Lewati ke konten

Jumat, 2 Oktober 2026964 berita

Menurunkan Berat Badan Jangan Cuma Kejar Angka TimbanganPolisi Selidiki Wanita Dianiaya Usai Dituduh Curi Amplop Hajatan di JakselVIDEO: Polisi Bongkar Laboratorium Rahasia Produksi Vape EtomidateThailand Cabut Kewarganegaraan Pengusaha Israel, Ini AlasannyaRusia tegaskan akan merespons atas ancaman terhadap KaliningradTempat Taco di Jakarta yang Sering Direkomendasikan, Bisa Dipesan di GrabFoodKepala BGN minta pemda kontribusi sidak SPPG pastikan keamanan panganPihak Richard Lee Soroti Alokasi Waktu Sidang, Tuntut Kesetaraan Hak Pembelaan di Depan HakimBupati Gowa Tak Ditahan Usai Diperiksa Kortas Tipikor PolriSertijab Kapolri dari Listyo ke Suyudi Digelar Sore Ini
Lifestyle

Menurunkan Berat Badan Jangan Cuma Kejar Angka Timbangan

Liputan6 Kesehatan 1 menit baca 283 kata
Menurunkan Berat Badan Jangan Cuma Kejar Angka Timbangan — gambar dari Liputan6 Kesehatan
Gambar dari Liputan6 Kesehatan. Ringkasan oleh Zona News.

Liputan6.com, Jakarta - Menurunkan berat badan bukan sekadar mengejar angka yang lebih kecil di timbangan. Proses menurunkan berat badan juga perlu memperhatikan kecukupan nutrisi, kesehatan jantung, dan kondisi metabolisme agar penurunan berat badan berlangsung secara sehat dan dapat dipertahankan dalam jangka panjang.

Dokter spesialis gizi klinik, Oqti Rodia, mengatakan program olahraga penurunan berat badan sebaiknya tidak hanya berorientasi pada angka timbangan tapi tetap memperhatikan kebutuhan nutrisi, serta mengutamakan kesehatan jantung dan metabolisme.

Dokter dari RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita itu menjelaskan setiap orang memiliki kondisi tubuh dan kebutuhan nutrisi yang berbeda. Karena itu, pendekatan penurunan berat badan perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu.

"Menurunkan berat badan sering kali dilakukan demi mendapatkan bentuk tubuh ideal. Namun, menjaga berat badan sebenarnya bukan hanya persoalan penampilan tetapi kesehatan menyeluruh," kata Oqti Rodia.

Ia juga menjelaskan, berat badan berlebih dapat berkaitan dengan berbagai faktor risiko kardiometabolik. Karena itu, upaya menurunkan berat badan idealnya tidak dilakukan secara sembarangan atau hanya mengejar hasil cepat.

“Yang penting bukan hanya berapa kilogram berat badan yang turun, tetapi bagaimana prosesnya dilakukan secara sehat, terukur, dan dapat dipertahankan dalam jangka panjang,” ujar Oqti.

Selain pengaturan nutrisi, program pengelolaan berat badan juga dapat membantu seseorang membangun kebiasaan hidup yang lebih sehat. Manfaat yang diharapkan tidak hanya berupa berat badan yang lebih terkontrol, tetapi juga mendukung kesehatan jantung dan metabolisme, meningkatkan energi, serta meningkatkan kepercayaan diri dengan pendampingan tenaga profesional.

"Keinginan memiliki tubuh ideal merupakan hal yang wajar. Namun, kesehatan seharusnya tetap menjadi tujuan utama. Karena itu, body goals boleh, tetapi heart goals wajib," ujarnya.

Bagi masyarakat yang ingin menurunkan berat badan, terutama yang memiliki faktor risiko penyakit jantung atau kondisi medis tertentu, konsultasi dengan tenaga kesehatan dapat membantu menentukan program yang sesuai.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/menurunkan-berat-badan-jangan-cuma-kejar-angka-timbangan-a022d02b/.

Baca juga

Semua berita Lifestyle