Lewati ke konten

Rabu, 7 Oktober 20262927 berita

Kenapa AI Menghabiskan Banyak Air? Ini Alasan dan Cara KerjanyaAlarm Kematian El Nino di RI, Benarkah Belasan Ribu Terancam Tewas?Mediasi Audi Marissa dan Anthony Xie Resmi Gagal, Kuasa Hukum: Pintu Rujuk Masih TerbukaRUU Pelindungan Ketenagakerjaan Atur Dana Cadangan Pesangon hingga Larangan Tahan IjazahDulu Buka Jalan Cawapres, Almas Kini Minta DPR Proses Makzulkan GibranCristiano Ronaldo Ungkap Alasan Tinggalkan Timnas Portugal, Klaim Jorge Jesus Ingkar JanjiSegini Hadiah Timnas Indonesia Usai Kalahkan Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026Menko Sugino minta Menpora hitung kebutuhan tambahan bonus bagi atletMasalah Kualitas, As Roda Chery Omoda 5 Copot Terjadi di MalaysiaHaji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara
Teknologi

Kenapa AI Menghabiskan Banyak Air? Ini Alasan dan Cara Kerjanya

CNN Edukasi 3 menit baca 546 kata
Kenapa AI Menghabiskan Banyak Air? Ini Alasan dan Cara Kerjanya — gambar dari CNN Edukasi
Gambar dari CNN Edukasi. Ringkasan oleh Zona News.

Pernah terpikir kenapa artificial intelligence (AI) menghabiskan air, padahal teknologi ini digunakan melalui perangkat digital dan tidak terlihat membutuhkan air secara langsung?

Di balik jawaban yang muncul dalam hitungan detik, ada pusat data dengan ribuan perangkat komputer yang harus terus bekerja untuk menjalankan sistem AI. Proses tersebut ternyata melibatkan berbagai kebutuhan yang tidak terlihat oleh pengguna.

Semakin sering AI digunakan, semakin besar pula perhatian terhadap sumber daya yang dibutuhkan untuk menopang teknologi ini. Air menjadi salah satu bagian yang ikut diperhitungkan, bukan hanya karena proses yang berlangsung di pusat data, tetapi juga karena kebutuhan energi dan infrastruktur pendukungnya.

Jadi, dari mana sebenarnya penggunaan air tersebut berasal?

Jawabannya, berkaitan erat dengan cara pusat data mengelola panas. Server dan perangkat teknologi informasi menggunakan listrik dalam jumlah besar ketika menjalankan model AI. Energi tersebut menghasilkan panas sehingga suhu perangkat perlu dikendalikan secara terus-menerus.

Banyak pusat data menggunakan pendinginan berbasis air, terutama sistem pendinginan evaporatif. Dalam proses ini, air membantu menyerap panas dari udara dan sebagian air kemudian menguap.

Mengutip dari Friends of the Earth, sekitar 80 persen air yang digunakan dalam proses tersebut dapat menguap. Selain penggunaan langsung, kebutuhan air juga muncul dari sumber listrik yang digunakan pusat data.

Pembangkit listrik tertentu memanfaatkan air dalam proses produksi energi. Dengan demikian, konsumsi air AI tidak hanya terjadi di lokasi pusat data, tetapi juga pada rantai pasokan energinya.

Bayangkan, di balik jawaban yang muncul dalam hitungan detik, ada ribuan perangkat komputer yang terus bekerja untuk menjalankan sistem AI. Semakin sering AI digunakan, semakin besar pula kebutuhan terhadap air untuk mendinginkan perangkat.

Berapa banyak air yang digunakan AI?

Besarnya kebutuhan air AI sulit dihitung secara pasti karena penggunaan setiap pusat data dipengaruhi lokasi, jenis sistem pendingin, sumber listrik, serta beban komputasi. Data yang dikutip Ekopak dari studi Alex de Vries-Gao dalam jurnal Patterns memperkirakan sistem AI menggunakan sekitar 765 miliar liter air pada 2025.

Sementara itu, penelitian yang dimuat di jurnal Water Research memperkirakan jejak air global AI dapat mencapai 4,2 hingga 6,6 miliar meter kubik per tahun pada 2027.

Untuk penggunaan sehari-hari, penelitian yang dikutip dalam sumber tersebut memperkirakan 10 hingga 50 respons AI berukuran sedang dapat menggunakan air yang setara dengan sekitar satu botol berukuran 500 mililiter.

Angka ini bukan jumlah air yang langsung keluar setiap kali seseorang mengirim pertanyaan, melainkan perkiraan jejak air yang berkaitan dengan infrastruktur AI.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/kenapa-ai-menghabiskan-banyak-air-ini-alasan-dan-cara-kerjanya-59e0a1e9/.

Baca juga

Daftar HP Tak Bisa WhatsApp Mulai Oktober 2026

Daftar Isi WhatsApp menghentikan dukungan untuk sejumlah HP lawas setelah memperbarui persyaratan minimum sistem operasi. Mulai Oktober 2026, HP Android harus menjalankan setidaknya Android 6.0 agar tetap bisa menggunakan WhatsApp.

Detik Inet

Semua berita Teknologi