennya dalam mendukung percepatan digitalisasi nasional lewat aksi penataan infrastruktur kabel serat optik.
Hasil FP2 MotoGP Jepang: Bezzecchi Tercepat, Marc Marquez Posisi ke-4
Marco Bezzecchi jadi yang tercepat di sesi latihan bebas kedua (FP2) MotoGP Jepang 2026 yang berlangsung di Sirkuit Motegi, Sabtu (3/10).
Burgundy atau Glacier? Warna iPhone 18 Pro Mana yang Jadi Incaranmu?
Pekan lalu, Apple resmi memperkenalkan iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max. Selain desain dan fitur terbarunya, pilihan warna yang ditawarkan juga langsung mencuri perhatian para Apple Fanboy.
Ganti Pelindung Layar iPhone Duo Harus Bayar, Galaxy Z Fold 8 Bisa Gratis
Ponsel layar lipat yang ada di pasaran saat ini sudah dilengkapi lapisan pelindung di layar utamanya, termasuk iPhone Duo. Lapisan pelindung kayar iPhone Duo dapat diganti, tapi dengan biaya tambahan.