Telkom Resmi Pisahkan 90% Aset Infrastruktur ke Infranexia Senilai Rp 49,9 T
Telkom Indonesia secara resmi mengalihkan pengelolaan lebih dari 90% aset infrastruktur jaringan kepada Telkom Infrastruktur Indonesia atau Infranexia. Pengalihan infrastruktur tersebut dilakukan dalam dua tahap dengan nilai transaksi mencapai Rp 49,9 triliun.
Direktur Utama Telkom Indonesia Nanang Hendarno mengatakan pengalihan aset infrastruktur jaringan tersebut menyusul persetujuan pemegang saham di Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Telkom yang berlangsung pada hari ini, Rabu (30/9/2026).
"Persetujuan ini menjadi landasan bagi Telkom Group untuk merampungkan proses pemisahan yang mencerminkan kepercayaan pemegang saham terhadap agenda transformasi yang kami jalankan," ujar Nanang di konferensi pers Spin-Off InfraCo Tahap 2 di kantor Telkom.
Nanang menjelaskan inisiatif ini merupakan bagian dari konfrontasi strategi TLKM 30, yaitu pilar ketiga tentang Unlocking Value untuk memonetisasi aset bernilai tinggi serta memoptimalkan pengelolaan guna, meningkatkan nilai dan peluang pertumbuhan lebih besar melalui Infranexia.
"Dengan lebih dari 90% aset infrastruktur jaringan Telkom yang kini resmi diperoleh Infranexia, kami melihat peluang yang semakin besar untuk meningkatkan utilisasi asetnya, memperluas infrastruktur sharing dan pengetahuan strategis, serta membuka akses bagi banyak pelaku industri di Indonesia sebagai upaya untuk mempercepat pemerataan konektivitas digital di Indonesia ini," tuturnya.
Lebih lanjut, Nanang menjelaskan bahwa pengalihan infrastruktur ini merupakan bagian transformasi korporasi dari operating holding menjadi strategic holding dengan menerapkan model HoldCo-OpCo (Holding Company-Operating Company "Oleh sebab semakin fokus, kami ingin memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan bisnisnya secara lebih agile dengan lini usaha yang terkonsentrasi. Sementara, Telkom dapat lebih mempertahankan infrastruktur strategis seperti penguatan data kelola dan sinergi penciptaan nilai di tingkat grup," tuturnya.
Ke depan, seperti dikatakan Nanang bahwa pihaknya berharap Infranexia dapat menjadi salah satu kapital katalis bagi sumber pendapatan Telkom Group.
"Menciplakan keuntungannya berkelanjutan, sekaligus memberikan kontribusi yang semakin kuat terhadap kinerja serta value creation bagi pemegang saham dan seluruh pemegang kepentingan," ucap Nanang.
Setelah rampungnya proses pengalihan portofolio bisnis dan aset, InfraNexia akan memiliki lebih dari 90% total aset infrastruktur jaringan yang sebelumnya dimiliki oleh Telkom. Aset tersebut mencakup jaringan akses ke pelanggan hingga core backbone serta infrastruktur pendukung lainnya.
Secara keseluruhan atas kepemilikan tersebut, InfraNexia akan mengelola sekitar 112.000 kilometer jaringan fiber optik, termasuk 26.000 kilometer Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) domestik yang terbentang di seluruh Indonesia atau hampir setara 3 kali keliling Bumi.
Dengan kepemilikan aset ini, InfraNexia akan memperkuat perannya sebagai penyedia layanan wholesale connectivity yang berfokus pada pengembangan infrastruktur konektivitas digital nasional.
Meskipun kepemilikan saham mayoritas dipegang oleh Telkom sebesar lebih dari 99%, InfraNexia akan tetap beroperasi secara profesional dalam melayani seluruh pelanggan.
Langkah ini diharapkan dapat menghadirkan layanan konektivitas yang lebih andal, berkualitas tinggi, dan mendukung upaya Telkom Group dalam memperluas penetrasi fixed broadband guna mendukung percepatan pemerataan konektivitas digital di Indonesia.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/telkom-resmi-pisahkan-90-aset-infrastruktur-ke-infranexia-senilai-rp-b7cf233c/.
Baca juga
Menggenggam Smartphone Lipat Anyar Vivo X Fold 6 di Shanghai
FotoINET Menggenggam Smartphone Lipat Anyar Vivo X Fold 6 di Shanghai Fitraya Ramadhanny - detikInet Shanghai - Vivo X Fold 6 adalah smartphone lipat flagship terbaru dari Vivo. Sambil menunggu kabar kapan masuk ke Indonesia, yuk kita lihat-lihat dulu.
Anak Lebih Suka Curhat ke AI, Orang Tua Harus Bagaimana?
Sebagian anak dan remaja menggunakan kecerdasan buatan (AI) bukan hanya untuk mencari informasi atau membantu belajar, tetapi juga sebagai tempat bercerita. Fenomena ini bisa menjadi tantangan bagi orang tua yang ingin tetap menjadi tempat aman bagi anak untuk berbagi cerita.
Penampakan Huawei Watch GT 7 Series, Makin Mewah dan Sporty
FotoINET Penampakan Huawei Watch GT 7 Series, Makin Mewah dan Sporty Adi Fida Rahman - detikInet Jakarta - Huawei Watch GT 7 Series tampil dengan desain makin mewah dan sporty, membawa pilihan ukuran, material premium, serta fitur kesehatan dan olahraga outdoor.
Cita-cita Raditya Dika Nggak Keluar Rumah, Begini Cara Melancarkannya
Raditya Dika, komedian sekaligus YouTuber terkenal, menuturkan bahwa dia punya cita-cita simpel: tidak perlu keluar rumah. Untuk mewujudkannya, Radit mendesain rumahnya sesuai dengan kebutuhan dan keinginannya.