Kisah 2 Orang yang Dipenjara karena Dituduh Santet Presiden
Dua orang ini harus hidup dalam jeruji besi karena dituduh mencoba melakukan santet terhadap presiden negaranya.
Leonard Phiri, seorang kepala desa, dan temannya, Jasten Mabulesse Candunde, warga negara Mozambik, divonis penjara dua tahun penjara dengan kerja paksa oleh pengadilan di Zambia.
Keduanya telah divonis bersalah karena merencanakan penggunaan ilmu sihir untuk membunuh presiden Zambia Hakainde Hichilema, Desember 2025 lalu.
Dia ditangkap setelah seorang petugas kebersihan melaporkan mendengar suara-suara aneh. Pihak berwenang mengatakan mereka ditemukan memiliki seekor bunglon hidup dan "berbagai jimat" lainnya, termasuk kain merah, bubuk putih yang tidak diketahui jenisnya, dan ekor hewan.
"Motif kejahatan itu adalah untuk membunuh kepala negara," kata hakim Fine Mayambu dalam putusannya di pengadilan di Lusaka. "Para terpidana bukan hanya musuh kepala negara tetapi juga seluruh rakyat Zambia," dikutip dari The Guardian.
Pihak penuntut mengatakan bahwa mereka telah disewa oleh saudara laki-laki anggota parlemen oposisi Emmanuel "Jay Jay" Banda, yang sedang menghadapi persidangan atas tuduhan perampokan, percobaan pembunuhan, dan melarikan diri dari tahanan.
Hukuman tersebut berdasarkan undang-undang era kolonial Inggris yang mengkriminalisasi apa yang disebut sihir.
Tuduhan otoriter Namun, banyak pegiat hak asasi manusia menyebut tuduhan itu sebagai alat dari Presiden Hakainde Hichilema demi membungkan para pengeritik dan oposisi. Di Zambia praktik sihir bukanlah hal yang jarang terjadi dalam politik Zambia.
Hichilema menggunakan pengadilan untuk menekan lawan-lawannya, menunjuk sekutu-sekutunya ke komisi pemilihan dan "menulis ulang aturan konstitusional" untuk keuntungannya sendiri sebelum pemilihan nasional tahun berikutnya, kata Sishuwa Sishuwa, seorang dosen senior di Universitas Stellenbosch, dalam sebuah kolom untuk Mail & Guardian, sebuah surat kabar Afrika Selatan.
Human Rights Watch menyatakan dalam laporan hak asasi manusia global tahunannya tahun 2024: "Pemerintahan Presiden Hakainde Hichilema semakin menunjukkan kecenderungan ke arah otoritarianisme.
Pihak berwenang melecehkan dan mengintimidasi jurnalis, aktivis muda, dan pemimpin oposisi politik karena menyatakan perbedaan pendapat atau kritik terhadap pemerintah." Namun, sang presiden menolak tudingan itu.
"Secara pribadi saya tidak percaya pada sihir, tidak pernah percaya pada sihir, sebagai individu, sebagai keluarga, sebagai seorang Kristen," kata Hichilema kepada jurnalis Martine Dennis bulan lalu ketika ditanya tentang tuduhan tersebut di podcast Africa Here & Now miliknya .
Namun, banyak orang di Zambia berpendapat bahwa kepercayaan spiritual tradisional tidak seharusnya dikriminalisasi.
"Saya benci undang-undang kolonial yang mencoba melarang praktik yang tidak dipahaminya," kata Gankhanani Moyo, seorang dosen warisan budaya di Universitas Zambia, kepada Associated Press.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/kisah-2-orang-yang-dipenjara-karena-dituduh-santet-presiden-e4dac15a/.
Baca juga
Mediasi Audi Marissa dan Anthony Xie Resmi Gagal, Kuasa Hukum: Pintu Rujuk Masih Terbuka
JAKARTA - Upaya mediasi dalam proses perceraian Audi Marissa dan Anthony Xie resmi dinyatakan kandas di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Gugatan cerai kini masuk ke pembahasan pokok perkara.
Dulu Buka Jalan Cawapres, Almas Kini Minta DPR Proses Makzulkan Gibran
Almas Tsaqibbirru meminta Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI memulai proses pemakzulan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka.
Menko Sugino minta Menpora hitung kebutuhan tambahan bonus bagi atlet
Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono meminta Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menghitung kebutuhan tambahan bonus bagi atlet peraih medali emas Asian Games dan Olimpiade.
Masalah Kualitas, As Roda Chery Omoda 5 Copot Terjadi di Malaysia
Video Chery Omoda 5 mengalami copot pada bagian as roda belakang viral di media sosial. Insiden yang diduga terjadi di Malaysia ini lantas menjadi perhatian warganet.