Kalah Lawan Indonesia, Gelandang Senior Timnas Thailand Akui ASEAN Cup Lebih Berat daripada AFF Cup
FIFA ASEAN Cup 2026 Kalah Lawan Indonesia, Gelandang Senior Timnas Thailand Akui ASEAN Cup Lebih Berat daripada AFF Cup 'Kompetisi ini jauh lebih kompetitif daripada saat kami bermain di Piala AFF' terang Sarach Yooyen yang merupakan gelandang senior Timnas Thailand Ringkasan Berita:
- Timnas Thailand tiba kembali di tanah air setelah keluar sebagai runner-up FIFA ASEAN Cup 2026 usai kalah adu penalti dari tuan rumah Indonesia di partai final - Gelandang senior Timnas Thailand, Sarach Yooyen menilai turnamen tersebut sangat kompetitif dan memuji perjuangan maksimal rekan setimnya di lapangan - Sarach menegaskan kesiapan untuk terus membela timnas dan menargetkan gelar juara di ajang King's Cup pada November mendatang untuk mengobati kekecewaan fans Thailand TRIBUNNEWS.COM - Tim nasional sepak bola putra senior Thailand telah tiba kembali di negara asal mereka setelah melakoni laga final FIFA ASEAN Cup di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Senin (5/10/2026).
Adapun armada pemain tim berjuluk Changsuek tersebut tiba di Thailand melalui Bandar Udara Internasional Suvarnabhumi sekitar pukul 17.00 waktu setempat, usai merampungkan seluruh rangkaian pertandingan mereka di Indonesia.
Dalam turnamen bergengsi FIFA ASEAN Cup 2026 tersebut, skuad Thailand harus puas finis sebagai runner-up setelah melalui laga final yang sengit melawan tim tuan rumah Indonesia.
Di partai puncak itu, kedua tim bermain imbang sepanjang 120 menit sebelum akhirnya Thailand harus mengakui keunggulan Indonesia melalui adu penalti dengan skor akhir dua berbanding empat.
Evaluasi Timnas Thailand di FIFA ASEAN Cup 2026 Menanggapi jalannya turnamen, gelandang senior Timnas Thailand, Sarach Yooyen pun buka suara.
Pemain BG Pathum United tersebut memberikan pandangannya terkait ketatnya persaingan di ajang tersebut.
"Saya pikir untuk turnamen ini, setiap negara membawa skuad terbaik mereka. Pertama, ini jauh lebih kompetitif daripada saat kami bermain di Piala AFF, dan ini adalah turnamen lain di mana kami merasa mendapatkan manfaat yang baik untuk sepak bola," ujar Sarach seperti yang dilansir dari Thairath.
Ia juga menambahkan bahwa semua tim yang bertanding di FIFA ASEAN Cup tampil dengan intensitas lebih tinggi dari biasanya,
"Setiap tim juga menekankan intensitas dan bermain sepak bola pada level tinggi masing-masing, termasuk dalam hal teknik. Hal ini terlihat dari pertandingan final di mana ada banyak situasi yang berubah secara drastis dalam waktu 90 menit hingga 120 menit, dan di sinilah letak daya tarik dari sepak bola, serta ini adalah turnamen yang sangat ketat." sambung Sarach Sarach juga turut mengapresiasi kerja keras rekan-rekan setimnya yang telah berjuang maksimal di lapangan meskipun menghadapi kendala fisik.
"Kami mungkin sedikit dirugikan dalam hal fisik, tetapi kami menggunakan sistem, metode, serta perencanaan dan persiapan yang matang dari pelatih untuk pertandingan final kemarin. Itu sangat menjawab kebutuhan pertandingan, dan setiap orang, semua pemain muda, serta seluruh rekan setim telah tampil dengan baik dan menjalankan tugas mereka dengan sebaik-baiknya." Fokus Menatap King's Cup dan Piala Asia Menyongsong agenda ke depan, Sarach menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat tim nasional jika kembali mendapatkan panggilan dari jajaran pelatih.
"Tentu saja, jika ada kesempatan dan pelatih memanggil, saya selalu siap untuk membela negara dan akan memberikan yang terbaik. Saya pikir Piala Raja (King's Cup) adalah kesempatan bagus bagi kami untuk memenangkan trofi di kandang sendiri, karena kami sebelumnya telah mengalami kekecewaan dua kali berturut-turut, baik di Piala AFF maupun SEA Games. Ini adalah kesempatan yang baik bagi kami untuk meraih gelar juara di kandang," ungkapnya.
Ia juga optimistis bahwa kedalaman skuad Thailand akan semakin kuat dengan kembalinya para pemain yang sempat mengalami cedera maupun mereka yang sedang dalam performa terbaik.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/kalah-lawan-indonesia-gelandang-senior-timnas-thailand-akui-asean-cup-a4aad55e/.
Baca juga
Fictor Roring nilai jumlah laga IBL All Indonesian harus lebih banyak
Jakarta (ANTARA) - Legenda bola basket Indonesia Fictor Gideon Roring menilai jumlah pertandingan Indonesian Basketball League (IBL) All Indonesian perlu ditambah agar pemain lokal memperoleh menit bermain lebih banyak, sekaligus mendukung kebutuhan timnas putra Indonesia secara…
Luca Marini Belajar dari Pengalaman Antisipasi Cuaca Buruk MotoGP Indonesia 2026
Liputan6.com, Jakarta - Pembalap Honda HRC Castrol Luca Marini percaya diri menghadapi MotoGP Indonesia 2026 di Mandalika yang berlangsung 9-11 Oktober mendatang. Meski ada kemungkinan cuaca tidak bersahabat, Marini mengaku sudah belajar dari pengalaman di GP Jepang kemarin.
Persija Jakarta jaga kebugaran untuk hadapi jadwal padat
Jakarta (ANTARA) - Pelatih Persija Jakarta Shin Tae-yong menjelaskan tim asuhannya terus berusaha menjaga kebugaran untuk menghadapi jadwal padat yang mereka hadapi pada Oktober ini.
Timnas Indonesia Masuki Era Baru, Piala Asia 2027 Jadi Harapan
FIFA ASEAN Cup 2026 Timnas Indonesia Masuki Era Baru, Piala Asia 2027 Jadi Harapan Juara ASEAN Cup 2026 jadi awal era baru Timnas Indonesia. Calvin Verdonk dan kolega kini menatap tantangan besar di Piala Asia 2027.