Lewati ke konten

Jumat, 2 Oktober 2026964 berita

AS Akan Tambah Kapal Induk Ketiga di Timteng, Tampung 10 Ribu TentaraPolisi Selidiki Wanita Dianiaya Usai Dituduh Curi Amplop Hajatan di JakselVIDEO: Polisi Bongkar Laboratorium Rahasia Produksi Vape EtomidateThailand Cabut Kewarganegaraan Pengusaha Israel, Ini AlasannyaRusia tegaskan akan merespons atas ancaman terhadap KaliningradTempat Taco di Jakarta yang Sering Direkomendasikan, Bisa Dipesan di GrabFoodKepala BGN minta pemda kontribusi sidak SPPG pastikan keamanan panganPihak Richard Lee Soroti Alokasi Waktu Sidang, Tuntut Kesetaraan Hak Pembelaan di Depan HakimBupati Gowa Tak Ditahan Usai Diperiksa Kortas Tipikor PolriSertijab Kapolri dari Listyo ke Suyudi Digelar Sore Ini
Internasional

AS Akan Tambah Kapal Induk Ketiga di Timteng, Tampung 10 Ribu Tentara

CNN Internasional 2 menit baca 408 kata
AS Akan Tambah Kapal Induk Ketiga di Timteng, Tampung 10 Ribu Tentara — gambar dari CNN Internasional
Gambar dari CNN Internasional. Ringkasan oleh Zona News.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersiap menambah kekuatan militer di Timur Tengah dengan mengerahkan kelompok serang kapal induk ketiga dan kapal-kapal Korps Marinir Pengerahan ini akan membawa sekitar 9.000 hingga 10.000 personel tambahan ke kawasan tersebut di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran.

Mengutip laporan The Wall Street Journal pada Kamis (1/10), Pentagon menargetkan kapal perang, jet tempur, Marinir, dan pelaut tambahan tiba di Timur Tengah pada akhir November.

Kapal induk USS Theodore Roosevelt, telah meninggalkan San Diego pada Minggu (27/9) untuk menjalani penugasan yang sudah dijadwalkan.

Sehari kemudian, Gugus Siap Amfibi USS Makin Island juga bertolak dengan membawa Marinir dari Unit Ekspedisi Marinir ke-13.

Saat ini, USS George H.W. Bush dan USS George Washington sudah berada di kawasan tersebut. Jika USS George Washington masih bertahan hingga USS Theodore Roosevelt tiba, AS akan memiliki tiga kelompok serang kapal induk di Timur Tengah.

Kondisi tersebut akan menjadi yang pertama sejak April, sebelum gencatan senjata yang rapuh antara AS dan Iran menghentikan pertempuran yang dimulai pada 28 Februari.

Menurut laporan Anadolu, tambahan pasukan itu akan bergabung dengan lebih dari 50.000 personel militer AS yang sudah ditempatkan di Timur Tengah.

Namun, jumlah kapal induk AS di kawasan tersebut masih berpotensi berubah. USS George Washington kemungkinan kembali ke pangkalan asalnya di Jepang sehingga AS hanya memiliki dua kelompok serang kapal induk di kawasan itu.

Konflik AS-Iran Meningkat Rencana penambahan kekuatan militer ini muncul setelah Trump menolak proposal terbaru Iran untuk melakukan gencatan senjata selama tujuh hari.

Dalam wawancara dengan majalah Time yang diterbitkan pada Kamis (1/10), Trump mengatakan AS berpeluang kembali menyerang Iran setelah pemilihan paruh waktu jika kedua negara gagal mencapai kesepakatan.

Proposal Iran mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz dan dimulainya kembali perundingan mengenai program nuklir Teheran.

Sebagai imbalannya, Iran meminta AS mencabut blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan negara tersebut.

Selat Hormuz menjadi jalur strategis bagi perdagangan energi dunia. Sekitar seperlima pasokan minyak global biasanya melintasi perairan tersebut.

Di sisi lain, Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, memperpanjang penempatan unit pertahanan udara dan Divisi Lintas Udara ke-82 Angkatan Darat AS di kawasan tersebut.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/as-akan-tambah-kapal-induk-ketiga-di-timteng-tampung-10-ribu-tentara-c8f49bd1/.

Baca juga

Thailand Cabut Kewarganegaraan Pengusaha Israel, Ini Alasannya

Thailand Cabut Kewarganegaraan Pengusaha Israel, Ini Alasannya Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Thailand mencabut kewarganegaraan seorang pengusaha kelahiran Israel, Ariel Blustein, setelah menemukan bukti bahwa ia masih menggunakan kewarganegaraan dan paspor lamanya setelah…

CNBC Indonesia

Kolom Pakar: Pemeriksaan TB untuk WNI yang Akan ke Jepang

Liputan6.com, Jakarta - Pada September 2026, bulan yang lalu, Kedutaan Besar RI di Tokyo, Jepang, mengeluarkan informasi aturan baru bagi kita orang Indonesia yang berjudul 'Pemeriksaan TB untuk WNI yang akan ke Jepang', lengkapnya di laman konsuler.kbritokyo.jp.

Liputan6 Kesehatan

Semua berita Internasional