Lewati ke konten

Selasa, 6 Oktober 20262292 berita

Hutan di Gunungkidul Jadi Sumber Pangan dan Penggerak Ekonomi DesaVIDEO: 17 Pegawai Lapas Cibinong Disanksi, Kalapas Diberhentikan12 pembalap tiba di Lombok, bersiap untuk MotoGP Mandalika 2026Koordinator BEM UI Diserang OTK di Jaksel, Ditendang lalu Nyungsruk dari MotorKapolres Bogor Tekankan Sinergitas TNI-Polri Kunci Mutlak Jaga Keamananamp;nbsp;Juara, Prabowo serahkan trofi FIFA ASEAN Cup ke pemain IndonesiaPolisi imbau suporter rayakan kemenangan Indonesia secara tertibJamal Mirdad Sentil Artis Muda yang Cuma Kejar Viral: “Berikan Karyamu”Pekalongan gelar Festival Literasi untuk bangkitkan minat baca wargaSejumlah menko mulai gunakan Maung Garuda sebagai kendaraan dinas
Ekonomi

Hutan di Gunungkidul Jadi Sumber Pangan dan Penggerak Ekonomi Desa

Liputan6 News 3 menit baca 624 kata
Hutan di Gunungkidul Jadi Sumber Pangan dan Penggerak Ekonomi Desa — gambar dari Liputan6 News
Gambar dari Liputan6 News. Ringkasan oleh Zona News.

Liputan6.com, Jakarta - Hutan seluas 87 hektare di Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dikembangkan menjadi kawasan pangan berbasis lingkungan melalui budidaya pohon nangka. Hasil panennya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku nangka muda atau gori bagi industri kuliner gudeg Yogyakarta.

Pengembangan tersebut dilakukan melalui program Hutan Lestari Wanaboga Nangka di Petak 58 RPH Candi, BDH Karangmojo, Kalurahan Jatiayu, Kapanewon Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul. Program ini dijalankan Pertamina melalui Pertamina Foundation bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY.

Selain memperkuat ketersediaan pangan, pengembangan kawasan hutan ini ditujukan untuk meningkatkan nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan secara berkelanjutan.

Kebutuhan nangka muda untuk industri kuliner gudeg di Yogyakarta diperkirakan mencapai sekitar sembilan ton per hari. Sementara itu, produksi lokal dari wilayah DIY baru memenuhi sekitar dua ton per hari sehingga masih terdapat defisit sekitar tujuh ton yang harus dipenuhi dari luar daerah.

Optimalisasi kawasan hutan di Gunungkidul diharapkan dapat menjadi salah satu sumber pasokan nangka muda sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah.

Komisaris PT Pertamina (Persero), Nanik S. Deyang, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus menjaga ketahanan energi.

“Yogyakarta ini identik dengan gudeg, namun selama ini belum memiliki sumber bahan baku mandiri sehingga harus mendatangkan dari luar daerah. Pemanfaatan lahan di Gunungkidul ini adalah bagian nyata dari program ketahanan pangan,” ujar Nanik, Senin (5/10/2026).

Libatkan 400 Petani Pengembangan kawasan hutan pangan tersebut mendapat dukungan Pemerintah Daerah DIY serta arahan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam pemanfaatan kawasan hutan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pengelolaan kawasan melibatkan Kelompok Tani Hutan Lestari Wanaboga Nangka yang beranggotakan sekitar 400 petani lokal.

Perwakilan Kelompok Tani Hutan Lestari Wanaboga Nangka, Ngatimin, mengatakan kelompok tani telah melakukan sedikitnya tiga kali panen sejak program dikembangkan.

Dia berharap pendampingan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia terus berlanjut sehingga hasil kebun dapat dikembangkan menjadi berbagai produk turunan bernilai tambah.

Untuk menghadapi kondisi lahan karst Gunungkidul yang cenderung kering pada musim kemarau, pengembangan kawasan dilakukan dengan sistem tumpangsari dan dukungan pengairan berbasis energi bersih.

Dalam jangka panjang, kawasan tersebut tidak hanya diarahkan sebagai sumber bahan pangan dan bahan baku kuliner, tetapi juga dikembangkan menjadi kawasan eduwisata.

Hutan Pangan Berbasis Lingkungan Corporate Secretary PT Pertamina (Persero), Arya Dwi Paramita, mengatakan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dijalankan perusahaan diarahkan untuk memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/hutan-di-gunungkidul-jadi-sumber-pangan-dan-penggerak-ekonomi-desa-bcfacd69/.

Baca juga

Semua berita Ekonomi