Lewati ke konten

Jumat, 2 Oktober 2026964 berita

Tanpa Gerakkan Tangan, Kursi Roda Ini Melaju Pakai Sinyal OtakPolisi Selidiki Wanita Dianiaya Usai Dituduh Curi Amplop Hajatan di JakselVIDEO: Polisi Bongkar Laboratorium Rahasia Produksi Vape EtomidateThailand Cabut Kewarganegaraan Pengusaha Israel, Ini AlasannyaRusia tegaskan akan merespons atas ancaman terhadap KaliningradTempat Taco di Jakarta yang Sering Direkomendasikan, Bisa Dipesan di GrabFoodKepala BGN minta pemda kontribusi sidak SPPG pastikan keamanan panganPihak Richard Lee Soroti Alokasi Waktu Sidang, Tuntut Kesetaraan Hak Pembelaan di Depan HakimBupati Gowa Tak Ditahan Usai Diperiksa Kortas Tipikor PolriSertijab Kapolri dari Listyo ke Suyudi Digelar Sore Ini
Internasional

Tanpa Gerakkan Tangan, Kursi Roda Ini Melaju Pakai Sinyal Otak

Detik 2 menit baca 376 kata
Tanpa Gerakkan Tangan, Kursi Roda Ini Melaju Pakai Sinyal Otak — gambar dari Detik Inet
Gambar dari Detik Inet. Ringkasan oleh Zona News.

Kursi roda yang bisa dikendalikan menggunakan sinyal otak buatan AiMOGA Robotics meraih juara pertama dalam kategori Mind-Driven Wheelchair Challenge di Global Brain-Computer Interface × Medical Insurance Innovation Scenario Competition 2026.

Dalam kompetisi di Hangzhou, China, AiMOGA BCI menyelesaikan lintasan dalam waktu 2 menit 16 detik. Catatan tersebut unggul 17 detik dari peserta di posisi kedua.

Peserta menggunakan perangkat perekam electroencephalography (EEG) untuk mengendalikan kursi roda melalui sinyal otak. Waktu penyelesaian lintasan menjadi indikator utama penilaian.

Cara Kerja Kursi Roda Kendali Sinyal Otak AiMOGA BCI menggunakan teknologi EEG noninvasif dengan delapan kanal. Pengguna mengenakan perangkat EEG, lalu memusatkan perhatian pada pilihan arah yang ditampilkan di layar.

Sistem mengenali sinyal tersebut dan menerjemahkannya menjadi perintah maju, mundur, belok kiri, belok kanan, atau berhenti.

"Pengguna hanya perlu memusatkan perhatian pada tombol arah yang ditampilkan di layar untuk mengendalikan pergerakan kursi roda tanpa menggunakan tangan," jelas Xie Yuyang, Head of Brain-Computer Interface AiMOGA Robotics, dalam keterangan tertulis.

Menurut AiMOGA, sistem ini memiliki akurasi pengenalan perintah lebih dari 95% dengan latensi kurang dari tiga detik. Angka tersebut merupakan klaim perusahaan.

Teknologi ini ditujukan bagi orang dengan keterbatasan gerak tangan maupun tubuh yang tetap sadar dan mampu memahami instruksi.

"Tujuan awal kami mengembangkan produk ini adalah untuk memberikan kemudahan dan membuka lebih banyak kemungkinan bagi penyandang paraplegia tingkat tinggi, orang yang mengalami stroke, serta orang dengan gangguan mobilitas lainnya," ujar Xie.

Dilengkapi Sensor dan Tombol Darurat Untuk penggunaan di luar kompetisi, kursi roda AiMOGA dilengkapi LiDAR dan kamera kedalaman. Keduanya mendukung navigasi berbasis peta serta deteksi dan penghindaran rintangan.

Perangkat ini juga menyediakan kendali layar sentuh, tombol berhenti darurat, dan pengambilalihan kendali secara manual. AiMOGA menyebut beragam opsi kendali itu disiapkan untuk berbagai skenario penggunaan.

Menurut AiMOGA, fitur penghindaran rintangan berbasis LiDAR dan navigasi peta dinonaktifkan selama kompetisi sesuai aturan. Perusahaan menyebut hasil lomba menunjukkan kemampuan sistem menangkap sinyal EEG, mengenali perintah, dan menggerakkan kursi roda pada tugas yang dilombakan.

Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh National Healthcare Security Administration of China bersama Pemerintah Provinsi Zhejiang. Sebanyak 415 tim berpartisipasi, termasuk dari Amerika Serikat, Inggris, Jerman, dan Singapura, dengan 251 proyek mencapai babak final.

Selain kursi roda, tantangannya mencakup pengendalian drone, lengan robot, robot berkaki empat, hingga pengetikan menggunakan sinyal otak.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/tanpa-gerakkan-tangan-kursi-roda-ini-melaju-pakai-sinyal-otak-6b65d5fa/.

Baca juga

Thailand Cabut Kewarganegaraan Pengusaha Israel, Ini Alasannya

Thailand Cabut Kewarganegaraan Pengusaha Israel, Ini Alasannya Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Thailand mencabut kewarganegaraan seorang pengusaha kelahiran Israel, Ariel Blustein, setelah menemukan bukti bahwa ia masih menggunakan kewarganegaraan dan paspor lamanya setelah…

CNBC Indonesia

Kolom Pakar: Pemeriksaan TB untuk WNI yang Akan ke Jepang

Liputan6.com, Jakarta - Pada September 2026, bulan yang lalu, Kedutaan Besar RI di Tokyo, Jepang, mengeluarkan informasi aturan baru bagi kita orang Indonesia yang berjudul 'Pemeriksaan TB untuk WNI yang akan ke Jepang', lengkapnya di laman konsuler.kbritokyo.jp.

Liputan6 Kesehatan

Semua berita Internasional