Lewati ke konten

Rabu, 7 Oktober 20262728 berita

Biometana dari Limbah Sawit, Solusi Energi Rendah Karbon untuk IndustriThe Future Fest 2026 perluas akses pendidikan tinggiFictor Roring nilai jumlah laga IBL All Indonesian harus lebih banyakMarc Marquez: Tolong Doakan Saya Finis di MotoGP Mandalika 2026Menteri PKP pastikan program bedah rumah di Bandung tepat sasaranEgy Maulana Vikri bersyukur akhirnya bisa antar Timnas Indonesia juaraRelawan Gibran Sujud Syukur Usai MK Tak Terima Gugatan Denny Indrayana DkkKejagung siapkan 34 JPU untuk sidang perdana Febrie AdriansyahMK putuskan gugatan terhadap ijazah Wapres Gibran tidak diterimaClaresta Taufan sebut tema film "Bapak Paling Jujur" bikin deg-degan
Nasional

Biometana dari Limbah Sawit, Solusi Energi Rendah Karbon untuk Industri

Liputan6 News 2 menit baca 412 kata
Biometana dari Limbah Sawit, Solusi Energi Rendah Karbon untuk Industri — gambar dari Liputan6 News
Gambar dari Liputan6 News. Ringkasan oleh Zona News.

Liputan6.com, Jakarta - Limbah cair pabrik kelapa sawit (Palm Oil Mill Effluent/POME) di Sumatera Selatan mulai dimanfaatkan sebagai bahan baku biometana. Energi rendah karbon yang dihasilkan dari pengolahan limbah tersebut nantinya akan diintegrasikan ke infrastruktur gas bumi yang dimiliki PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN).

Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman mengatakan pengembangan biometana dari limbah pabrik kelapa sawit di Sumatera Selatan kini mendekati tahap akhir.

"Pemanfaatan biometana ini merupakan langkah penting untuk menghadirkan gas terbarukan dari sumber domestik ke dalam rantai pasok energi nasional. PGN siap mendukung melalui infrastruktur dan kapabilitas niaga yang kami miliki agar biometana dapat dimanfaatkan oleh sektor industri," ujar Fajriyah, dilansir Antara, Selasa (6/10/2026).

Pemanfaatan POME sebagai bahan baku biometana memberikan manfaat lingkungan karena metana dari proses pengolahan limbah dapat ditangkap dan dimanfaatkan sebagai sumber energi.

Metana yang sebelumnya berpotensi terlepas ke atmosfer dapat diolah menjadi energi. Pemanfaatan tersebut diharapkan mendukung pengurangan emisi gas rumah kaca serta pencapaian target Nationally Determined Contribution (NDC) dan net zero emission pada 2060.

Di sisi lain, biometana dapat digunakan dengan memanfaatkan infrastruktur yang selama ini digunakan untuk gas bumi. Dengan demikian, pelanggan dapat beralih menggunakan biometana melalui modifikasi infrastruktur yang minimal.

Pemanfaatan biometana juga dinilai dapat melengkapi penggunaan gas bumi di tengah meningkatnya kebutuhan energi dan upaya dekarbonisasi sektor industri.

Selain menghasilkan energi rendah karbon, pengolahan POME menjadi biometana mendorong hilirisasi industri kelapa sawit dengan mengubah limbah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.

Fajriyah mengungkapkan biometana memiliki peran dalam mendukung ketahanan energi sekaligus upaya dekarbonisasi industri.

"Ketika biometana ini mulai berproduksi, industri seperti TMMIN akan memiliki akses terhadap energi rendah karbon yang mendukung daya saing di tengah tuntutan rantai pasok hijau global. Kami berharap model kolaborasi ini dapat direplikasi di daerah penghasil sawit lainnya," tambahnya.

Kolaborasi Pemanfaatan Biometana PGN berkolaborasi dengan PT Toyota Tsusho Indonesia (TTI) dan PT KIS Biofuels Indonesia (KIS) untuk mengoptimasi pemanfaatan biometana dalam rangka memastikan kesediaan pasokan energi domestik masa depan.

Fasilitas biomethane plant tersebut memanfaatkan limbah organik dari industri kelapa sawit dan ditargetkan menghasilkan sekitar 150.000 MMBTU biometana per tahun.

Fajriyah mengatakan proyek tersebut merupakan inisiatif pertama di Indonesia yang memproduksi biometana di Sumatera, wilayah yang memiliki banyak pabrik kelapa sawit.

Dalam kerja sama tersebut, PGN berperan sebagai offtaker atau pembeli utama biometana. PGN juga menjadi transporter karena biometana yang diproduksi PT KIS Toyota Tsusho Biomethane Indonesia (KTBI), perusahaan patungan KIS dan TTI, akan disalurkan ke Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) dan industri lainnya melalui jaringan pipa PGN.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/biometana-dari-limbah-sawit-solusi-energi-rendah-karbon-untuk-industri-5b34527c/.

Baca juga

Semua berita Nasional