Lewati ke konten

Rabu, 7 Oktober 20262728 berita

Investasi Hulu Migas Masih Berpeluang Tumbuh, Kepastian Kebijakan KuncinyaThe Future Fest 2026 perluas akses pendidikan tinggiFictor Roring nilai jumlah laga IBL All Indonesian harus lebih banyakMarc Marquez: Tolong Doakan Saya Finis di MotoGP Mandalika 2026Menteri PKP pastikan program bedah rumah di Bandung tepat sasaranEgy Maulana Vikri bersyukur akhirnya bisa antar Timnas Indonesia juaraRelawan Gibran Sujud Syukur Usai MK Tak Terima Gugatan Denny Indrayana DkkKejagung siapkan 34 JPU untuk sidang perdana Febrie AdriansyahMK putuskan gugatan terhadap ijazah Wapres Gibran tidak diterimaClaresta Taufan sebut tema film "Bapak Paling Jujur" bikin deg-degan
Ekonomi

Investasi Hulu Migas Masih Berpeluang Tumbuh, Kepastian Kebijakan Kuncinya

Liputan6 Bisnis 4 menit baca 737 kata
Investasi Hulu Migas Masih Berpeluang Tumbuh, Kepastian Kebijakan Kuncinya — gambar dari Liputan6 Bisnis
Gambar dari Liputan6 Bisnis. Ringkasan oleh Zona News.

Liputan6.com, Jakarta - Peluang peningkatan investasi di sektor hulu migas Indonesia masih terbuka lebar, seiring besarnya potensi sumber daya yang belum dikembangkan. Dukungan pemerintah melalui penyempurnaan kebijakan serta fleksibilitas skema kontrak menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya tarik investasi di sektor tersebut.

Ke depan, kolaborasi antara pemerintah, regulator, dan pelaku usaha perlu terus diperkuat guna mendorong investasi, menemukan cadangan baru, meningkatkan produksi, serta mendukung ketahanan energi nasional.

Direktur Keuangan PHE Bayu Kusuma Dewanto mengatakan, pelaku usaha pada dasarnya memiliki keinginan untuk terus meningkatkan investasi di sektor hulu migas. Hal ini sejalan dengan realisasi investasi hulu migas Indonesia yang menunjukkan tren pertumbuhan dari tahun ke tahun.

Tahun lalu, nilainya tercatat sekitar US$15 miliar atau setara Rp276 triliun. Angka tersebut masih berpotensi meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun mendatang “Pelaku usaha sebenarnya mau investasi besar-besaran. Kalau bicara angka investasi hulu US$ 15 miliar atau Rp 276 triliun. PHE 2025 itu spend US$ 5 miliar. Apa yang dibutuhkan? Kerja sama yang bagus,” ujar Bayu saat berdiskusi di Jakarta, Selasa (6/10/2026).

PHE sendiri berencana meningkatkan belanja investasi hingga sekitar 1,5 kali lipat dibandingkan 2025. Menurut Bayu hal serupa juga bakal ditempuh KKKS dalam mempertahankan atau meningkatkan investasinya.

Kebutuhan investasi hulu migas ke depan memang diperkirakan akan semakin besar seiring tantangan menjaga produksi minyak nasional.

PHE sendiri sedang menggarap sejumlah proyek besar juga menjadi fokus investasi, antara lain pengembangan enhanced oil recovery (EOR) berbasis chemical serta pengembangan Migas Non Konvensional.

“PHE ada beberapa yang besar, paling besar Rokan MNK dan EOR chemical. Karena produksi minyak konvensional tidak sejalan dengan kebutuhan. Kebutuhan minyak grafiknya menunjukkan curam, sementara produksi hampir stagnan,” katanya.

Selain itu investasi hulu migas sudah sepatutnya ditujukan untuk meningkatkan cadangan. Dari sekitar 128 cekungan yang ada, masih ada separuhnya belum tersentuh eksplorasi sama sekali. “Kita coba menyentuh itu, kita coba tapping ke situ dengan uang yang siap kita investasikan,” katanya.

Namun, investasi eksplorasi memiliki karakteristik jangka panjang dan berisiko tinggi. Setelah pengeboran eksplorasi dilakukan, penemuan minyak pun masih membutuhkan waktu beberapa tahun sebelum dapat diproduksikan.

Karena itu, pentingnya kepastian regulasi dan keekonomian proyek dalam menentukan keputusan investasi. Menurutnya, besarnya modal dan panjangnya periode pengembalian investasi membuat konsistensi kebijakan menjadi faktor penting bagi pelaku usaha.

“Kita spend US$15 miliar di 2025 ini sangat-sangat besar. Jadi tanpa ada kepastian hukum dan kepastian kebijakan akan sangat sulit bagi pelaku usaha apa pun itu untuk bisa menginvestasikan uangnya,” tegasnya.

Hal Jadi Catatan Sementara itu, Pri Agung Rakhmanto, pengamat migas dari Universitas Trisakti yang juga Founder Reforminer Institute menilai iklim investasi hulu migas Indonesia dalam lima tahun terakhir menunjukkan perbaikan.

Menurut dia, pemerintah telah melakukan sejumlah pembenahan fundamental sejak kebijakan kontrak bagi hasil yang dianut di Indonesia, terutama dengan memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam skema kontrak.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/investasi-hulu-migas-masih-berpeluang-tumbuh-kepastian-kebijakan-3b44cc57/.

Baca juga

VIDEO: Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 490 Gram Sabu

VIDEO: Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 490 Gram Sabu CNN Indonesia TV | CNN Indonesia Selasa, 06 Okt 2026 23:30 WIB Jakarta, CNN Indonesia -- Penumpang pesawat rute Batam - Jakarta diamankan petugas Bea Cukai, lantaran menyelundupkan sabu-sabu cair.

CNN Indonesia

Semua berita Ekonomi