MMA Indonesia Umumkan Daftar Pendek SMARTIES™ Indonesia 2026 Awards
Liputan6.com, Jakarta - Marketing + Media Alliance (MMA) Indonesia resmi mengumumkan daftar pendek SMARTIES™ Indonesia 2026 Awards, ajang penghargaan yang mengapresiasi inovasi, kreativitas, serta dampak bisnis dari berbagai kampanye pemasaran di Indonesia.
Proses seleksi dilakukan melalui rangkaian penjurian yang melibatkan para pemimpin industri dari berbagai sektor. Tahun ini, Grand Jury melakukan penilaian secara langsung selama tiga hari di M Jakarta untuk menentukan kampanye-kampanye yang dinilai memiliki kualitas, inovasi, serta efektivitas terbaik.
SMARTIES™ Indonesia merupakan bagian dari program penghargaan global yang berada di bawah payung Global X dan berpusat di New York. Program ini berjalan di 13 negara dan lima region dengan standar penilaian yang sama secara global.
Melalui pendekatan tersebut, kampanye yang dinilai di Indonesia tetap mempertahankan konteks lokal, namun diukur menggunakan standar internasional yang sama. Hal ini menjadikan SMARTIES™ sebagai salah satu ajang yang memberikan pengakuan terhadap karya pemasaran dengan dampak nyata bagi industri.
Menilai Kreativitas, Strategi, hingga Dampak Bisnis Kampanye SMARTIES™ Indonesia 2026 Awards menerima berbagai karya dari 25 kategori yang terbagi dalam empat channel utama, yaitu Purpose Driven Marketing, Impact Marketing, Media & Growth, serta Creative & Innovation Impact.
Kategori-kategori tersebut mencerminkan perkembangan industri pemasaran Indonesia yang semakin beragam, mulai dari kampanye berbasis tujuan sosial, strategi media, pertumbuhan bisnis, hingga inovasi kreatif.
Setiap kampanye yang masuk dinilai berdasarkan empat aspek utama, yakni Strategy, Execution, Results, dan Creatives. Penilaian dilakukan dengan sistem yang dirancang untuk menjaga objektivitas, termasuk penggunaan sistem master berbasis Amerika Serikat, pemeriksaan skor otomatis, serta pengawasan terhadap potensi konflik kepentingan.
Sebelum memasuki tahap Grand Jury, proses seleksi dimulai melalui Qualifying Jury secara online yang melibatkan pemimpin industri dari berbagai latar belakang, seperti brand, agensi, platform teknologi, dan media publisher.
Karya dengan performa terbaik kemudian melanjutkan proses ke tahap Grand Jury yang melibatkan lebih dari 60 marketer senior dari berbagai perusahaan terkemuka di Indonesia.
Grand Jury Libatkan Para Pemimpin Industri Dalam tahap akhir seleksi, Grand Jury melakukan evaluasi mendalam terhadap kampanye-kampanye yang masuk daftar pendek. Para juri berasal dari berbagai posisi strategis, mulai dari President Director, Chief Level Executive, Marketing Director, General Manager, Vice President, Country Director, hingga Business Owner.
Proses penjurian tatap muka berlangsung selama tiga hari di Jakarta. Setiap sesi berlangsung selama enam hingga delapan jam dengan pembahasan mendalam mengenai strategi, kreativitas, implementasi, serta hasil yang dicapai oleh masing-masing kampanye.
Jury Chair dalam SMARTIES™ Indonesia 2026 Awards terdiri dari Ira Noviarti, Independent Board Commissioner of Telkom Indonesia; Georgios Badaro, President Director of Nestlé Indonesia; serta Benjie G. Yap, President Director of Unilever Indonesia.
Dalam proses deliberasi, para Jury Chair bertugas memimpin diskusi, membuka sesi voting, serta memastikan setiap keputusan diambil secara adil dan kredibel.
Selain itu, Toluna hadir sebagai Knowledge Partner sekaligus Jury Observer yang berperan menjaga integritas proses penjurian. Toluna melakukan peninjauan terhadap seluruh entri dan mengikuti proses deliberasi tanpa memberikan nilai maupun suara.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/mma-indonesia-umumkan-daftar-pendek-smarties-indonesia-2026-awards-b14dde98/.
Baca juga
Kepala BGN minta pemda kontribusi sidak SPPG pastikan keamanan pangan
Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono meminta pemerintah daerah turut berkontribusi untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna memastikan keamanan pangan bagi penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG).
Bongkar Pasang Menteri Era Prabowo, Apa Efeknya ke Ekonomi RI?
Bongkar Pasang Menteri Era Prabowo, Apa Efeknya ke Ekonomi RI?
Luky Alfirman, Dicopot dari Jabatan Dirjen Anggaran Kini Jadi Wamenkeu
Liputan6.com, Jakarta - Luky Alfirman kembali masuk jajaran pimpinan Kementerian Keuangan setelah Presiden Prabowo Subianto mengangkatnya sebagai Wakil Menteri Keuangan, beberapa bulan setelah dicopot dari posisi Direktur Jenderal Anggaran (Dirjen Anggaran).
Wamenkeu Ungkap Alasan Insentif SPPG MBG Diubah jadi Rp2.000 per Porsi
Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menjelaskan perubahan mekanisme pemberian insentif ketersediaan dan mutu layanan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).