Lewati ke konten

Rabu, 7 Oktober 20262927 berita

IHSG dan Rupiah Tertekan, Begini DatanyaAlarm Kematian El Nino di RI, Benarkah Belasan Ribu Terancam Tewas?Mediasi Audi Marissa dan Anthony Xie Resmi Gagal, Kuasa Hukum: Pintu Rujuk Masih TerbukaRUU Pelindungan Ketenagakerjaan Atur Dana Cadangan Pesangon hingga Larangan Tahan IjazahDulu Buka Jalan Cawapres, Almas Kini Minta DPR Proses Makzulkan GibranCristiano Ronaldo Ungkap Alasan Tinggalkan Timnas Portugal, Klaim Jorge Jesus Ingkar JanjiSegini Hadiah Timnas Indonesia Usai Kalahkan Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026Menko Sugino minta Menpora hitung kebutuhan tambahan bonus bagi atletMasalah Kualitas, As Roda Chery Omoda 5 Copot Terjadi di MalaysiaHaji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara
Ekonomi

IHSG dan Rupiah Tertekan, Begini Datanya

Detik 3 menit baca 586 kata
IHSG dan Rupiah Tertekan, Begini Datanya — gambar dari Detik Finance
Gambar dari Detik Finance. Ringkasan oleh Zona News.

Pasar keuangan Indonesia tengah menghadapi tekanan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi cukup dalam sepanjang September, sementara nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan dolar Singapura.

Di pasar saham, tekanan ditandai dengan keluarnya dana investor asing dalam jumlah besar. Sementara itu, dolar AS telah menembus level Rp 17.900 dan dolar Singapura semakin mendekati Rp 14.000.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi menyebut investor asing melakukan aksi jual bersih atau net sell hingga Rp 10,24 triliun di pasar saham di tengah meningkatnya volatilitas pasar keuangan global. Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan Agustus dengan net buy Rp 1,19 triliun.

"Investor asing membukukan net sell di pasar saham senilai Rp 10,24 triliun, sementara di bulan Agustus 2026 lalu tercatat net buy investor asing sebesar Rp 1,19 triliun," kata Hasan dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan secara virtual, Senin (5/10/2026).

Tekanan tersebut tercermin pada pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup di 6.071,14 pada akhir September atau terkoreksi 6,96% secara month-to-month. Pergerakan pasar saham domestik sepanjang September dipengaruhi meningkatnya volatilitas pasar keuangan global seiring eskalasi tensi geopolitik dan kenaikan suku bunga global.

Meski demikian, OJK menilai daya tahan dan likuiditas pasar modal domestik masih terjaga. Rata-rata bid-ask spread pasar saham 1,2%, relatif stabil dibandingkan bulan sebelumnya 1,17%.

Tekanan juga terjadi di pasar obligasi. Indonesia Composite Bond Index (ICBI) pada September 2026 ditutup pada level 439,05 atau turun 0,23% secara bulanan.

Di tengah kenaikan imbal hasil obligasi global dan ketidakpastian global, tekanan keluarnya dana investor asing dari pasar Surat Berharga Negara (SBN) dinilai masih terbatas. Investor asing melakukan net sell Rp 340 miliar sepanjang September.

Kinerja industri pengelolaan investasi turut mengalami penyesuaian. Nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana tercatat Rp 637,07 triliun atau turun 2,42% secara bulanan.

Rupiah Tertekan Tekanan di pasar keuangan juga terlihat pada pergerakan nilai tukar rupiah. Mata uang Garuda kompak melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan dolar Singapura hingga perdagangan siang kemarin.

Dolar AS menguat cukup tinggi ke level Rp 17.900 pada perdagangan Senin siang. Penguatan juga terjadi pada dolar Singapura yang terus mendekati level Rp 14.000 terhadap rupiah.

Dikutip dari Bloomberg, Senin (5/10/2026), dolar AS diperdagangkan pada level Rp 17.941. Mata uang Paman Sam menguat sebesar 59 poin atau 0,33%.

Sementara itu, dolar Singapura selangkah lagi menyentuh level Rp 14.000. Mata uang milik Negeri Singa menguat sebesar 6,72 poin atau 0,05% dan berada pada level Rp 13.997.

Di sisi lain, Bank Indonesia (BI) mencatat nilai tukar rupiah mengalami depresiasi 7,74% secara year to date (ytd). Pelemahan nilai tukar ini dinilai masih beriringan dengan pergerakan mata uang negara-negara tetangga.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/ihsg-dan-rupiah-tertekan-begini-datanya-34575ac2/.

Baca juga

Haji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara

Haji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara Jakarta, CNBC Indonesia - Aksi korporasi antar dua konglomerat, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) milik Low Tuck Kwong dengan PT Jhonlin Baratama milik Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam masih berlanjut.

CNBC Indonesia

Semua berita Ekonomi