Pangeran MbS Tegaskan Saudi Ogah Kompromi Respons Serangan Houthi
Perdana Menteri sekaligus Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MbS) menegaskan Riyadh tak akan kompromi dan bakal membalas setiap serangan Houthi.
Pangeran MbS menyampaikan pernyataan itu saat pidato dalam pembukaan sesi Dewan Syura di Riyadh, Rabu (30/9).
"(Saudi) tidak akan ragu untuk menanggapi dengan tegas setiap ancaman atau serangan yang bertujuan untuk merusak keamanann," kata MbS, dikutip Al Jazeera.
Dia tak menjelaskan lebih rinci ancaman atau serangan dari siapa dan dari mana yang dimaksud.
Lebih lanjut, MbS menunjuk Pakta Pertahanan Mekkah yang diinisiasi Saudi, Turki, dan Pakistan. Aliansi ini menunjukkan niat kepemimpinan Riyadh.
"Untuk memperkuat stabilitas regional, melindunginya dari dampak ketegangan dan konflik serta mengoordinasikan langkah-langkah," ujar MbS.
Di saat yang sama, kata dia, Saudi juga melakukan segala hal untuk meredakan ketagangan dan mendukung solusi diplomatik tanpa mengorbankan keamanan.
Koalisi untuk Laut Merah Di kesempatan itu, MbS juga menyinggung penargetan kapal-kapal yang terjadi di Laut Merah, yang selama ini kerap dilakukan Houthi.
Dia menegaskan bahwa koalisi maritim defensif multinasional dibentuk untuk memastikan kepentingan bersama terlindungi di perairan internasional.
Dalam beberapa pekan terakhir, Houthi dan Saudi saling gempur.
Pekan lalu, Riyadh menegaskan telah mencegat enam rudal balistik yang diarahkan ke Taif dan pelabuhan Yanbu. Houhti sementara itu mengaku telah menyerang target sensitif di Riyadh dan fasilitas minyak.
Di waktu yang lain, Saudi berdasarkan klaim Houthi juga meluncurkan serangan udara ke beberapa wilayah di Yaman.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/pangeran-mbs-tegaskan-saudi-ogah-kompromi-respons-serangan-houthi-ac5f2bea/.
Baca juga
Thailand Cabut Kewarganegaraan Pengusaha Israel, Ini Alasannya
Thailand Cabut Kewarganegaraan Pengusaha Israel, Ini Alasannya Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Thailand mencabut kewarganegaraan seorang pengusaha kelahiran Israel, Ariel Blustein, setelah menemukan bukti bahwa ia masih menggunakan kewarganegaraan dan paspor lamanya setelah…
Rusia tegaskan akan merespons atas ancaman terhadap Kaliningrad
Jenewa (ANTARA) - Rusia akan merespons “setiap tindakan” yang mengancam kedaulatannya atau menyasar penduduk sipil di Kaliningrad, kata seorang diplomat senior Rusia, Kamis (1/10) di tengah meningkatnya ketegangan antara Moskow dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) terkait…
Kolom Pakar: Pemeriksaan TB untuk WNI yang Akan ke Jepang
Liputan6.com, Jakarta - Pada September 2026, bulan yang lalu, Kedutaan Besar RI di Tokyo, Jepang, mengeluarkan informasi aturan baru bagi kita orang Indonesia yang berjudul 'Pemeriksaan TB untuk WNI yang akan ke Jepang', lengkapnya di laman konsuler.kbritokyo.jp.
Cuma Apple yang Tidak Diajak Ketemu Presiden, Ini Alasannya
Cuma Apple yang Tidak Diajak Ketemu Presiden, Ini Alasannya Jakarta, CNBC Indonesia - Nama Apple absen dalam kumpul bersama Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bersama para bos raksasa teknologi di Gedung Putih pada Selasa (29/9/2026).