Lewati ke konten

Rabu, 7 Oktober 20262927 berita

Siapa Staf Laboratorium Wabah di Rusia yang Tewas Tertular Diduga Pes?Alarm Kematian El Nino di RI, Benarkah Belasan Ribu Terancam Tewas?Mediasi Audi Marissa dan Anthony Xie Resmi Gagal, Kuasa Hukum: Pintu Rujuk Masih TerbukaRUU Pelindungan Ketenagakerjaan Atur Dana Cadangan Pesangon hingga Larangan Tahan IjazahDulu Buka Jalan Cawapres, Almas Kini Minta DPR Proses Makzulkan GibranCristiano Ronaldo Ungkap Alasan Tinggalkan Timnas Portugal, Klaim Jorge Jesus Ingkar JanjiSegini Hadiah Timnas Indonesia Usai Kalahkan Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026Menko Sugino minta Menpora hitung kebutuhan tambahan bonus bagi atletMasalah Kualitas, As Roda Chery Omoda 5 Copot Terjadi di MalaysiaHaji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara
Internasional

Siapa Staf Laboratorium Wabah di Rusia yang Tewas Tertular Diduga Pes?

CNN Internasional 3 menit baca 631 kata
Siapa Staf Laboratorium Wabah di Rusia yang Tewas Tertular Diduga Pes? — gambar dari CNN Internasional
Gambar dari CNN Internasional. Ringkasan oleh Zona News.

Seorang staf perempuan di laboratorium penelitian wabah Rusia meninggal dunia pekan lalu usai terjangkit infeksi misterius yang belakangan diduga plague atau pes.

Badan pengawas kesehatan Rusia, Rospotrebnadzor, menyatakan perempuan 28 tahun bernama Darya Shipilova tersebut meninggal dunia setelah sakit pneumonia "yang penyebabnya tidak diketahui".

CNN Indonesia merangkum fakta-fakta mengenai kematiannya:

Sakit usai pecahkan tabung berisi bakteri pes Dilansir dari CBS News, media Rusia melaporkan bahwa Shipilova meninggal setelah terpapar wabah pes dalam kecelakaan laboratorium di Institut Anti-Wabah Irkutsk.

Laporan awal menyebutkan bahwa Shipilova memecahkan tabung reaksi yang berisi bakteri pes Yersinia pestis pada akhir September. Ia kemudian menderita pneumonia berat dan meninggal karena penyakitnya pada 2 Oktober.

Para pejabat Rusia meragukan laporan kecelakaan tersebut. Rospotrebnadzor membantah dan menegaskan tidak ada kecelakaan di laboratorium.

1 RS dan 200 orang dikarantina Menurut laporan sejumlah media, setidaknya satu fasilitas di sebuah rumah sakit saat ini dikarantina menyusul insiden tersebut. Fasilitas ini tempat yang bersangkutan dirawat sebelum meninggal.

Selain itu, nyaris 200 orang yang berkontak dekat dengannya juga dilaporkan di bawah pengawasan medis.

WHO desak Rusia transparan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengaku diberi tahu oleh Rusia pada 6 Oktober bahwa tidak ada wabah yang terdeteksi Badan kesehatan global itu telah meminta pihak berwenang Kremlin memberikan informasi tentang patogen apa yang menyebabkan penyakit Shipilova.

Direktur WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus pada Selasa (6/10) meminta Rusia bersikap transparan atas insiden ini.

"Berbagi informasi yang tepat waktu, lengkap, dan transparan berdasarkan Peraturan Kesehatan Internasional sangat penting untuk mengklarifikasi laporan yang saling bertentangan dan memungkinkan penilaian akurat terhadap potensi risiko kesehatan masyarakat," tulisnya di media sosial X.

Trump telpon Putin Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan akan segera menelepon Presiden Rusia Vladimir Putin untuk membahas soal kematian Shipilova.

Pernyataan ini disampaikan setelah Menteri Luar Negeri Marco Rubio mendesak Rusia untuk bersikap terbuka mengenai situasi ini.

"Saya sudah menjadwalkan panggilan telepon," kata Trump di Gedung Putih.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/siapa-staf-laboratorium-wabah-di-rusia-yang-tewas-tertular-diduga-pes-84d22ee7/.

Baca juga

Penusukan di Sekolah Turki, 1 Siswa SMP Tewas

Seorang siswa sekolah menengah pertama (SMP) meninggal dunia dalam peristiwa penusukan di sebuah sekolah di ibu kota Istanbul, Turki, pada Selasa (6/10). Peristiwa itu terjadi di distrik Basaksehir, barat laut kota itu, sekitar pukul 08.40 waktu setempat.

CNN Indonesia

Semua berita Internasional