Lewati ke konten

Rabu, 7 Oktober 20262927 berita

Alergi Udang Mengancam Nyawa, Terapi Baru Mulai DiujiAlarm Kematian El Nino di RI, Benarkah Belasan Ribu Terancam Tewas?Mediasi Audi Marissa dan Anthony Xie Resmi Gagal, Kuasa Hukum: Pintu Rujuk Masih TerbukaRUU Pelindungan Ketenagakerjaan Atur Dana Cadangan Pesangon hingga Larangan Tahan IjazahDulu Buka Jalan Cawapres, Almas Kini Minta DPR Proses Makzulkan GibranCristiano Ronaldo Ungkap Alasan Tinggalkan Timnas Portugal, Klaim Jorge Jesus Ingkar JanjiSegini Hadiah Timnas Indonesia Usai Kalahkan Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026Menko Sugino minta Menpora hitung kebutuhan tambahan bonus bagi atletMasalah Kualitas, As Roda Chery Omoda 5 Copot Terjadi di MalaysiaHaji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara
Lifestyle

Alergi Udang Mengancam Nyawa, Terapi Baru Mulai Diuji

Liputan6 Kesehatan 3 menit baca 567 kata
Alergi Udang Mengancam Nyawa, Terapi Baru Mulai Diuji — gambar dari Liputan6 Kesehatan
Gambar dari Liputan6 Kesehatan. Ringkasan oleh Zona News.

Liputan6.com, Jakarta - Alergi udang selama ini membuat seseorang harus ekstra hati-hati terhadap makanan yang dikonsumsi. Bukan hanya menghindari udang secara langsung, tapi juga memastikan makanan yang disantap tidak terkontaminasi bahan tersebut.

Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri di Singapura. Makanan laut bercangkang banyak digunakan dalam masakan lokal, mulai dari mi udang hingga hidangan seperti laksa dan rojak. Risiko paparan tidak sengaja dan kontaminasi silang pun sulit sepenuhnya dihindari.

Kini, ada pendekatan baru yang sedang diuji. Alih-alih sepenuhnya menghindari udang, pasien dengan alergi udang justru akan diberikan paparan udang dalam jumlah yang terkontrol dan ditingkatkan secara bertahap melalui imunoterapi oral.

National University Hospital (NUH) meluncurkan uji klinis pertama di Singapura yang secara khusus meneliti imunoterapi oral untuk alergi udang, seperti dikutip Channel News Asia pada Selasa, 6 Oktober 2026.

Penelitian ini bertujuan mengetahui apakah paparan yang diberikan secara hati-hati dapat membantu pasien membangun toleransi terhadap udang seiring waktu.

Alergi Udang Bisa Menyebabkan Anafilaksis Menurut NUH, alergi makanan laut bercangkang merupakan salah satu alergi makanan yang umum di Singapura. Kondisi ini diperkirakan dialami sekitar 90.000 hingga 150.000 orang.

Studi sebelumnya juga menemukan alergi makanan laut bercangkang dialami sekitar 5,2 persen remaja di Singapura. Makanan laut bercangkang bahkan menjadi penyebab utama anafilaksis akibat makanan yang ditangani di unit gawat darurat, dengan proporsi sekitar 14 persen dari kasus anafilaksis yang dipicu makanan.

Reaksi alergi dapat berupa biduran dan pembengkakan hingga anafilaksis yang berpotensi mengancam nyawa.

Berbeda dengan alergi susu atau telur yang pada sebagian anak dapat menghilang seiring bertambahnya usia, alergi makanan laut bercangkang umumnya muncul pada masa remaja atau dewasa dan sering kali bertahan seumur hidup.

"Bagi orang yang hidup dengan alergi udang, menghindari udang saat ini merupakan satu-satunya strategi penanganan yang efektif. Hal ini bisa menjadi tantangan di Singapura karena makanan laut bercangkang banyak digunakan dalam berbagai hidangan lokal dan kontaminasi silang sulit dihindari," kata peneliti utama studi sekaligus konsultan Divisi Alergi Anak, Imunologi, dan Reumatologi NUH, Dr. Lydia Wong.

Bagaimana Imunoterapi Oral Bekerja?

Imunoterapi oral dilakukan dengan memberikan makanan pemicu alergi dalam jumlah yang dikontrol secara ketat. Dosis kemudian ditingkatkan secara bertahap di bawah pengawasan tenaga medis.

Dalam penelitian NUH, peserta akan mendapatkan bubuk udang yang diformulasikan khusus dengan dosis yang meningkat secara perlahan. Peneliti akan melihat apakah metode tersebut dapat membantu tubuh membangun toleransi terhadap udang.

Namun, metode ini tidak boleh dicoba sendiri di rumah dengan mengonsumsi sedikit udang. Pemberian alergen harus dilakukan melalui prosedur penelitian dan pengawasan medis.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/alergi-udang-mengancam-nyawa-terapi-baru-mulai-diuji-6d92934a/.

Baca juga

Semua berita Lifestyle