Lewati ke konten

Rabu, 7 Oktober 20262927 berita

IHSG Menguat Sambut Pengumuman FSTE soal Pasar Modal RIAlarm Kematian El Nino di RI, Benarkah Belasan Ribu Terancam Tewas?Mediasi Audi Marissa dan Anthony Xie Resmi Gagal, Kuasa Hukum: Pintu Rujuk Masih TerbukaRUU Pelindungan Ketenagakerjaan Atur Dana Cadangan Pesangon hingga Larangan Tahan IjazahDulu Buka Jalan Cawapres, Almas Kini Minta DPR Proses Makzulkan GibranCristiano Ronaldo Ungkap Alasan Tinggalkan Timnas Portugal, Klaim Jorge Jesus Ingkar JanjiSegini Hadiah Timnas Indonesia Usai Kalahkan Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026Menko Sugino minta Menpora hitung kebutuhan tambahan bonus bagi atletMasalah Kualitas, As Roda Chery Omoda 5 Copot Terjadi di MalaysiaHaji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara
Ekonomi

IHSG Menguat Sambut Pengumuman FSTE soal Pasar Modal RI

Detik 1 menit baca 235 kata
IHSG Menguat Sambut Pengumuman FSTE soal Pasar Modal RI — gambar dari Detik Finance
Gambar dari Detik Finance. Ringkasan oleh Zona News.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) lanjut menguat pada perdagangan pagi ini, Rabu (7/10/2026). Indeks saham menguat menyusul pengumuman FSTE Russell yang mempertahankan Indonesia pada status Secondary Emerging Market.

Berdasarkan data RTI Business, IHSG menguat 0,25% ke level 6.208,66 pagi ini. Namun begitu, indeks saham tercatat volatil dari awal pembukaan pada posisi 6.210,41.

Secara intraday hingga pukul 09.08 WIB, indeks saham sempat melemah pada level 6.191,25. Sementara level tertinggi IHSG pagi ini berada di posisi 6.214,76.

Volume perdagangan tercatat sebanyak 7,19 miliar dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,18 triliun pukul 09.08 WIB. Frekuensi saham yang diperdagangkan tercatat sebanyak 148.759 kali.

Tercatat sebanyak 282 saham menguat, 219 saham melemah, dan 219 saham stagnan. Kapitalisasi pasar pagi ini tercatat sebanyak Rp 10.946 triliun.

Sebagai informasi, FTSE Russell mempertahankan status pasar modal Indonesia di Secondary Emerging Market. Hal tersebut diumumkan berdasarkan hasil klasifikasi tahunan yang diunggah dalam FTSE Equity Country Classification - September 2026 Annual Announcement.

Dalam pengumuman tersebut, FTSE tidak memasukkan pasar modal inovasi ke dalam daftar pemantauan (Watch List) atau negara yang berpotensi mengalami reklasifikasi status. Namun FTSE akan terus memantau perkembangan pasar modal RI dan berkomunikasi dengan pelaku pasar untuk penilaian berkelanjutan.

"Status Indonesia sebagai pasar negara berkembang sekunder tetap tidak berubah. FTSE Russell tidak memasukkan Indonesia ke dalam Daftar Pantauan dan akan terus memantau perkembangan pasar serta berinteraksi dengan pelaku pasar sebagai bagian dari penilaian berkelanjutan," tulis pengumuman FSTE dikutip dari laman resminya, Rabu (7/10/2026).

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/ihsg-menguat-sambut-pengumuman-fste-soal-pasar-modal-ri-3443d70b/.

Baca juga

Haji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara

Haji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara Jakarta, CNBC Indonesia - Aksi korporasi antar dua konglomerat, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) milik Low Tuck Kwong dengan PT Jhonlin Baratama milik Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam masih berlanjut.

CNBC Indonesia

Semua berita Ekonomi