Lewati ke konten

Rabu, 7 Oktober 20262927 berita

Trump Komentari Demo Siswa SMA Prancis: Gara-gara Migrasi dan IslamAlarm Kematian El Nino di RI, Benarkah Belasan Ribu Terancam Tewas?Mediasi Audi Marissa dan Anthony Xie Resmi Gagal, Kuasa Hukum: Pintu Rujuk Masih TerbukaRUU Pelindungan Ketenagakerjaan Atur Dana Cadangan Pesangon hingga Larangan Tahan IjazahDulu Buka Jalan Cawapres, Almas Kini Minta DPR Proses Makzulkan GibranCristiano Ronaldo Ungkap Alasan Tinggalkan Timnas Portugal, Klaim Jorge Jesus Ingkar JanjiSegini Hadiah Timnas Indonesia Usai Kalahkan Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026Menko Sugino minta Menpora hitung kebutuhan tambahan bonus bagi atletMasalah Kualitas, As Roda Chery Omoda 5 Copot Terjadi di MalaysiaHaji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara
Internasional

Trump Komentari Demo Siswa SMA Prancis: Gara-gara Migrasi dan Islam

CNN Internasional 2 menit baca 361 kata
Trump Komentari Demo Siswa SMA Prancis: Gara-gara Migrasi dan Islam — gambar dari CNN Internasional
Gambar dari CNN Internasional. Ringkasan oleh Zona News.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuding demonstrasi besar-besaran siswa SMA di Prancis dipicu oleh Islam dan para migran.

Trump berupaya mendorong narasi politik sayap kanan globalnya menjelang pemilihan paruh waktu pada November mendatang yang bakal menentukan posisi partainya di Kongres.

"Apa yang terjadi di Prancis tidak lain adalah migrasi massal yang sudah benar-benar tidak terkendali," kata Trump dalam unggahan di platform Truth Social miliknya, Selasa (6/10).

"Ini bukan soal sekolah, ini soal Islam yang ingin mengambil alih negara yang dulu pernah besar ini!" Trump tidak menjelaskan lebih lanjut klaimnya ataupun memberikan bukti untuk mendukung pernyataannya. Di Prancis sendiri, hingga kini belum ada kaitan yang ditemukan antara gerakan protes mahasiswa tersebut dan tuntutan yang berkaitan dengan agama maupun identitas.

Namun, sejumlah tokoh terkemuka dalam gerakan Make America Great Again (MAGA) yang dipimpin Trump telah memanfaatkan protes di Prancis untuk kembali menekankan isu imigrasi menjelang pemilihan paruh waktu AS bulan depan.

Para komentator MAGA berulang kali mengunggah video mengenai kerusuhan di Prancis dalam beberapa hari sebelum Trump membuat unggahan tersebut.

"Kerusuhan di Prancis merupakan peringatan yang jelas bagi negara-negara Barat lainnya," kata sekutu Trump, Glenn Beck, di X pada Senin. "Apa yang terjadi di Prancis hari ini merupakan bagian dari jaringan internasional kaum sosialis yang berupaya membongkar Barat." "Ini akan terjadi di Amerika jika Partai Demokrat kembali berkuasa," tulis komentator sayap kanan Dave Rubin kepada 1,6 juta pengikutnya, disertai rekaman yang diambil di sebuah stasiun kereta api di Prancis.

Puluhan ribu orang diperkirakan turun ke jalan di Paris, Prancis, pada Selasa (6/10) untuk mendukung aksi protes pelajar SMA yang menuntut perbaikan kondisi pendidikan.

Sejumlah serikat pekerja juga akan bergabung dalam demonstrasi yang telah berlangsung sejak akhir September ini.

Para pelajar memprotes berbagai persoalan di sekolah, mulai dari kekurangan guru, jadwal pelajaran yang terlalu padat, hingga kondisi ruang kelas yang rusak.

Mereka juga menyoroti kondisi sejumlah gedung sekolah yang dinilai tidak mampu menghadapi kenaikan suhu.

Sejak akhir September, para siswa telah memblokir pintu masuk ratusan sekolah menengah atas yang umumnya diikuti pelajar berusia 15 hingga 17 tahun.

Menurut Kementerian Dalam Negeri, lebih dari 5.000 orang telah ditangkap selama demonstrasi berlangsung. Sementara itu Menteri Pendidikan Prancis Édouard Geffray mengatakan sekitar 735 lembaga pendidikan terdampak demonstrasi.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/trump-komentari-demo-siswa-sma-prancis-gara-gara-migrasi-dan-islam-0067beb6/.

Baca juga

Penusukan di Sekolah Turki, 1 Siswa SMP Tewas

Seorang siswa sekolah menengah pertama (SMP) meninggal dunia dalam peristiwa penusukan di sebuah sekolah di ibu kota Istanbul, Turki, pada Selasa (6/10). Peristiwa itu terjadi di distrik Basaksehir, barat laut kota itu, sekitar pukul 08.40 waktu setempat.

CNN Indonesia

Semua berita Internasional