Terungkap Mobil BYD Mudah Diretas
Perusahaan teknologi asal China, BYD, akan melakukan perubahan besar pada salah satu mobil terlarisnya di Australia. Sebabnya adalah sistem keamanan kendaraan tersebut berhasil ditembus oleh peretas.
Perusahaan menyebut akan mengirimkan pembaruan keamanan secara jarak jauh untuk model yang diretas yaitu pikap Shark 6, menyusul laporan mengenai keamanan siber yang ditayangkan program Four Corners milik ABC.
Produsen mobil akan mengirim pembaruan over-the-air (OTA) untuk sistem infotainment berbasis Android pada mobil tersebut.
Pembaruan ini diklaim akan mencegah orang yang memiliki akses fisik ke mobil untuk memasukkan perangkat lunak mereka sendiri ke dalam sistem infotainment.
Sebelumnya, Fortify Labs, perusahaan teknologi informasi yang terlibat dalam laporan ABC berjudul Asleep at the Wheel, menerbitkan tulisan di blognya. Tulisan tersebut memuat konteks mengenai hal-hal yang tidak ditampilkan dalam episode Four Corners", termasuk "kekhawatiran yang serius" terkait cara mobil tersebut diretas.
Perusahaan itu mengatakan mereka dihubungi ABC dan diminta untuk "menyimulasikan akses jarak jauh yang dimiliki produsen mobil terhadap kendaraan terhubung serta menunjukkan bagaimana akses tersebut dapat disalahgunakan".
Fortify Labs mengatakan program ABC namun tidak menunjukkan secara rinci bagaimana mereka mengakses sistem elektronik di dalam BYD Shark 6.
Meski laporan ABC terfokus pada mobil listrik asal China, perusahaan teknologi yang digunakan untuk mendemonstrasikan celah pada kendaraan modern tersebut menyatakan bahwa persoalan ini berlaku untuk seluruh produsen kendaraan.
Dalam artikel yang dipublikasikan di situs ABC, jurnalis Angus Grigg menggambarkan bagaimana mereka meminta seorang ahli keamanan siber untuk meretas mobil BYD ini.
"Ternyata terlalu mudah. Saat saya berada di balik kemudi, bukan hanya saya yang mengendalikan mobil; seorang peretas juga memiliki akses ke mobil tersebut," tulis Grigg dikutip dari news, Selasa (6/10).
"Dengan satu sentuhan tombol, dia mematikan lampu depan, membuat saya berada dalam kegelapan." Namun, tulisan Fortify Labs menjelaskan bahwa proses untuk mematikan lampu mobil tersebut sebenarnya jauh lebih rumit dibandingkan sekadar menekan sebuah tombol.
Perusahaan itu harus memotong kabel pada Shark 6 dan menyambungkan komputer mereka sendiri, yakni perangkat kecil Raspberry Pi, yang kemudian digunakan untuk mengganggu sistem BYD.
"Beginilah cara lampu dimatikan dan wiper kaca depan diaktifkan. Semua ini dilakukan secara in-line, dengan Raspberry Pi yang menyimulasikan ECU yang telah disusupi dan mengirimkan pesan melalui CAN bus," tulis Fortify Labs.
Meski demikian, dikonfirmasi walau komputer tambahan telah disambungkan ke kabel Shark 6 dan perangkat lunak eksternal dimasukkan ke dalam sistemnya, fungsi-fungsi penting seperti rem dan kamera kendaraan tidak dapat diakses.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/terungkap-mobil-byd-mudah-diretas-a22a4006/.
Baca juga
Fictor Roring nilai jumlah laga IBL All Indonesian harus lebih banyak
Jakarta (ANTARA) - Legenda bola basket Indonesia Fictor Gideon Roring menilai jumlah pertandingan Indonesian Basketball League (IBL) All Indonesian perlu ditambah agar pemain lokal memperoleh menit bermain lebih banyak, sekaligus mendukung kebutuhan timnas putra Indonesia secara…
Luca Marini Belajar dari Pengalaman Antisipasi Cuaca Buruk MotoGP Indonesia 2026
Liputan6.com, Jakarta - Pembalap Honda HRC Castrol Luca Marini percaya diri menghadapi MotoGP Indonesia 2026 di Mandalika yang berlangsung 9-11 Oktober mendatang. Meski ada kemungkinan cuaca tidak bersahabat, Marini mengaku sudah belajar dari pengalaman di GP Jepang kemarin.
Persija Jakarta jaga kebugaran untuk hadapi jadwal padat
Jakarta (ANTARA) - Pelatih Persija Jakarta Shin Tae-yong menjelaskan tim asuhannya terus berusaha menjaga kebugaran untuk menghadapi jadwal padat yang mereka hadapi pada Oktober ini.
Timnas Indonesia Masuki Era Baru, Piala Asia 2027 Jadi Harapan
FIFA ASEAN Cup 2026 Timnas Indonesia Masuki Era Baru, Piala Asia 2027 Jadi Harapan Juara ASEAN Cup 2026 jadi awal era baru Timnas Indonesia. Calvin Verdonk dan kolega kini menatap tantangan besar di Piala Asia 2027.