Lewati ke konten

Kamis, 1 Oktober 2026727 berita

Siapa Kapten Pierre Tendean dalam Peristiwa G30SPKI?Ini Pesan-pesan Sugiono ke Menlu Baru RI Arrmanatha NasirKabur dari Pelatnas Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo Terancam Sanksi Berat!Rupiah Lunglai ke Rp17.966 per Dolar AS Kamis SoreRamai Sorak Sorai, Menkeu Suahasil dan PNS Kemenkeu Sambut 2 Wamen BaruTablet Premium Terbaru Samsung, Galaxy Tab S12 Mulai Rp 21 JutaProfil Irwan Meilano, Guru Besar ITB yang kini jadi Wamen KPCerita Suyudi Pagi Hari Diminta Bersiap, Sore Jadi Kapolri64 mobil siap bersaing dalam kompetisi KMHE 2026 di UnejJenderal Sigit Tegaskan Masih Aktif di Polri Meski Tak Lagi Jabat Kapolri
Lifestyle

Siapa Kapten Pierre Tendean dalam Peristiwa G30SPKI?

CNN Edukasi 2 menit baca 452 kata
Siapa Kapten Pierre Tendean dalam Peristiwa G30SPKI? — gambar dari CNN Edukasi
Gambar dari CNN Edukasi. Ringkasan oleh Zona News.

Pierre Tendean merupakan salah satu pahlawan revolusi termuda yang gugur dalam pemberontakan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) pada 30 September 1965.

Cerita soal Pierre Tendean pun selalu menjadi sorotan di tengah peringatan G30SPKI. Lantas, siapa Kapten Pierre Tendean?

Biografi Kapten Pierre Tendean Kapten CZI TNI (Anumerta) yang bernama lengkap Pierre Andries Tendean tersebut lahir di Jakarta 21 Februari 1939. Ia merupakan putra kedua dari tiga bersaudara.

Ayah Pierre merupakan seorang dokter berdarah Minahasa yakni Dr Aurelius Lammert Tendean. Ibunya merupakan wanita berdarah Belanda-Prancis, yaitu Maria Elizabeth Cornet.

Pierre kecil bercita-cita untuk menjadi perwira militer. Meski begitu, cita-citanya bertolak belakang dengan keinginan orang tuanya yang ingin Pierre menjadi seorang dokter.

Hingga akhirnya, Pierre berhasil masuk di Akademi Militer Nasional dan mengambil jurusan Teknik.

Pierre berhasil menyelesaikan studinya dengan pencapaian nilai yang memuaskan pada tahun 1962. Dan di tahun itulah, ia memulai kariernya di dunia militer.

Ia ditugaskan sebagai Komandan Peleton di Batalyon Zeni Tempur 2 Kodam II Bukit Barisan, Medan, setelah lulus pendidikan.

Di tahun 1963, Letda Pierre Tendean mendapatkan kesempatan untuk masuk ke Sekolah Intelijen di Bogor dan menjalankan tugasnya sebagai intelijen di berbagai daerah.

Pada 15 April 1965 Tendean diangkat sebagai ajudan Jenderal A.H Nasution. Sebagai catatan, bahwa posisi ajudan yang didapatkan tersebut merupakan hasil dari upaya ibunya yang kala itu merasa khawatir akan keselamatan sang anak.

Disebutkan dalam buku karangan Masykuri, bahwa ibu Pierre Tendean adalah kawan baik dari mertua Jenderal A.H Nasution yang pada saat itu menjabat sebagai Menko Hankam KASAB.

Kepada Jenderal, sang ibu membuat permohonan untuk menarik anaknya dari garis depan dan permohonan tersebut dikabulkan sehingga Tendean menjadi ajudan dari Jenderal A.H Nasution untuk menggantikan posisi Kapten Manullang yang saat itu gugur dalam tugasnya di Kongo.

Pahlawan Revolusi Termuda Pierre Tendean gugur dalam peristiwa G30S PKI di usianya yang terbilang muda, yaitu 26 tahun. Dalam peristiwa tersebut ia diculik dan dibunuh di Lubang Buaya karena dikira sebagai Jenderal A.H Nasution, yang merupakan salah satu target penculikan.

Berbagai catatan menuliskan, saat itu Tendean sedang berada di paviliun rumah dinas Jenderal A.H. Nasution untuk beristirahat. Namun, tiba-tiba ia terbangun ketika mendengar suara tembakan dan melihat segerombolan pasukan G30S datang ke rumah tersebut.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/siapa-kapten-pierre-tendean-dalam-peristiwa-g30spki-e5de588a/.

Baca juga

Pihak Ruben Onsu Tanggapi Gugatan Wanprestasi Sarwendah

- Sarwendah menggugat wanprestasi Ruben Onsu dan BCA, sidang perdana 13 Oktober. - Kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, menunggu panggilan resmi pengadilan. - Minola belum resmi menjadi kuasa hukum Ruben untuk kasus wanprestasi ini.

Liputan6 Showbiz

Semua berita Lifestyle