Lewati ke konten

Selasa, 6 Oktober 20262292 berita

Wabah Pes di Rusia, Lima Rumah Sakit Ditutup dan DikarantinaVIDEO: 17 Pegawai Lapas Cibinong Disanksi, Kalapas Diberhentikan12 pembalap tiba di Lombok, bersiap untuk MotoGP Mandalika 2026Koordinator BEM UI Diserang OTK di Jaksel, Ditendang lalu Nyungsruk dari MotorKapolres Bogor Tekankan Sinergitas TNI-Polri Kunci Mutlak Jaga Keamananamp;nbsp;Juara, Prabowo serahkan trofi FIFA ASEAN Cup ke pemain IndonesiaPolisi imbau suporter rayakan kemenangan Indonesia secara tertibJamal Mirdad Sentil Artis Muda yang Cuma Kejar Viral: “Berikan Karyamu”Pekalongan gelar Festival Literasi untuk bangkitkan minat baca wargaSejumlah menko mulai gunakan Maung Garuda sebagai kendaraan dinas
Internasional

Wabah Pes di Rusia, Lima Rumah Sakit Ditutup dan Dikarantina

Liputan6 Kesehatan 2 menit baca 385 kata
Wabah Pes di Rusia, Lima Rumah Sakit Ditutup dan Dikarantina — gambar dari Liputan6 Kesehatan
Gambar dari Liputan6 Kesehatan. Ringkasan oleh Zona News.

Liputan6.com, Moskow - Lima rumah sakit di Irkutsk, Siberia, Rusia, dilaporkan ditutup dan menjalani karantina setelah seorang pekerja laboratorium meninggal dunia akibat bentuk pes yang belum diketahui secara spesifik.

Laporan media independen Baikal People menyebut fasilitas kesehatan tersebut ditutup setelah Darya Shipilova, pekerja di Institut Penelitian Antipes di wilayah Irkutsk, meninggal dunia. Laporan itu dikutip Express UK pada Senin (5/10/2026).

Langkah karantina dilakukan di tengah kekhawatiran kemungkinan penyebaran penyakit yang disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis.

Lima Rumah Sakit Lockdown Rumah sakit yang dilaporkan terdampak meliputi City Clinical Hospital No. 1, 3, dan 10, Rumah Sakit Klinis Anak Kota Ivano-Matreninskaya, serta satu fasilitas kesehatan lainnya.

Menurut laporan tersebut, karantina ditetapkan setidaknya selama tiga pekan. Selama pembatasan berlangsung, orang-orang yang berada di dalam rumah sakit disebut tidak diperbolehkan keluar maupun menerima kunjungan dari keluarga.

Karantina diberlakukan setelah muncul laporan bahwa Shipilova terpapar bakteri Yersinia pestis saat bekerja di laboratorium.

Insiden tersebut dilaporkan terjadi pada 25 September ketika ia menangani sampel dan memecahkan tabung reaksi yang berisi bakteri hidup.

Laporan yang sama menyebut kekhawatiran penyebaran penyakit kemudian meluas dari satu rumah sakit ke lima fasilitas kesehatan.

Hampir 200 Orang Berada dalam Pengawasan Selain menutup sejumlah rumah sakit, otoritas kesehatan di wilayah Irkutsk dilaporkan menempatkan hampir 200 orang dalam pengawasan medis. Mereka disebut sebagai orang-orang yang kemungkinan melakukan kontak dengan pekerja laboratorium tersebut.

Seperti dilaporkan The Moscow Times, Kepala Republik Buryatia Alexei Tsydenov mengonfirmasi bahwa bentuk pes yang dialami Shipilova belum diketahui secara spesifik.

Sebelumnya, Gubernur Irkutsk Igor Kobzev berupaya menenangkan situasi. Namun, laporan menyebut tenaga kesehatan di wilayah tersebut mulai secara terbuka membicarakan kemungkinan adanya kasus pes.

Di tengah penerapan karantina, penggunaan masker juga dilaporkan diberlakukan di sebuah pabrik aluminium besar di Irkutsk.

Ambulans yang membawa orang-orang yang diduga melakukan kontak dengan Shipilova juga diklaim menjalani pemeriksaan yang dikawal petugas FSB, badan keamanan federal Rusia.

Pes Pneumonik Dinilai Sulit Menjadi Pandemi Global Kekhawatiran mengenai penyebaran pes turut menjadi perhatian di luar Rusia. Sejumlah politikus Amerika Serikat bahkan menyerukan penghentian sementara penerbangan komersial dari dan menuju Rusia hingga situasi menjadi lebih jelas.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/wabah-pes-di-rusia-lima-rumah-sakit-ditutup-dan-dikarantina-7258075e/.

Baca juga

Semua berita Internasional