Menurunkan Berat Badan Jangan Cuma Kejar Angka Timbangan
Liputan6.com, Jakarta - Menurunkan berat badan bukan sekadar mengejar angka yang lebih kecil di timbangan. Proses menurunkan berat badan juga perlu memperhatikan kecukupan nutrisi, kesehatan jantung, dan kondisi metabolisme agar penurunan berat badan berlangsung secara sehat dan dapat dipertahankan dalam jangka panjang.
Dokter spesialis gizi klinik, Oqti Rodia, mengatakan program olahraga penurunan berat badan sebaiknya tidak hanya berorientasi pada angka timbangan tapi tetap memperhatikan kebutuhan nutrisi, serta mengutamakan kesehatan jantung dan metabolisme.
Dokter dari RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita itu menjelaskan setiap orang memiliki kondisi tubuh dan kebutuhan nutrisi yang berbeda. Karena itu, pendekatan penurunan berat badan perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu.
"Menurunkan berat badan sering kali dilakukan demi mendapatkan bentuk tubuh ideal. Namun, menjaga berat badan sebenarnya bukan hanya persoalan penampilan tetapi kesehatan menyeluruh," kata Oqti Rodia.
Ia juga menjelaskan, berat badan berlebih dapat berkaitan dengan berbagai faktor risiko kardiometabolik. Karena itu, upaya menurunkan berat badan idealnya tidak dilakukan secara sembarangan atau hanya mengejar hasil cepat.
“Yang penting bukan hanya berapa kilogram berat badan yang turun, tetapi bagaimana prosesnya dilakukan secara sehat, terukur, dan dapat dipertahankan dalam jangka panjang,” ujar Oqti.
Selain pengaturan nutrisi, program pengelolaan berat badan juga dapat membantu seseorang membangun kebiasaan hidup yang lebih sehat. Manfaat yang diharapkan tidak hanya berupa berat badan yang lebih terkontrol, tetapi juga mendukung kesehatan jantung dan metabolisme, meningkatkan energi, serta meningkatkan kepercayaan diri dengan pendampingan tenaga profesional.
"Keinginan memiliki tubuh ideal merupakan hal yang wajar. Namun, kesehatan seharusnya tetap menjadi tujuan utama. Karena itu, body goals boleh, tetapi heart goals wajib," ujarnya.
Bagi masyarakat yang ingin menurunkan berat badan, terutama yang memiliki faktor risiko penyakit jantung atau kondisi medis tertentu, konsultasi dengan tenaga kesehatan dapat membantu menentukan program yang sesuai.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/menurunkan-berat-badan-jangan-cuma-kejar-angka-timbangan-a022d02b/.
Baca juga
Tempat Taco di Jakarta yang Sering Direkomendasikan, Bisa Dipesan di GrabFood
Liputan6.com, Jakarta - Salah satu makanan khas negara Meksiko yang mempunyai banyak penggemar di Jakarta adalah taco. Hidangan sederhana yang berbahan dasar tortilla dan isian berbagai macam protein ini bisa menjadi pilihan untuk mereka yang ingin menikmati makanan khas negeri…
Pihak Richard Lee Soroti Alokasi Waktu Sidang, Tuntut Kesetaraan Hak Pembelaan di Depan Hakim
Liputan6.com, Jakarta - Tim kuasa hukum Richard Lee melayangkan keberatan terkait alokasi waktu persidangan dalam perkara dugaan pelanggaran hak konsumen, yang digelar di Pengadilan Negeri Tangerang.
Pemprov DKI Siapkan Dana Cadangan Rp 4,6 T, Pramono: Biar APBD Sehat
Pemprov DKI Jakarta menyiapkan dana cadangan daerah sebesar Rp 4,6 triliun. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan dana tersebut disiapkan untuk menjaga kesehatan APBD Jakarta.
Alasan Son Ye Jin Kembali Main Drama Kolosal Lewat 'THE SCANDAL' Setelah 24 Tahun
- Son Ye Jin kembali ke drama kolosal setelah 24 tahun absen di serial Netflix "THE SCANDAL". - Ia menghindari genre ini karena tuntutan fisik dan kekhawatiran kostum hanbok yang rumit. - Sutradara Jung Ji Woo dan naskah menarik tentang Lady Jo mengubah keputusannya.