Lewati ke konten

Rabu, 7 Oktober 20262927 berita

Pemetaan ekspor jasa perlu diperkuat untuk kembangkan ekraf globalAlarm Kematian El Nino di RI, Benarkah Belasan Ribu Terancam Tewas?Mediasi Audi Marissa dan Anthony Xie Resmi Gagal, Kuasa Hukum: Pintu Rujuk Masih TerbukaRUU Pelindungan Ketenagakerjaan Atur Dana Cadangan Pesangon hingga Larangan Tahan IjazahDulu Buka Jalan Cawapres, Almas Kini Minta DPR Proses Makzulkan GibranCristiano Ronaldo Ungkap Alasan Tinggalkan Timnas Portugal, Klaim Jorge Jesus Ingkar JanjiSegini Hadiah Timnas Indonesia Usai Kalahkan Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026Menko Sugino minta Menpora hitung kebutuhan tambahan bonus bagi atletMasalah Kualitas, As Roda Chery Omoda 5 Copot Terjadi di MalaysiaHaji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara
Ekonomi

Pemetaan ekspor jasa perlu diperkuat untuk kembangkan ekraf global

Antara 2 menit baca 334 kata
Pemetaan ekspor jasa perlu diperkuat untuk kembangkan ekraf global — gambar dari Antara
Gambar dari Antara. Ringkasan oleh Zona News.

Jakarta (ANTARA) - Pengamat ekonomi Ronny P. Sasmita menilai pemerintah perlu memperkuat pemetaan ekspor jasa kreatif untuk membuka peluang lebih besar bagi ekonomi kreatif Indonesia menembus pasar global.

Menurutnya, terdapat sejumlah permasalahan yang membuat potensi ekspor jasa kreatif digital belum dapat dimanfaatkan secara optimal yang tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan menghasilkan karya tapi juga perlu memiliki kemampuan bisnis dan memahami karakter pasar internasional.

“Banyak talenta kreatif yang bagus, tetapi belum seluruhnya memiliki kemampuan bisnis, bahasa, marketing global, manajemen proyek dan pemahaman mengenai pasar internasional,” ujar Ronny kepada ANTARA di Jakarta, Selasa.

Analis Senior di Indonesia Strategic and Economics Action Institution (ISEAI) ini mengatakan persoalan pembiayaan dan monetisasi intellectual property (IP) juga masih menjadi permasalahan.

Ronny mengatakan lembaga perbankan masih relatif sulit menilai aset berbasis ide dan IP karena berbeda dengan aset fisik seperti tanah atau mesin yang lebih mudah dijadikan agunan.

“Bank masih relatif sulit menilai aset yang berbasis ide dan intellectual property karena tidak seperti tanah atau mesin yang mudah dijadikan agunan,” katanya.

Ia menilai penguatan pembiayaan dan monetisasi kekayaan intelektual penting agar karya kreatif dapat menjadi aset ekonomi yang bernilai. Penguatan perlindungan dan komersialisasi kekayaan intelektual dapat membuka lebih banyak peluang bagi kreator untuk memperoleh pendapatan dari karya yang dihasilkan.

Di sisi lain, akses ke pasar global perlu dibangun secara lebih sistematis melalui distributor, agen, platform, business matching, hingga jejaring internasional.

alah perlunya data yang lebih baik mengenai ekspor jasa. Dia menilai ketersediaan data yang lebih rinci diperlukan agar pemerintah dapat mengetahui subsektor jasa kreatif mana yang paling besar menghasilkan devisa sekaligus menentukan kebijakan pengembangan yang lebih tepat.

sebagai nilai ekspor jasa kreatif digital karena statistik ekonomi kreatif juga mencakup ekspor barang.

Ronny mengatakan dengan data yang lebih kuat, pemerintah dapat mengidentifikasi subsektor jasa kreatif yang paling potensial menghasilkan devisa sekaligus menyusun kebijakan pengembangan talenta, pembiayaan, kekayaan intelektual, dan akses pasar secara lebih tepat.

Pewarta: Fitra Ashari Editor: Evi Ratnawati Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/pemetaan-ekspor-jasa-perlu-diperkuat-untuk-kembangkan-ekraf-global-3a5c8fc3/.

Baca juga

Haji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara

Haji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara Jakarta, CNBC Indonesia - Aksi korporasi antar dua konglomerat, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) milik Low Tuck Kwong dengan PT Jhonlin Baratama milik Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam masih berlanjut.

CNBC Indonesia

Semua berita Ekonomi