Wabah Pes di Rusia, Lima Rumah Sakit Ditutup dan Dikarantina
Liputan6.com, Moskow - Lima rumah sakit di Irkutsk, Siberia, Rusia, dilaporkan ditutup dan menjalani karantina setelah seorang pekerja laboratorium meninggal dunia akibat bentuk pes yang belum diketahui secara spesifik.
Laporan media independen Baikal People menyebut fasilitas kesehatan tersebut ditutup setelah Darya Shipilova, pekerja di Institut Penelitian Antipes di wilayah Irkutsk, meninggal dunia. Laporan itu dikutip Express UK pada Senin (5/10/2026).
Langkah karantina dilakukan di tengah kekhawatiran kemungkinan penyebaran penyakit yang disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis.
Lima Rumah Sakit Lockdown Rumah sakit yang dilaporkan terdampak meliputi City Clinical Hospital No. 1, 3, dan 10, Rumah Sakit Klinis Anak Kota Ivano-Matreninskaya, serta satu fasilitas kesehatan lainnya.
Menurut laporan tersebut, karantina ditetapkan setidaknya selama tiga pekan. Selama pembatasan berlangsung, orang-orang yang berada di dalam rumah sakit disebut tidak diperbolehkan keluar maupun menerima kunjungan dari keluarga.
Karantina diberlakukan setelah muncul laporan bahwa Shipilova terpapar bakteri Yersinia pestis saat bekerja di laboratorium.
Insiden tersebut dilaporkan terjadi pada 25 September ketika ia menangani sampel dan memecahkan tabung reaksi yang berisi bakteri hidup.
Laporan yang sama menyebut kekhawatiran penyebaran penyakit kemudian meluas dari satu rumah sakit ke lima fasilitas kesehatan.
Hampir 200 Orang Berada dalam Pengawasan Selain menutup sejumlah rumah sakit, otoritas kesehatan di wilayah Irkutsk dilaporkan menempatkan hampir 200 orang dalam pengawasan medis. Mereka disebut sebagai orang-orang yang kemungkinan melakukan kontak dengan pekerja laboratorium tersebut.
Seperti dilaporkan The Moscow Times, Kepala Republik Buryatia Alexei Tsydenov mengonfirmasi bahwa bentuk pes yang dialami Shipilova belum diketahui secara spesifik.
Sebelumnya, Gubernur Irkutsk Igor Kobzev berupaya menenangkan situasi. Namun, laporan menyebut tenaga kesehatan di wilayah tersebut mulai secara terbuka membicarakan kemungkinan adanya kasus pes.
Di tengah penerapan karantina, penggunaan masker juga dilaporkan diberlakukan di sebuah pabrik aluminium besar di Irkutsk.
Ambulans yang membawa orang-orang yang diduga melakukan kontak dengan Shipilova juga diklaim menjalani pemeriksaan yang dikawal petugas FSB, badan keamanan federal Rusia.
Pes Pneumonik Dinilai Sulit Menjadi Pandemi Global Kekhawatiran mengenai penyebaran pes turut menjadi perhatian di luar Rusia. Sejumlah politikus Amerika Serikat bahkan menyerukan penghentian sementara penerbangan komersial dari dan menuju Rusia hingga situasi menjadi lebih jelas.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/wabah-pes-di-rusia-lima-rumah-sakit-ditutup-dan-dikarantina-7258075e/.
Baca juga
Nama Israel Houghton Masuk dalam Pemantauan Imigrasi, Visa Bakal Ditolak
Direktorat Jenderal Imigrasi menyatakan belum menerima permohonan visa dari musikus asal Amerika Serikat (AS) Israel Houghton terkait rencana konsernya di Jakarta. Imigrasi menegaskan bakal menolak visa Israel Houghton jika mengajukan permohonan.
Imigrasi Tolak Terbitkan Visa Musisi AS Israel Houghton ke RI
Indonesia akan menolak menerbitkan visa musisi Israel Houghton jika mengajukan permohonan masuk ke Tanah Air.
Rusia Bantah Kematian Teknisi Lab Akibat Wabah Pes Lepas, Bilang Cuma Rumor
Rusia membantah laporan menyebut seorang teknisi laboratorium di wilayah Siberia meninggal dunia akibat wabah atau pes yang belum dikenal . Pemeriksaan setelah kematian tidak menemukan mikroorganisme yang berkaitan dengan penyakit tersebut.
Jadwal Tayang dan Sinopsis Shadow Punisher Dracin Luo Yunxi
Shadow Punisher menjadi drama China terbaru dibintangi Luo Yunxi. Dalam costume drama ini, ia tampil sebagai sosok cerdas yang diam-diam menyusup untuk mengungkap rahasia istana.